Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Dinasti Bani Umayyah : Khalifah Walid bin Yazid (125-126 H/743-744 M)

Khalifah Walid bin Yazid (125-126 H/743-744 M)

Biografi Walid bin Yazid

Walid bin Yazid lahir pada Tahun 90 H atau bertepatan dengan Tahun 707 Masehi dari ayahnya, Khalifah Yazid bin Abdul Malik sedangkan ibunya adalah putri dari saudara Al-Hajjaj bin Yusuf, Muhammad bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Ia mendapat julukan Abul Abbas.

Sepeninggal Khalifah Yazid bin Abdul Malik, si kecil Walid tidak mungkin mengemban kursi khilafah, akhirnya jabatan itu diserahkan kepada saudaranya, Hisyam bin Abdul Malik. Pada Bulan Rabi'ul Akhir 125 H, Walid sah menerima jabatan khalifah di tangannya. 

Menurut sejarah, Yazid bin Walid punya ciri-ciri pria yang berwajah rupawan, wataknya keras, pandai bersyair, namun dia gemar minum minuman keras, fasik, dan ada yang mengatakan bahwa dia pelaku liwath (homoseksual).

Saat Khalifah Hisyam bin Abdul Malik menjabat, sebenarnya pernah berniat mencopot Walid bin Yazid dari kedudukan putra mahkota, dan diteruskan ke putranya. 

Namun sayangnya, dia menolaknya mentah-mentah itupun seluruh keluarga Bani Umayyah terlanjur bersepakat pengangkatan Hisyam sebagai khalifah, sedangkan Walid bin Yazid adalah putra mahkota sebagaimana wasiat Khalifah Yazid bin Abdul Malik yang tidak bisa dilanggar.  

Waktu itu, Walid bin Yazid cenderung lebih suka menghabiskan banyak waktunya di luar Istana Damaskus. Sepeninggal Hisyam, ia segera kembali ke istana dan dinobatkan sebagai khalifah ke-11 Bani Umayyah berdasarkan wasiat Khalifah Yazid bin Abdul Malik. 


Deretan Kezhaliman Khalifah Walid bin Yazid

Saat pertama kali memerintah, Khalifah Walid bin Yazid menaikkan biaya bantuan sosial kepada orang-orang buta dan para lansia yang hidupnya sebatang kara. Kemudian, dia juga memerintahkan untuk membagikan pakaian gratis terhadap orang-orang miskin. 

Khalifah Walid bin Yazid juga menaikkan gaji para tentaranya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka dan menjaga kesetiaan kepada Khalifah, tetapi tetap saja ada pemberontakan besar dari internal keluarganya. 

Di sisi lain, Umat Islam banyak yang mengecam dan membencinya atas perbuatan yang menyimpang dari nilai-nilai Islam bahkan dia sendiri dimusuhi oleh keluarga besarnya sendiri. Tidak salah, dirinya disebut sebagai Fir'aun di tengah-tengah Umat Islam.  

Kesalahan terbesar yang pernah mencoreng nama Bani Umayyah adalah Khalifah Yazid bin Walid melakukan pemberangkatan ibadah haji hanya untuk coba minum khamr di atas Kakbah sambil beratapkan kanopi (semacam tempat peneduh). 

Untungnya, teman-teman karibnya bisa mencegahnya, namun tetap saja dia dapat meneruskan tindakan tercelanya itu di depan Kakbah.

Orang-orang yang menyaksikan tindakan itu tentu saja merasa kaget dan tidak terima, lantas berita heboh ini tersebar ke mana-mana, menjadi bahan pergunjingan dan menambah api kebencian terhadap Khalifah Walid bin Yazid. 

Keluarga Bani Abbasiyah juga tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk menggembor-gemborkan ujaran kebencian kepada Dinasti Umayyah kepada khalayak umum.

Diceritakan, ia juga pernah berani membawa anjing bersamanya ke tanah suci saat Ibadah Haji. Tindakan tercela itu tidak hanya sekedar melanggar syariat-syariat Islam saja, melainkan dia ternyata nekad menistakan agamanya sendiri dan mengaku tidak takut dosa sedikitpun.

Menurut sejarah, Khalifah Walid bin Yazid disebutkan pernah memaksa keluarga Bani Umayyah untuk mengakui (ba'iat) terhadap kedua anaknya yang masih belia, Al-Hakam dan Utsman. Barang siapa yang berani menentang keputusannya, ia akan mengalami nasib yang mengenaskan. Tidak heran, keluarga besarnya semakin benci kepadanya dan berusaha menyusun rencana untuk menyingkirkannya. 


Kematian Khalifah Walid bin Yazid

Pada suatu hari, terjadi sebuah pertentangan antara Keluarga Hisyam bin Abdul Malik dan Yazid bin Abdul Malik. Selama dirinya berkuasa, Khalifah Yazid bin Abdul Malik langsung memerintahkan penangkapan besar-besaran terhadap keluarga besar putra-putra Abdul Malik yang dianggap mengancam kekuasaannya, terutama Keluarga Hisyam bin Abdul Malik. 

Namun Yazid bin Walid bin Abdul Malik berhasil kabur dari penyergapan tersebut, dan diam-diam mulai menghimpun banyak kekuatan di Palestina dan Syria. Dia pun sempat mendapat dukungan kelompok Yamani, dan diba'iat oleh mereka. 

Mengetahui ada gerakan mencurigakan tersebut, Khalifah Walid bin Yazid segera memerintahkan bala tentaranya untuk menumpas pemberontakan pasukan Yazid. Sayangnya hal itu terlambat, pasukan Yazid lebih dulu bergerak mengepung istana dan di saat itulah, pasukan Khalifah Walid besar-besaran ikut membelot bergabung ke pasukan Yazid.

Khalifah Walid langsung melarikan diri dari istana, namun 10 anak buahnya yang membelot berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Saat dikepung, dia berkata kepada para tentaranya :

"Bukankah saya telah memberi tambahan hadiah kepada kalian ? Bukankah aku telah meringankan beban-beban berat darimu ? Bukahkah saya telah memberikan makan terhadap orang-orang fakir miskin di antara kalian ?"

Para anak buahnya itu menjawab :

"Kami tidak membencimu dari diri kami sendiri, namun kami mengepungmu karena kamu banyak telah melanggar batas-batas yang Allah tentukan, kamu gemar minum minuman keras, telah menikahi istri-istri ayahmu, dan (berani) melecehkan perintah-perintah Allah."

Di saat itulah, ia ditangkap dan diserahkan ke hadapan Yazid bin Walid, dia pun segera memenggal kepala khalifah tersebut dan menancapkan kepalanya ke ujung tombak. Saat saudaranya, Sulaiman bin Yazid melihatnya, dia ikut mengutuk sambil berkata :   

"Sungguh celaka orang itu ! Saya bersaksi bahwa dia seorang pecandu minuman keras kelas kakap, orang gila dan fasik. Dia memperdaya saya dengan tindakan-tindakannya."

Menurut Kitab Tarikh Khulafa', Khalifah Walid bin Yazid tewas terbunuh pada Bulan Jumadil Akhir 126 H tepatnya berusia 36 Tahun setelah memerintah selama 1 tahun 2 bulan. Selanjutnya, tampuk khalifah resmi diambil-alih oleh Yazid bin Walid bin Abdul Malik

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.