Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Punya Rasa Malas Menulis ? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya !

Menulis bisa menjadi hobi yang menghasilkan jika mau fokus dan menekuninya. Namun, menjadi penulis konsisten hingga menghasilkan suatu karya, tentu tidaklah mudah karena terkadang ada distraksi yang dialami. Punya rasa malas menulis ? Ini penyebab dan cara mengatasinya !


10 Penyebab Rasa Malas Menulis

Menulis merupakan aktivitas yang mengasah otak agar bisa merangkai kata demi kata menjadi kalimat dan paragraf yang pembacaannya enak. Namun, untuk membuat suatu tulisan sampai selesai tentu harus melawan rasa malas yang seringkali hinggap. Apa saja penyebab rasa malas menulis ?


1. Terlalu Tinggi Angan-angan

Terlalu berlebihan dalam berharap ketika menulis bisa menimbulkan rasa malas seketika saat tulisan yang Anda buat tidak memenuhi ekspektasi. Contoh angan-angan yang terlalu tinggi bagi penulis pemula adalah keinginan dapat pembaca yang banyak dan mendapatkan uang yang banyak dari menulis.

Memang benar, menulis bisa menjadi penghasilan yang menggiurkan jika karyanya banyak orang suka. Namun, untuk menjadi penulis yang disukai karyanya tentu harus benar-benar Anda pikirkan matang-matang mulai dari judul, tema, alur, penokohan, hingga plot twist-nya.


2. Terserang Bad Mood Tiba-tiba

Bad mood atau suasana hati yang buruk bisa menimpa siapa saja secara tiba-tiba. Bahkan kadang seseorang bisa tiba-tiba bad mood tanpa ada penyebab pastinya. Hal ini juga sering penulis rasakan yang akhirnya membuat mereka malas untuk menulis atau melanjutkan tulisan.

Setidaknya ada beberapa faktor penyebab mengapa bad mood bisa muncul secara tiba-tiba. Pemicunya bisa jadi karena sedang banyak pikiran, suntuk, merasa terbebani, inspirasi tak kunjung datang, motivasi sedang menurun, hingga overheat pada otak.


3. Rasa Takut

Rasa takut yang ada berasal dari dalam diri sendiri untuk memulai menulis, karena ada obsesi perfeksionis yang harus Anda penuhi menjadi faktor penyebab rasa malas menulis lainnya. Orang-orang yang perfeksionis cenderung menginginkan segala sesuatu harus sempurna dan tanpa cela.

Mereka akan merasa takut jika mendapatkan komentar buruk dari pembaca meskipun komentar tersebut sebenarnya untuk membangun agar karyanya lebih bagus lagi. Rasa takut pada akhirnya memunculkan rasa tidak percaya diri, sehingga akhirnya tidak mulai-mulai menulis.


4. Tidak Punya Waktu

Waktu menjadi investasi utama yang harus penulis miliki, karena proses menulis harus benar-benar difokuskan agar tidak terlalu banyak distraksi yang menyebabkan tulisan tidak selesai. Jika Anda masih menjadikan kegiatan menulis sebagai sambilan, luangkan waktu beberapa jam.

Misalnya, 1 jam ketika pagi hari atau malam hari, luangkanlah waktu tersebut untuk membuat tulisan. Dalam waktu yang diluangkan tersebut, tidak boleh ada aktivitas lain selain menulis agar tidak terdistraksi. Karena apabila suda terdistraksi, maka akan berujung dengan rasa malas menulis.


5. Kondisi Tubuh yang Tidak Memungkinkan

Saat ide untuk menulis datang, seseorang memang bisa lupa waktu sampai menghabiskan berjam-jam dalam sehari bahkan hingga larut malam untuk menyelesaikan tulisannya. Alhasil, tubuh pun menjadi terforsir dan bisa membuat Anda jatuh sakit.

Badan juga butuh istirahat, maka atur manajemen waktu dengan sebaik mungkin antara waktu menulis dengan waktu istirahat. Jika waktunya makan maka tidak apa-apa istirahat untuk makan agar energi terisi kembali sehingga ide bisa terus berdatangan.


6. Pengetahuan yang Kurang Banyak

Membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Jika Anda ingin menjadi penulis, maka sering-seringlah membaca untuk menambah kosakata dan pengetahuan baru, sehingga tidak stuck dan kehilangan ide secara tiba-tiba saat sedang menulis.

Permasalahan pengetahuan masih rendah dan kurang penguasaan yang baik juga bisa menyebabkan malas menulis. Hal ini karena ide yang awalnya tersusun rapi, namun tiba-tiba harus berhenti karena kurangnya ilmu akan berujung pada rasa malas, jika tidak memiliki motivasi kuat.


7. Gagal Fokus Saat Menulis

Distraksi atau gangguan saat menulis memang mudah sekali menimpa para penulis, sehingga menyebabkan mereka gagal fokus. Alhasil, tulisan yang tadinya sudah dibuat tertunda untuk sementara waktu dan tidak mereka lanjutkan, karena tidak bisa fokus lagi dalam menulis.

Saat sedang tidak fokus menulis, penulis akan kesulitan menuangkan ide-idenya ke dalam bentuk tulisan, karena pikirannya sedan beralih kepada hal lain yang mengganggunya. Agar bisa fokus, maka cobalah untuk menyendiri dan mencari suasana yang tenang di waktu yang sudah terjadwal.


8. Terlalu Banyak yang Dipikirkan

Too much thinking atau terlalu banyak hal yang Anda pikirkan juga bisa menjadi penyebab seorang penulis tidak produktif. Pikiran tersebut bisa mengenai tulisan atau hal lain di luar topik tulisan yang sedang ditulis, sehingga akhirnya penulis menjadi overthinking dalam banyak hal.

Contoh, belum selesai menulis Anda sudah memikirkan bagaimana ilustrasi gambarnya, apakah nanti pembaca akan menyukainya atau tidak, apakah penerbit akan menerima karya tulisan, dan lainnya. Hal-hal yang memenuhi otak penulis, akhirnya membuat mereka menjadi terbebani.


9. Kondisi Lingkungan yang Kurang Mendukung

Lingkungan atau rumah yang berantakan bisa menjadi salah satu penyebab rasa malas menulis. Hal ini karena tempat menulis yang berantakan, bisa menyebabkan mood menjadi buruk. Alhasil, aktivitas menulis pun menjadi susah konsentrasi dan berujung malas.

Untuk mengatasi hal tersebut, ada baiknya Anda menyediakan ruang khusus untuk menulis agar tidak ada orang lain yang mengganggu. Bersihkan dan rapikan ruang untuk menulis tersebut, agar tidak berantakan sehingga mood bagus untuk menulis tetap terjaga dengan baik.


10. Writer’s Block

Writer’s block merupakan kondisi yang hampir menimpa semua penulis. Kondisi ini terjadi ketika penulis sudah kehabisan ide sehingga tidak bisa lagi melanjutkan tulisan yang telah mereka tulis karena bingung akan menulis apa. Saat kondisi seperti ini, penulis butuh lebih banyak inspirasi.

Ambil waktu sejenak untuk istirahat dari menulis, namun jangan terlalu lama agar tidak kebablasan dan akhirnya malas menulis lagi. Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk menonton film, membaca buku, atau pergi ke suatu tempat demi bisa mendapatkan inspirasi baru.


10+ Cara Mengatasi Rasa Malas Menulis

Rasa malas menulis, tentu saja tidak bisa Anda biarkan begitu saja karena bisa menyebabkan tulisan yang ada tidak selesai dan akhirnya menjadi pribadi yang moody dalam menulis. Jika ingin menjadi penulis yang hebat, maka lawan rasa menulis tersebut dengan beberapa cara berikut ini :


1. Temukan Alasan Mengapa Harus Menulis

Setiap penulis tentu memiliki alasan mengapa mereka akhirnya memilih untuk menulis. Ada yang karena memang hobinya menulis, suka membaca, ingin menjadi penulis, ingin menghasilkan karya yang bermanfaat, ingin terkenal, ingin mendapatkan uang, dan lain sebagainya.

Jadikan faktor why atau alasan mengapa Anda harus menulis ini menjadi motivasi tersendiri. Jika perlu tulis alasan tersebut di atas kertas, lalu tempel di meja belajar atau tembok. Setiap rasa malas menulis menyerang, baca kembali alasan tersebut agar bisa termotivasi kembali dan lanjut menulis.


2. Eliminasi Distraksi

Distraksi atau gangguan memang bisa menimpa siapa saja yang sedang melakukan aktivitas menulis. Walaupun tidak bisa Anda hindari sepenuhnya, setidaknya bisa dengan melakukan upaya untuk meminimalisir atau mengeliminasi hal-hal yang mengganggu aktivitas menulis tersebut.

Cara mengeliminasi distraksi bisa dimulai dengan mematikan telepon genggam, agar tidak ada gangguan berupa pesan atau telepon masuk. Lakukan aktivitas menulis di ruangan yang tertutup atau jika perlu sewa penginapan, agar tidak ada orang yang mengganggu sewaktu-waktu.


3. Sediakan Waktu Untuk Menulis

Jika Anda sudah menemukan alasan mengapa memilih untuk menulis, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan, adalah sediakan waktu khusus untuk menulis agar lebih fokus. Waktu untuk menulis ini harus harus tersedia, karena jika tidak besar kemungkinan waktu menulis menjadi tidak ada.

Tentukan waktu sesuai kenyamanan diri. Misalnya, Anda lebih mudah mendapatkan ide dan inspirasi ketika pagi hari, maka menulislah di waktu tersebut. Bisa juga dengan menyediakan waktu di siang hari, sore hari, atau malam hari, sesuai kebutuhan masing-masing penulis.


4. Mulai Menulis

Ketika niat dan ide sudah terkumpul, maka segeralah menulis sebelum ide-ide tersebut hilang. Langkah pertama bisa dengan menyusun kerangka terlebih dahulu baik di atas kertas maupun menggunakan software Microsoft Word di komputer atau laptop.

Kerangka artikel yang sudah ada bisa berupa topik dan tema yang akan Anda bahas, ide cerita, alur dan konflik, penokohan, dan lain sebagainya. Ketika sudah mulai menulis, maka kerangka artikel tersebut bisa Anda kembangkan dengan mudah dan menyesuaikan lagi dengan berbagai sumber yang ada.


5. Membuat Kerangka Artikel

Baik artikel fiksi maupun non fiksi, keduanya membutuhkan kerangka sebelum Anda tulis secara utuh, agar penulis lebih mudah dalam mengembangkan ide-idenya. Kerangka untuk menulis bisa mulai dengan membuat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan topik terkait.

Contoh, menulis dengan topik cara menjadi penulis novel. Maka bisa memulai dengan beberapa pertanyaan seperti siapa target pembaca artikel tersebut, jenis-jenis novel yang pembaca sukai, alasan orang-orang suka membaca novel, bagaimana alur yang akan tercipta, dan lainnya.


6. Mengembangkan Kerangka Artikel

Setelah kerangka artikel selesai, maka langkah selanjutnya adalah kembangkan artikel tersebut dengan detail. Jika sudah ada kerangkanya, Anda akan lebih mudah untuk menuliskan hal detail sesuai rancangan yang telah Anda buat, sehingga tidak ada alasan lagi untuk malas menulis.

Tulis secara random tanpa memperhatikan EYD, tanda baca, dan lainnya dulu tidak apa-apa. Hal yang paling penting, adalah Anda sudah mulai menulis meskipun masih berupa draf. Setelah selesai, maka tulisan tersebut bisa lebih sempurna lagi agar lebih bagus dan enak dibaca.


7. Cari Hambatan Dalam Menulis dan Hadapi

Salah satu alasan seseorang enggan menulis, adalah karena merasa kurang mampu menulis dengan baik dan menarik, sehingga khawatir tulisannya tidak memiliki pembaca. Hal ini karena mereka menjadikan komentar dan apresiasi dari orang lain sebagai tolak ukur utama.

Padahal komentar buruk sekalipun sebenarnya adalah kritik untuk membangun agar karya yang Anda tulis bisa semakin baik lagi. Ketakutan seperti ini harus teratasi dengan cara mempelajari gaya bahasa dari banyak penulis lainnya sebagai referensi. Ingat, tidak semua penulis harus unik.


8. Jangan Jadikan Uang Sebagai Prioritas Utama

Mendapatkan penghasilan dari hobi menulis memang menjadi harapan besar semua penulis yang ingin sukses. Namun, hal ini jangan menjadi tolak ukur atau prioritas utama sebagai motivasi untuk menulis. Hal ini justru akan menghalangi Anda untuk memulai menulis.

Penulis yang menjadikan uang sebagai tolak ukur utama cenderung lebih mudah menemukan rasa malas ketika tulisan yang itu tidak sesuai ekspektasi. Padahal setiap jenis tulisan memiliki target market pembaca tersendiri dan tidak bisa sama rata pada semua tulisan.


9. Buang Alasan yang Menyebabkan Anda Menunda Menulis

Distraksi atau gangguan yang muncul saat sedang menulis memang terkesan sangat menjengkelkan, karena bisa menggangu fokus. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat skala prioritas dalam menulis agar ketika gangguan tersebut muncul penulis bisa kembali ke prioritas utama.

Buat timeline atau jadwal khusus kapan Anda harus menyelesaikan setiap kerangka tulisan yang telah Anda buat. Usahakan untuk tidak membuang-buang waktu dengan percuma saat hal-hal yang mengganggu fokus tiba-tiba muncul. Jika perlu buat to do list untuk rutinitas harian.


10. Jangan Membuang-buang Waktu

Salah satu musuh terbesar seorang penulis, adalah kebiasaannya membuang-buang waktu. Tak jarang seorang penulis yang sedang mengalami kebosanan tiba-tiba scrolling di media sosial, rebahan, atau aktivitas lainnya yang kurang bermanfaat. Tentu saja, hal tersebut mengganggu produktivitas.

Jika waktunya untuk menulis, maka gunakan waktu tersebut untuk benar-benar fokus menulis dan tidak melakukan aktivitas lainnya yang dapat mendistraksi kegiatan menulis. Anda harus lebih disiplin dalam manajemen waktu dan pekerjaan agar tidak membuang-buang waktu sia-sia.


11. Ciptakan Tempat yang Nyaman

Lingkungan yang nyaman dan tenang bisa menstimulasi otak untuk lebih mudah mendapatkan ide dalam menulis. Anda bisa menciptakan tempat menulis yang nyaman seperti di meja belajar di dalam kamar, sofa ruang tamu, kursi di taman, meja di dapur, di pinggir kolam, dan lainnya.

Apalagi saat ini sudah ada laptop dan smartphone yang bisa Anda bawa kemana-mana tanpa kendala sehingga aktivitas menulis tetap bisa penulis lakukan kapanpun dan di manapun. Jika bosan di rumah, maka tak perlu ragu untuk mencari tempat lain seperti perpustakaan, kafe, hotel, dan lainnya.


12. Berikan Reward Pada Diri Sendiri

Hal seperti ini masih sering penulis, padahal manfaatnya sangat banyak dan bisa meningkatkan motivasi pada diri sendiri. Secara naluriah, orang-orang lebih suka jika mendapatkan penghargaan atau hadiah. Anda bisa memulainya dari diri sendiri terlebih dahulu.

Berikan reward atau penghargaan kecil-kecilan untuk diri sendiri seperti coklat, belanja ke mall, nonton bioskop, belanja makanan, membeli buku, dan hal-hal lainnya yang bisa memicu semangat. Namun, reward tersebut tentu hanya bisa terjadi jika berhasil mencapai suatu target tertentu.


13. Tentukan Tujuan Kecil Terlebih Dahulu

Memiliki ambisi dalam menulis memang penting, karena hal tersebut bisa menjadi motivasi tersendiri. Namun, ambisi dan target yang ada tetap harus realistis, agar Anda tidak stress saat target yang sudah Anda tetapkan tidak tercapai seperti apa ekspektasi.

Contoh, target atau tujuan kecil seperti dengan membuat target menulis 1 bab dalam satu minggu. Bisa juga dengan menentukan jumlah kata tertentu yang harus selesai dalam satu minggu. Tidak perlu langsung berambisi memiliki karya yang best seller.

Punya rasa malas menulis ? Ini penyebab dan cara mengatasinya bisa Anda coba praktekkan dalam kehidupan dan aktivitas sehari-hari. Memang memiliki karya best seller, adalah impian tinggi yang ingin tercapai, namun tidak apa-apa jika harus membuat target-target kecil terlebih dahulu.