Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Pembatasan Iklan Google AdSense : Faktor Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pembatasan Iklan Google AdSense : Faktor Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pembatasan tampilan iklan AdSense tengah jadi masalah umum yang dialami oleh publisher belakangan ini. Kebanyakan penyebabnya adalah invalid traffic atau trafik tidak valid.

Sepanjang 2020, jumlah publisher yang mengeluhkan pembatasan penayangan iklan ini semakin meningkat. Google mengatakan, iklan AdSense ini dibatasi bertujuan untuk mengurangi upaya penipuan dan menjaga ekosistem iklan digital.

Tanda peringatan berwarna merah yang muncul di dashboard AdSense Anda memang memicu rasa was-was dan khawatir. Pasalnya, pembatasan iklan AdSense bisa merugikan Anda dan berisiko menurunkan pendapatan iklan Anda bulan ini dan bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga : Cara Mendaftar Google Adsense Terlengkap Bagi Pemula

Memahami Penyebab Pembatasan Iklan Google AdSense

Pembatasan iklan AdSense adalah pengurangan jumlah tayangan iklan dalam blog yang Anda daftarkan di akun AdSense. Pembatasan iklan umumnya berakhir setelah 30 hari meskipun dalam beberapa kasus mungkin saja lebih lama. 

Umumnya, ada 2 penyebab Anda terkena pembatasan iklan Google AdSense. Penyebab ini akan muncul di bagian issues atau permasalahan, yaitu:

  • Account being assessed / akun sedang dinilai - Google sedang mengawasi profil trafik Anda untuk menilai kualitas trafik yang berkunjung ke blog dan mendeteksi aktivitas mencurigahan
  • Invalid traffic concerns / trafik tidak valid - Google telah mendeteksi trafik yang dinilai tidak valid. Google menilai bahwa aktivitas trafik di blog Anda mungkin sengaja untuk menaikan earning iklan.

Dari kedua penyebab pembatasan iklan di atas, invalid traffic concerns adalah penyebab yang paling buruk dengan kemungkinan konsekuensi terburuk.

Namun, keduanya memiliki dampak signifikan terharap pendapatan Google AdSense dan menyebabkan earning Anda menurun hingga 99 %.


Mengapa Google Membatasi Penayangan Iklan AdSense ?

Google menerapkan pembatasan penayangan iklan untuk meminimalisir dampak trafik tidak valid sementara sistem Google menginvestigasi potensi masalah.

Cara kerja pembatasan ini mirip dengan metode two-click penalty untuk melindungi pengiklan (advertiser) dengan menguji kualitas trafik yang mengklik iklan di blog Anda.

Ketika akun AdSense Anda mengalami pembatasan penayangan iklan, Google akan menganalisa permintaan iklan dari trafik yan berasal dari blog Anda. Namun, hanya sedikit iklan yang akan ditampilkan di blog Anda. Akibatnya, pendapatan Anda pun menurun.

Proses analisa dan evaluasi kualitas trafik oleh Google dilakukan secara otomatis. Tidak ada pihak Google yang memeriksa performa akun Anda secara manual.

Pembatasan penayangan iklan berarti bahwa akun Anda mendapat perhatian lebih dari sistem algoritma otomatis milik Google.

Pembatasan penayangan iklan termasuk salah satu jurus Google dalam menghadapi trafik tidak valid dalam jaringan pengiklanan Google.

Invalid Traffic atau IVT adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan ekosistem periklanan digital di mana klik yang masuk tidak benar-benar berasal dari manusia yang tertarik pada iklan tersebut.

IVT mencakup bot, klik tidak disengaja, bomb clicks, dan trafik berbayar.


Penyebab Terkena Pembatasan Iklan Google AdSense

Kalau Anda bertanya-tanya apa penyebab terkena pembatasan iklan Google AdSense, jawaban singkatnya adalah kualitas trafik rendah.

Google AdSense bukanlah produk yang ditujukan untuk menyenangkan publisher, namun untuk membantu advertisers

Ketika ada publisher yang dinilai berusaha mencurangi sistem dengan menghadirkan klik-klik iklan, sistem Google mampu mendeteksi kecurangan ini dengan cepat.

Berikut ini adalah penyebab akun AdSense dibatasi atau terkena pembatasan penayangan, di antara lain ialah :


#1. Trafik Rendah

Secara umum, Google menyukai trafik organik yang berasal dari mesin pencari. Namun, aturan ini tidak berlaku untuk semua jenis blog. 

Usia, niche, jenis, dan konten blog menjadi pertimbangan Google dalam menilai sumber trafik yang ada.

Hampir tidak ada aturan yang menjelaskan bahwa Google melarang trafik dari media sosial untuk AdSense.

Kebanyakan blog baru mendapat pengawasan lebih dari Google ketika membagikan tautan ke media sosial karena berbagai alasan.

Misalnya saja, ketika Anda membagikan tautan blog ke fanspage Facebook, followers Anda mungkin mengklik iklan yang ada di blog dengan alasan ingin memberi dukungan.

Inilah ptaktek yang tidak disukai Google dan dianggap sebagai trafik berkualitas rendah.

Hal ini berlaku pula untuk trafik bot dan trafik berbayar.


#2. CTR AdSense

CTR AdSense di atas batas wajar mengundang perhatian robot Google. Iklan pop-up dan sticky ads masuk dalam kategori cara penayangan iklan yang harus Anda hindari.

Pasalnya, praktek ini kurang disukai Google karena memaksa user untuk mengklik iklan atau tanpa sengaja mengklik ikan.

Hasilnya, advertiser dirugikan dan Google akan menenpatkan akun AdSense Anda dalam pengawasan.

Umumnya, batas CTR yang disarankan adalah sekitar 4 % sampai 5 %. Namun, beberapa blog bisa memiliki CTR lebih tinggi sekitar 18 % bahkan hingga 50 %.

Namun biasanya, blog dengan CTR hingga 50 % dan aman adalah blog yang memang mengundang banyak klik iklan dengan cara legal yang diijinkan Google.


#3. Konten

Ketika blog sudah diterima AdSense dan terverifikasi, bukan berarti Anda boleh mengisi konten dengan bebas.

Tetap ikuti Googe Guidelines dan berikan konten yang bermanfaat bagi pengunjung dan pembaca.

Berikut ini adalah konten yang mungkin bermasalah di blog Anda, sehingga menyebabkan akun AdSense Anda dibatasi.

  • Konten berisi kosakata dewasa
  • Konten berisi hal terkait judi, pornografi
  • Konten mengandung ujaran kebencian dan provokasi
  • Konten menjual minuman keras, obat resep, tembakau, produk turunan tembakau, senjata, dan amunisi
  • Konten berisi aktivitas ilegal atau melanggar hukum

Baca Juga : 101+ Niche Blog Trendy, Terpopuler dan Profitable Sepanjang Tahun


Jasa Melepas Pembatasan Akun AdSense, Amankah ?

Tak jarang, Anda menemukan penyedia jasa yang mengaku bisa melepaskan akun AdSense dalam waktu singkap. Sayangnya, penyedia jasa seperti ini patut Anda curigai.

Jasa seperti ini umumnya menyediakan jasa dengan hasil cepat dan instan, namun tanpa penjelasan masuk akal mengenai prosesnya.

Penanganan masalah pembatasan akun AdSense umumnya melibatkan akses ke akun yang sensitif seperti akun AdSense, Ad Manager, Google Search Console, Google Analytics, hingga akses login ke website.

Berhati-hatilah dengan penyedia jasa seperti ini, terutama mereka yang meminta akses ke dashboard blog Anda.

Pahami bahwa selalu ada risiko berbahaya ketika Anda membagikan akses data ke orang lain, apapun alasannya.


Cara Mengatasi Pembatasan Iklan Google AdSense

Umumnya, publisher tidak melakukan apapun ketika akun mengalami pembatasan penayangan iklan. 

Sebab, Google akan melepas pembatasan dengan sendirinya, segera setelah sistem mendapatkan data yang cukup dan menganalisa data yang diperoleh dari blog Anda.

Ketika akun Anda terkena pembatasan iklan, Anda bisa melakukan beberapa hal:


#1. Evaluasi Blog

Evaluasi konten blog Anda satu persatu. Perbaiki jika ada konten yang melanggar ketentuan, posisi iklan yang merugikan pengguna, atau kata kunci dalam konten yang melanggar ketentuan Google.

Pastikan jumlah konten lebih banyak daripada jumlah iklan. Jika dalam satu halaman artikel terdapat 2.000 kata dan 20 iklan, kurangi jumlah iklan atau tambahkan jumlah kata.

Meskipun tidak ada aturan pasti tentang rasio iklan dan konten, blog baru sebaiknya mengedepankan konten berkualitas sebelum menambahkan jumlah iklan yang tayang.


#2. Biarkan AdSense Tag Utuh

Kebanyakan publisher akan melepas AdSense Tag atau menggunakan layanan penyedia iklan lain seperti MGID atau Propeller Ads.

Sayangnya, melepas AdSense Tag malah akan memberi efek negatif. 

Sebab, Google akan memerlukan waktu lebih lama untuk mengumpulkan data dan menganalisis trafik blog Anda.

Biarkan AdSense Tag Anda utuh dan gunakan waktu Anda untuk melakukan hal lain untuk mengidentifikasi penyebab terkena pembatasan iklan Google AdSense.


#3. Periksa Sumber Trafik

Pastikan Anda tidak memiliki sumber trafik bot, jingling, dan trafik non-human lainnya. 

Periksa, dari mana blog Anda mendapatkan trafik setiap harinya. Blokir akses yang berasal dari sumber-sumber bermasalah.


#4. Periksa Penempatan Iklan

Klik tidak disengaja umumnya termasuk masalah umum penyebab trafik tidak valid AdSense. 

Pastikan Anda memiliki jarak yang cukup antara iklan dan konten lainnya seperti tombol menu dan navigasi.

Hindari menempatkan iklan pop-up dan sticky ads. Iklan seperti ini memancing banyak sekali accidental clicks yang dilarang oleh Google.

Kalau Anda menggunakan plugin seperti Ads Insertion, non-aktifkan plugin tersebut sementara dan biarkan auto-ads Google menempatkan iklan untuk Anda.


#5. Periksa Pusat Kebijakan

Bisa jadi penyebab blog Anda terkena pembatasan penayangan iklan AdSense adalah penayangan iklan yang tidak sesuai dengan kebijakan Google.

Kunjungi pusat kebijakan AdSense dan pastikan cara Anda menayangkan iklan di blog sudah sesuai dengan aturan Google.


#6. Perbaiki Kualitas Trafik

Salah satu penyebab iklan Adsense dibatasi adalah kualitas trafik rendah. Perbaiki kualitas trafik dan pengunjung blog Anda dengan :

  • Hindari share blog di media sosial terlalu sering
  • Bagikan tautan ke blog Anda di grup media sosial yang sesuai dengan pembahasan pada artikel tersebut
  • Hindari membagikan URL blog ke website spam atau kolom komentar di website berkualitas rendah
  • Hindari membeli trafik, membeli bot, atau menggunakan paid traffic
  • Promosikan blog Anda dengan content marketer berkualitas.
  • Gunakan tools dan plugin pengaman seperti Wordfence, Sucuri, Defender, Akismet, Anti Spam, dan sejenisnya.


#7. Biarkan Ad Unit Utuh

Beberapa publisher mengatakan bahwa akun AdSense mereka telah lepas dari pembatasan penayangan dalam beberapa minggu setelah menghapus Ad Unit dan menghapus AdSense Tag.

Meskipun cara ini mungkin bisa Anda tiru, tidak ada garansi bahwa penghapusan Ad Unit dan AdSense Tag akan menyelesaikan masalah pembatasan sampai ke akar.

Memang, akun AdSense Anda mungkin akan terlepas dalam beberapa minggu setelah Anda melakukan ini. Namun, penyebabnya karena Anda mengganggu proses pengumpulan dan analisa yang dilakukan oleh Google.

Tak jarang, masalah kembali muncul segera setelah AdSense dipasang kembali. Oleh sebab itu, Anda tak perlu mencoba cara ini karena tidak menyelesaikan masalah sampai selesai.


Cara Mencegah Pembatasan Iklan Google Adsense

Sebagai publisher, Anda dituntut untuk mengirimkan trafik berkualitas ke partner iklan Anda. 

Dengan cara ini, Anda telah membangun aset jangka panjang. Ketika trafik yang berdatangan ke blog Anda berkualitas, pengiklan akan meningkatkan bids dengan sendirinya.

Sayangnya, publisher tidak memiliki transparasi mengenai sumber dan kualitas trafik yang hadir secanggih Google.

Namun, Anda masih bisa melakukan beberapa hal untuk memastikan bahwa trafik yang Anda peroleh memang berkualitas.

Berikut ini adalah praktek aman dan cara terbaik untuk mencegah akun AdSense Anda terkena pembatasan iklan :


#1. Jangan Curang

Kebanyakan publisher berusaha meningkatkan earning AdSense dengan cara yang baik dan adil, tanpa harus mencurangi pengiklan atau Google.

Jenis publisher seperti ini kemungkinan besar tidak memerlukan penjelasan tentang penyebab terkena pembatasan iklan Google AdSense.

Sayangnya, memang tidak mudah untuk menjaga agar AdSense tidak terkena pembatasan. Bahkan bagi mereka yang sudah playing fair pun, tetap bisa terkena masalah ini.

Misalnya saja, ada Ad Unit mereka yang memiliki CTR lebih tinggi dari perkiraan. Tentu, publisher akan merasa sayang untuk menurunkan CTR karena pendapatan mereka akan menurun.

Namun, tidak menurunkan CTR juga beresiko karena AdSense mulai menangkap aktivitas tidak wajar hingga akun terkena pembatasan bahkan ditutup.


#2. Analisa Pola Klik Pengunjung

Kebanyakan publisher AdSense sudah familiar dengan CTR masing-masing Ad Unit. Namun, Anda bisa menggali informasi lebih dalam tentang CTR ini.

Sebagai contoh, sortir CTR Ad Unit berdasarkan lokasi, browser yang digunakan, atau waktu-waktu tertentu. Trafik tidak valid tidak hanya bisa dilihat dari CTR, namun pola klik yang aneh juga bisa mengindikasikan sumber-sumber trafik mencurigakan.

Jika pengunjung blog Anda sudah mencapai puluhan ribu per hari, cara ini bisa mencegah pembatasan penayangan iklan AdSense.

Sebab, Anda bisa mengidentifikasi pola-pola klik iklan yang aneh di waktu-waktu tertentu atau lokasi-lokasi yang tidak berkaitan dengan konten Anda. Cara paling mudah untuk menganalisa klik pengunjung adalah dengan menggunakan Google Analytics.


#3. Gunakan Cloudflare atau Layanan Sejenis

Banyak publisher menggunakan Cloudflare sebagai langkah optimasi CDN untuk meningkatkan kecepatan loading blog mereka.

Faktanya, Cloudflare tak hanya mampu meng-CDN-kan konten, namun melindungi blog Anda dari trafik tidak valid.

Berikut ini adalah fitur Cloudflare untuk menghindari penyebab iklan Google AdSense dibatasi :

Firewall - Meskipun firewall hanya bisa Anda peroleh di Cloudflare pro dengan biaya $20 per bulan, ini termasuk murah jika earning Anda sudah mencapai $100 lebih.

Bot Fight - Kalau Anda ingin yang gratis, gunakan bot fight mode. Setelah diaktifkan, Cloudflare akan mencari tanda-tanda trafik bot dan mencegah trafik tersebut masuk ke dalam blog.


#4. Perhatikan Posisi Iklan

Pastikan pengunjung blog Anda mengetahui bahwa iklan adalah iklan. Umumnya, Anda diminta untuk menampilkan tulisan seperti Sponsored/Advertisement/Iklan pada bagian kolom iklan. Cara ini mencegah klik tak sengaja yang mengirimkan trafik tidak valid ke AdSense.

Perhatikan pula peletakkan iklan dan hindari menempatkan iklan pada posisi yang dekat dengan menu navigasi atau tombol. Kemudian, periksa juga penempatan iklan di tampilan mobile dan tablet. Pengguna di kedua perangkat tersebut umumnya lebih sering mengklik iklan tanpa sengaja.


#5. Hati-hati dengan Paid Traffic

Tidak ada salahnya membeli trafik asalkan Anda membeli trafik berkualitas.

Ciri paid traffic berkualitas adalah Anda mengiklankan konten Anda ke pengguna manusia (bukan bot) dan pengguna tersebut memang tertarik untuk mengklik iklan Anda.

Paid traffic tak berkualitas biasanya menggunakan teknik redirect, pop-up, pop-under, atau trafik yang dibayar khusus untuk klik iklan.

Teknik paid traffic dengan kualitas rendah seperti ini tidak disarankan dan bisa berakhir masalah.

Baca Juga : 5+ Tips Mudah Menghasilkan Uang atau Monetisasi dari Blog


Terkena Pembatasan Iklan Google AdSense Tanpa Sebab

Kadang, Anda sudah menerapkan cara-cara positif dan mendapatkan trafik dengan jujur. Namun tetap saja, akun AdSense Anda terkena pembatasan dan earning Anda menguap dalam sekejap.

Publisher yang jujur pun tetap memiliki risiko terkena pembatasan penayangan iklan Google AdSense tanpa penyebab yang jelas.

Oleh sebab itu, Anda sebaiknya tidak mengandalkan satu advertiser saja. Silakan pilih advertiser lain seperti :

  1. Media.net
  2. Propeller Ads
  3. Amazon Native Shopping Ads
  4. Adversal
  5. Sovrn //Commerce (Formerly VigLink)
  6. Skimlinks
  7. Monumetric
  8. Info Links
  9. ylliX
  10. Evadav
  11. PopCash
  12. PopAds
  13. RevContent
  14. Adsterra
  15. SHE Media
  16. AdRecover
  17. MadAds Media
  18. Bidvertiser
  19. Adbuff
  20. BuySellAds
  21. AdClickMedia

Manfaatkan program advertising di atas untuk memaksimalkan earning blog Anda, dan sebagai cadangan ketika terkena pembatasan iklan Google AdSense.