Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Dinasti Bani Umayyah : Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik (96-99 H/715-717 M)

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik

Biografi Sulaiman bin Abdul Malik  

Sulaiman bin Abdul Malik lahir pada Tahun 55 H bertepatan pada Tahun 674 Masehi di Masa Pemerintahan Khalifah Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Saat terjadi Reaksi Anti-Umayyah, dia juga turut merasakan bersama keluarganya terusir dari Kota Madinah pasca Umat Islam mengetahui kelakuan Yazid bin Mu'awiyah yang jauh melenceng dari nilai-nilai Islam. 

Beberapa puluh tahun kemudian, ayahnya, Abdul Malik diangkat sebagai penerus khalifah selanjutnya dan berhasil memadamkan segala pemberontakan yang telah terjadi, sehingga suasana politik dalam negeri kembali kondusif. 

Di Masanya, ia ditunjuk sebagai Gubernur Palestina. Sebelum kewafatan ayahnya, dia dinobatkan sebagai putra mahkota kedua sedangkan kakaknya, Al-Walid menjadi putra mahkota pertama yang kemudian diangkat sebagai khalifah penerusnya. 

Di Masa Al-Walid, Sulaiman bin Abdul Malik selaku Gubernur Palestina memindahkan ibukota Palestina dari Kota Al-Lud menuju Kota Ramlah, begitu juga kebijakan lainnya seperti memprakarsai pembangunan Masjid Al-Abyan. Sewaktu itu, kedudukannya dimanfaatkan olehnya untuk mendekati kelompok Yamani, yang kala itu sedang mendominasi dukungan di daerahnya.

Sulaiman bin Abdul Malik juga berusaha menjalin ulama cendekiawan, Raja' bin Haiwah yang ditugaskan untuk mengawasi jalannya pembangunan Kubah Shakhrah di Palestina atas perintah ayahnya, Khalifah Abdul Malik bin Marwan


Sulaiman bin Abdul Malik Naik Tahta Sebagai Khalifah 

Beberapa saat kemudian, Khalifah Walid bin Abdul Malik berniat menggantikan posisi putra mahkota adiknya kepada putranya, lantas saja Sulaiman menolak dan menentang mentah-mentah perintah kakaknya itu. 

Namun di sisi lain, banyak sekali tokoh-tokoh penting yang mendukung keputusan Khalifah Walid I seperti Al-Hajjaj bin Yusuf sebagai Gubernur Irak, Musa bin Nushair selaku Gubernur Mesir, Panglima Muhammad bin Qasim, penakluk wilayah timur. 

Khalifah Walid bin Abdul Malik berusaha membujuknya dengan iming-iming uang yang banyak demi melepaskan statusnya sebagai putra mahkota pertama, tetapi Sulaiman masih saja bersikeras menolaknya. Abbas bin Ziyad, salah seorang penasehat pribadi Khalifah Walid menyarankan untuk mengundang Sulaiman ke istana, dan dipaksa melepaskan statusnya secara resmi. 

Saat diundang, Sulaiman langsung mengindahkan ajakannya tersebut dan terus berusaha mengulur-ulur waktu. Pasca kewafatan Khalifah Walid bin Abdul Malik, ia dinobatkan sebagai khalifah selanjutnya tanpa ada hambatan apapun dan dia menjalankan roda pemerintahannya dari Palestina. 


Jasa dan Kebijakan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik

Bidang Politik

Di Masa Pemerintahan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, ia langsung menghabisi lawan-lawan politiknya tanpa ampun yang dulu pernah mencoba menjatuhkannya dari posisi putra mahkota. Beberapa di antara mereka ada yang dipecat, ditangkap, dan dipenjarakan. 

Al-Hajjaj bin Yusuf, meskipun dia sudah meninggal duluan di Masa Khalifah Walid bin Abdul Malik sayangnya, keluarga besarnya harus ikut kecipratan akibat perbuatannya sampai beberapa di antara mereka ada yang disiksa dan disita hartanya atas perintah khalifah itu sendiri. 

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik menuding, dia-lah (Al-Hajjaj bin Yusuf) biang keladi kezaliman yang membuat kebencian penduduk Irak tumbuh subur terhadap keluarga Bani Umayyah.      

Sedangkan nasib keluarga Musa bin Nushair juga begitu menyedihkan, salah satu anaknya ada yang dipenggal kepalanya atas tuduhan murtad, kemudian yang lain ada yang dipenjarakan dan dibiarkan mati dalam kemiskinan. Sama halnya yang terjadi pada diri Panglima Muhammad bin Qasim yang terkena dakwaan hukuman mati akibat hasutan orang lain yang ingin membalas dendam atas kematian saudaranya.

Sebab murkanya Sulaiman atas Musa bin Nushair adalah karena sebelum Khalifah Walid wafat, dia mengirimkan surat kepadanya agar ia tidak datang ke Damaskus dan membawa harta rampasan perang sebelum kakaknya wafat, dan harta itu supaya dibawa setelahnya. 

Hal ini dimaksudkan agar harta itu jatuh ke tangan Sulaiman saat diangkat sebagai khalifah, namun permintaan itu tidak diindahkan oleh Musa bin Nushair, ia tetap datang ke Damaskus dan membawa harta rampasan perang ketika Khalifah Walid masih hidup. Inilah yang membuat Khalifah Sulaiman marah, dan kemarahan itulah yang dibalaskan setelah ia menjadi khalifah dengan kekejaman yang luar biasa.


Bidang Pemerintahan

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik langsung menunjuk orang-orang kepercayaan yang dianggapnya handal dan cocok untuk menduduki kursi pemerintahan, dan orang yang paling terkenal saat itu ialah Umar bin Abdul Aziz yang diangkat sebagai penasehat pribadi Khalifah layaknya sebagai perdana menteri.  

Akibat usulan Umar bin Abdul Aziz inilah, orang-orang yang pernah ditunjuk Al-Hajjaj langsung dipecat dan membebaskan para tawanan korban kezhaliman di Irak, serta dia-lah juga yang menghidupkan kebiasaan shalat di awal waktu yang tidak biasanya dilakukan oleh khalifah-khalifah sebelumnya yang suka menunda-nunda dan mengakhiri waktu sholat. 

Khalifah Sulaiman juga melarang adanya musik dan nyanyian-nyanyian, serta berjasa merampungkan pembangunan Masjid Jami' Al-Umawiy (Masjid Raya Bani Umayyah) dengan ukiran arsitektur yang agung dan megah.


Bidang Militer 

Pada Masa Pemerintahan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik, ada beberapa daerah yang berhasil ditaklukkan di antara lain Jurjan, Hishn Al-Hadid, Saradaniyah, Syaqa (kota terpencil di Armenia), Thubristan dan Kota Slavia. Kemenangan yang dibawakan oleh Pasukan Panglima Maslamah bin Abdul Malik ini lantas membuat Kekaisaran Byzantium geger seketika. Peristiwa itu membangkitkan ambisi Khalifah untuk menguasai Konstantinopel semakin bertambah dan menjadi-jadi. 

Khalifah Sulaiman sangat memusatkan perhatiannya terhadap Pertempuran Penaklukan Konstantinopel, dengan mengirimkan 100 ribu pasukan dan 1700 kapal untuk menguatkan basis laskar saudaranya, bahkan Khalifah sendiri juga ikut datang untuk mengamati situasi langsung. Namun di tengah perjalanan, dia jatuh sakit di Dabiq, Syam dan beberapa hari setelahnya dinyatakan meninggal dunia. 

Selain itu, kabar duka juga turut dialami para tentara Bani Umayyah yang mengalami kekalahan telak menghadapi laskar Romawi dan menderita banyak sekali kerugian akibat pertempuran maha dahsyat tersebut.      


Kewafatan Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik

Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik telah meninggal dunia saat berusia 45 Tahun di Dabiq, Syam pada Hari Jum'at, 10 Shafar 99 H atau bertepatan pada Bulan September 717 Masehi. Dia telah memerintah lamanya 2 tahun 212 hari. 

Sebelum mangkat, berdasarkan Kitab Tarikh Khulafa karangan Imam Suyuthi menjelaskan bahwa penerus khalifah sebenarnya jatuh kepada anaknya, Ayub bin Sulaiman yang sudah dinobatkan sebagai putra mahkota namun dia telah wafat mendahului ayahnya. 

Khalifah Sulaiman bermusyawarah bersama penasehat istana sekaligus ulama, Raja' bin Haywah tentang kira-kira siapa yang cocok untuk menggantikan posisi khalifah selanjutnya. Apabila diserahkan kepada Dawud bin Sulaiman, keberadaan anak tersebut masih belum jelas (entah masih selamat dari perang atau tidak) sedangkan anaknya yang lain masih kecil.   

Raja' bin Haywah menyarankan supaya menunjuk Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah selanjutnya, dan demi menghindari sengketa atau perpecahan internal keluarga Bani Umayyah, juga menunjuk Yazid bin Abdul Malik sebagai putra mahkotanya dan penerus khalifah selanjutnya setelah Umar bin Abdul Aziz.  

Sang Khalifah pun setuju dengan usulannya itu. Ia segera menuliskan surat pengangkatan, mencap stempel dan menyerahkan kepada Raja' bin Haywah untuk mengumumkannya pasca dirinya sudah meninggal. 

Betul saja, setelah Sulaiman mangkat dan surat pengangkatan itu diumumkan, keluarga Bani Umayyah sontak kaget dan tidak terima atas jatuhnya khalifah di tangan Umar bin Abdul Aziz, kemudian setelah diumumkan bahwa putra mahkota dan khalifah setelahnya jatuh di tangan Yazid bin Abdul Malik, wajah-wajah mereka tampak kembali lega.   


Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.