Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Blog AGC : Definisi, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Mengatasinya

Pengertian Blog AGC, Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Mengatasinya

Blog AGC : Pengertian, Sejarah, dan Seluk-beluknya – Dalam dunia blogging, mungkin sudah banyak tidak asing lagi dengan yang namanya plugin AGC. Tools yang satu ini sempat populer karena bisa memberikan dampak berupa kenaikan trafik atau pengunjung yang cukup tinggi pada website yang menggunakan Tools AGC tersebut.

Sebagai salah satu tools yang bisa memberikan ‘kemudahan’, tidak sedikit para pemilik blog atau website yang kemudian berupaya untuk menggunakan perangkat yang satu ini dalam blog yang dimiliki. Meskipun terlihat 'menguntungkan’ dan menggiurkaan namun sebenarnya website AGC ini juga memiliki risiko yang tidak kalah besarnya.

Baca Juga : 101+ Niche Blog Trendy, Terpopuler dan Profitable Sepanjang Tahun


Pengertian Blog AGC

Bagi Anda yang belum tahu, AGC merupakan akronim dari Auto Generated Content yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia akan memiliki makna kurang lebih berupa “menghasilkan konten secara otomatis”.

Jadi, blog AGC dapat dipahami sebagai suatu jenis website yang dilengkapi dengan script yang akan menghasilkan konten secara otomatis tanpa perlu adanya bantuan dan campur-tangan dari pemilik blog yang bersangkutan. 

Blog yang menghasilkan konten secara otomatis ini akan membuat pemiliknya tidak perlu capek-capek untuk menulis dan mengunggah tulisan ke blog miliknya.

Pada umumnya, situs berbasis AGC ini dibangun dengan menggunakan script khusus yang berfungsi untuk menghasilkan konten sesuai dengan kata kunci yang digunakan oleh para pengunjung website tersebut. 

Namun, perlu Anda garis-bawahi bahwa konten tersebut tidak benar-benar berada di dalam situs yang bersangkutan, tetapi akan terus memutar-mutarkan para pengunjung website agar terus mengikuti hasil pencarian yang ditampilkan pada situs tersebut.

Ketika Anda mencari suatu kata kunci (keyword) di mesin pencari (search engine), maka hasil yang ditampilkan akan merujuk ke situs link eksternal web lain yang memiliki keterkaitan dengan kata kunci yang Anda cari tersebut. 

Namun tidak demikian pada blog AGC, karena hasil pencarian tersebut akan dirujuk menuju ke situsnya sendiri, sehingga akan terus membuat pengunjungnya berputar-putar tanpa ujung.

Mengingat hasil pencarian yang tidak ada ujungnya, maka tidak sedikit yang menyebutkan bahwa Website berbasis AGC merupakan web atau blog jebakan karena pengunjung tidak akan benar-benar menemukan konten yang relevan dengan kata kunci yang ia cari dan hanya diajak berputar-putar dengan konten ‘palsu’ yang ada di website tersebut.


Mengapa Banyak Situs Blog AGC Bertebaran di Internet ?

Meskipun banyak pengunjung yang dibuat ‘kesal’ karena ulah dari pemilik website AGC yang tidak benar-benar langsung memberikan konten relevan, namun mengapa masih banyak para pemilik blog yang tergiur dengan penggunaan tools AGC di website yang mereka miliki ? 

Berikut adalah beberapa alasan yang kemungkinan melandasi pemilik website untuk memasang tools AGC pada websitenya.


1. Terkait Dengan Alasan Finansial

Salah satu alasan utama yang biasanya melandasi pemilik blog untuk menggunakan Tools AGC adalah karena masalah finansial. Tidak bisa dipungkiri bahwa blog atau website merupakan salah satu ‘tambang’ yang bisa digunakan untuk menghasilkan uang dari internet lewat iklan, afiliasi, dan lain sebagainya.

Pada umumnya, revenue dari suatu blog berbanding lurus dengan jumlah pengunjung yang dimiliki blog tersebut. Semakin tinggi jumlah visitor yang mengunjungi blog, maka potensi untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi pun bisa menjadi semakin besar. 

Dan, hal ini bisa menjadi tambahan penghasilan yang cukup lumayan bagi para pemilik blog atau website.


2. Membangun Blog Secara Singkat

Alasan berikutnya mengapa banyak orang yang tertarik untuk menggunakan blog AGC, adalah karena bisa digunakan untuk membangun website dalam kurun waktu yang singkat. 

Jika Anda berkecimpung dalam dunia blogging tentunya menyadari bahwa proses pembuatan konten atau menulis di blog secara manual bukanlah perkara yang mudah. Terlebih jika Anda harus membuat konten yang berkualitas dan juga ramah pembaca.

Untuk bisa bersaing dengan blog atau situs website lainnya ini diperlukan waktu yang tidak sebentar dan juga perjuangan yang ekstra keras. Namun hal tersebut bisa ‘terbantu’ dengan adanya Tools AGC karena Anda tidak perlu repot-repot menulis konten pasalnya Anda bisa mengambilnya dari situs orang lain.


Kelebihan & Kekurangan Yang Dimiliki Situs Blog AGC

Ketika berbicara tentang blog AGC tidak bisa dilepaskan dari yang namanya kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu Anda ketahui ketika ingin memanfaatkan Tools AGC untuk blog yang Anda kelola.


Kelebihan Menggunakan Situs AGC

  1. Tidak perlu repot membuat konten artikel karena konten-konten yang ada di dalam website AGC 'dibuat’ secara otomatis dengan bantuan script yang diletakkan pada website.
  2. Mendapatkan trafil blog yang tinggi dalam waktu yang relatif lebih singkat bila dibandingkan dengan blog manual.
  3. Mendapatkan penghasilan yang tinggi dari iklan di blog atau website.


Kekurangan Situs AGC

  1. Kapasitas bandwidth pada hosting akan menjadi lebih cepat habis, sehingga bisa mempengaruhi performa website dan bahkan bisa juga mendapatkan ‘teguran’ dari pihak penyedia hosting.
  2. Tidak lagi berguna jika sudah terkena dampak de-index oleh mesin pencari seperti Google, karena blog serta konten di dalamnya akan hilang dari hasil pencarian Search Engine.
  3. Situs Blog AGC sangat rentan untuk di-banned dan bahkan dihapus oleh pihak mesin pencari Google karena bertentangan dengan visi-misi mereka untuk menyediakan konten berkualitas bagi pengunjung. Maka dari itu, tidak mengherankan jika seiring dengan update perubahan algoritma mesin pencari, banyak situs yang mengalami deindex.
  4. Jika terjadi peningkatan klik dan visitor yang tidak wajar, bisa saja membuat situs AGC tersebut di-banned oleh penyedia layanan iklan PPC (Pay Per Click), sehingga membuat Anda bisa kehilangan sumber penghasilan dari internet.


Sejarah Perkembangan Situs AGC Dalam Dunia Blogging di Indonesia

Sejak adanya internet, sebenarnya tidak sedikit yang mulai berpikiran untuk bisa menghasilkan program website secara otomatis tanpa perlu harus repot-repot membuatnya secara manual. Jika ditelusuri, cikal-bakal konten AGC di Indonesia sendiri mulai populer dan dikenal sejak dekade Tahun 2000-an.

Teknik yang dulunya populer dengan sebutan Auto Content ini lebih banyak memanfaatkan platform pengembangan website berbasis WordPress, dengan memanfaatkan plugin yang dikombinasikan sehingga tercipta sistem dasar bagi pengembangan blog AGC hingga era saat ini.

Memasuki dekade Tahun 2010-an, popularitas website AGC menjadi semakin meningkat dan jumlahnya pun meningkat di Indonesia. Berbagai teknik kombinasi plugin terus bermunculan untuk bisa menghasilkan situs-situs berbasis AGC yang bisa menarik banyak pengunjung dan pundi-pundi keuangan.

Namun, peluncuran Algoritma Panda oleh Google membuat banyak situs-situs AGC menjadi tumbang dan juga runtuh dari hasil luaran mesin pencari. Banyak website ‘berbau’ AGC yang runtuh dan tumbang bahkan juga hilang dari mesin pencari. Hal ini membuat popularitas website AGC menjadi menurun mengingat risikonya yang cukup besar.


Cara Kerja Blog AGC Yang Perlu Diketahui

Sebenarnya, cara kerja situs blog AGC bisa dikatakan simple dan mudah. Inti dari situs AGC adalah memasang script pada website, sehingga bisa melakukan Generated Content secara otomatis tanpa perlu repot-repot harus membuat konten artikel secara manual.

Situs AGC akan sangat merugikan bagi blogger lain yang blognya dijadikan target untuk duplikat AGC. Sementara itu para pelaku AGC ‘tidak perlu melakukan apa-apa’ karena setiap blog yang ditarget tersebut mem-publish artikel, maka secara otomatis artikel tersebut juga bisa tampil pada website AGC yang mereka miliki.

Untuk lebih memudahkan pemahaman, berikut adalah ilustrasi yang bisa digambarkan. Anggap terdapat 2 buah blog yakni Blog A dan Blog B. Blog A adalah situs web yang dikelola secara manual, sedangkan blog B adalah website AGC yang menargetkan blog A sebagai sumber duplikasinya.

Ketika blog A mempublish sebuah artikel, misalnya pada tanggal 25 Februari 2021 pada pukul 10.00 pagi, maka pada saat yang sama tulisan artikel tersebut juga akan terpublish di blog B secara otomatis pada tanggal dan jam yang sama tanpa sepengetahuan pemilik blog A.

Untuk melakukan hal ini, blogger pemilik website B hanya perlu melakukan satu kali pengaturan saja dan setiap blog A melakukan update artikel, maka blog AGC situs B tersebut secara otomatis juga akan melakukan update konten secara otomatis.


Solusi & Cara Mengatasi Bebas dari Tools AGC

Bagi kebanyakan pemilik blog yang terkena target AGC, merupakan hal yang sangat merugikan. Bagaimana tidak ? Mereka sudah merasa capek dan kewalahan untuk membuat konten berkualitas namun hasilnya serta-merta ‘dicuri’ oleh pemilik situs AGC dengan begitu mudahnya. 

Guna mengatasi hal ini, mungkin banyak di antara Anda yang bertanya-tanya mengenai cara mengatasi blog agar bisa terbebas dari ancaman serangan Tools AGC. 

Salah satu cara yang paling umum digunakan untuk mengurangi risiko terjadinya duplikasi akibat Tools AGC, adalah dengan mengatur feed atau umpan balik yang dimiliki oleh website tersebut sehingga bisa ‘membatasi’ ruang gerak blog AGC agar tidak menduplikasi konten yang sudah Anda buat.


1. Mengatur RSS Feed Pada Blogger

Untuk mengatur feed blog pada website berbasis blogger, cara yang dibutuhkan pun relatif cukup  mudah. Anda bisa membuka dashboard blogger, kemudian silahkan buka bagian Setelan dan kemudian pilih pada bagian Lainnya. Langkah selanjutnya pada bagian menu Umpan Situs, silahkan diganti ke pilihannya menjadi Singkat.

Cara ini sebenarnya tidak benar-benar bisa melindungi situs Anda dari Tools AGC secara penuh, namun setidaknya bisa meminimalisir. Jika Anda sudah mengatur feed pada situs Anda, maka ketika blog tersebut terkena duplikasi AGC artikelnya akan menjadi lebih singkat dan biasanya hanya paragraf pertama saja yang muncul.


2. Menggunakan FeedBurner Untuk Blogger Maupun WordPress

Cara lainnya yang biasa digunakan untuk melindungi website dari serangan blog AGC, adalah dengan memanfaatkan FeedBurner yang bisa digunakan untuk membuat feed secara terpisah untuk memperkecil peluang dan potensi situs Anda diduplikasi.

Untuk menggunakan FeedBurner caranya pun cukup mudah, anda hanya perlu mengunjungi situs yang bersangkutan kemudian anda hanya perlu memasukkan URL Feeds Default yang dimiliki blog anda pada kolom yang tersedia, dan kemudian klik tombol Next dan silakan mengikuti langkah selanjutnya sesuai dengan petunjuk yang diberikan hingga selesai.

Baca Juga :

Demikianlah ulasan mengenai pengertian dari blog AGC dan juga segala seluk-beluk yang dimilikinya. Jadi, pada intinya website yang menggunakan Tools AGC merupakan web yang bisa menghasilkan konten secara otomatis dengan cara duplikasi web orang lain. 

Mengingat bahwa web yang demikian memiliki risiko yang cukup tinggi, ada baiknya jika Anda mempertimbangkan secara masak jika ingin menggunakan Tools AGC pada blog.