Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Era Ketergantungan Masyarakat Digital Pada Penggunaan Aplikasi Mobile #SerbaPakaiAplikasi


Era Ketergantungan Masyarakat Digital Pada Penggunaan Aplikasi Mobile


Era awal Tahun 2014, tidak terasa kemajuan teknologi aplikasi sudah merangsek masuk ke Indonesia. Lihat saja, dari yang namanya Youtube dan Instagram perlahan-lahan mulai Booming, karena banyak sekali para pengguna masuk dan menikmati salah satu layanan sosial media itu.

Selang setahun kemudian, muncullah beberapa aplikasi karya anak bangsa yang sudah merubah banyak keadaan kebiasaan masyarakat yang tadi awalnya secara konvensional, namun saat ini beralih jadi serba digital dan pakai aplikasi. Apalagi semua itu kalau bukan Gojek, Tokopedia, dan Bukalapak, tidak heran para peminatnya langsung meningkat drastis.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), semenjak wabah pandemi terjadi para pengguna internet di Indonesia telah naik melonjak drastis sampai kisaran 73,7 persen dari total keseluruhan atau mencapai angka 196,7 juta orang.

 

Keadaan ini membuat kita tersadar bahwa sebagian besar masyarakat mulai terbiasa menggunakan setiap layanan jasa melalui aplikasi, seakan-akan penggunaan aplikasi tidak bisa lepas dari kehidupan  sehari-hari. 

Sebut saja, misalnya kita ingin main sosmed tinggal buka Instagram dan Tiktok, mau tonton video dan menikmati lagu bisa tinggal buka Youtube, mau pergi ke tempat tertentu tinggal pesan driver online (ojol), mau beli sesuatu tinggal otak-atik dan scroll di Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak.

Saya sendiri tentunya juga turut merasakan dampaknya, pertama kali pesan ojol melalui aplikasi saat saya masih duduk di kelas 1 SMA. Awalnya, saya suka mengeluh setiap kali pulang ke rumah pakai ojek pangkalan selalu harus merogoh kocek sebesar Rp 10.000. 

Namun, setelah saya coba-coba pakai aplikasi hijau karya anak bangsa besutan Nadiem Makarim, ternyata harga yang ditawarkan sangat jauh sekali. Waktu itu, saya hanya mengeluarkan biaya Rp 4.000 saja untuk pulang ke rumah yang jaraknya sejauh 5 KM. Saya rasanya benar-benar ketagihan sekali pakai layanan aplikasi ini.

Selain itu, saya juga pernah yang namanya kecanduan belanja online lewat Apps Shopee, hanya karena tergiur dengan tawaran diskon besar-besaran, promo gratis ongkir  dan flash sale setiap bulannya sampai-sampai sering kena marah orang tua, karena banyak sekali barang bertumpuk di kamar. 

Memang, dampak penggunaan aplikasi mobile di tangan setiap orang berbeda-beda dan tidak bisa dibendung lagi apalagi kalau sudah berkaitan dengan sosial media, belanja online, digital wallet, dan jasa transportasi. 


Kisah Inspiratif ! Bocah Usia 10 Tahun Berhasil Menciptakan Aplikasi Belajar Dalam Waktu Sebulan Saja
Suatu hari tepatnya pada Tahun 2017, Media Indonesia dihebohkan dengan seorang bocah kecil berusia 10 tahun berhasil menciptakan sebuah aplikasi permainan berhitung dengan diberi nama, Good Math yang sengaja dibuat dengan harapan anak-anak sebayanya tidak akan bosan lagi untuk belajar matematika. 

Walau hanya mengandalkan pendidikan Homeschooling, ternyata ia berhasil merampungkan project rumit itu hanya kurun waktu sebulan saja. Dengan mengkombinasikan antara ilmu coding dengan mata pelajaran kesukaannya, matematika, ia berhasil membesut sebuah aplikasi Good Math itu selayaknya seperti permainan perhitungan dasar yang cocok bagi anak pada umumnya.  

Oleh sebab itulah, saya merasa sangat terinspirasi dan memutuskan untuk ambil jurusan Informatika saat berkuliah. Rasanya, saya juga ingin sekali membuat aplikasi mobile sama halnya dengan bocah cilik jenius itu. Benar-benar memotivasi sekali ! 

Di tengah pandemi ini, sebagian besar masyarakat Indonesia terpaksa harus #StayInHome dan mulai beradaptasi dengan kebiasaan digital yang terletak pada gadgetnya masing-masing. Terutama Generasi Baby Boomers yang awalnya menganggap gadget itu hanya diperlukan untuk membuka sosmed dan chatting saja, namun mereka juga harus merasakan betapa dahsyatnya melakukan sesuatu serba online saat-saat ini. 

Berikut inilah, beberapa aplikasi yang paling banyak dipakai oleh masyarakat seluruh dunia berdasarkan lansiran Lembaga Survey We Are Social, Hootsuite pada Tahun 2020.

Para pengembang aplikasi tersebut pastinya berusaha sekeras dan sebaik mungkin untuk memanjakan para pengguna dengan fitur tampilan yang nyaman dan betah saat digunakan, namun di sisi lain mereka juga harus memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan sumber penghasilan, nah salah satu untuk mendapatkannya melalui cara fitur premium dan iklan bersponsor

Walaupun ada risiko yang harus diterima, seperti beberapa pengguna akan merasa terganggu dengan letak tempat iklan yang menutupi dan sangat menjengkelkan atau harga fitur premium yang dipasang terlalu mahal, namun semua itu merupakan sebuah konsekwensi yang wajib diterima masing-masing oleh kedua belah pihak untuk bisa sama-sama saling menguntungkan.

Drama Start Up

Pelajaran ini membuat saya teringat dari sinopsis cerita Drama Korea yang barusan trending beberapa minggu belakangan ini, yaitu Start Up. Kisah ini menceritakan, ada seorang anak muda yang bernama Seo Dal-Mi berambisi ingin membangun perusahaan rintisan seperti ayahnya. 

Setelah bertemu dengan teman-temannya (Nam Do-San, Kim Yong San, Lee Chul-San), mereka sepakat bekerja sama untuk membuat sebuah aplikasi mobile dengan bantuan Teknologi Kecerdasan Buatan supaya bisa membantu kegiatan para penyandang tunanetra seperti aktivitas sehari-hari manusia pada umumnya, dengan diberi nama Noon-Gil


Namun sayangnya, di tengah perjalanan mereka sempat mengalami kendala sumber dana investor karena sebagian besar di antara mereka menganggap aplikasi Noon-Gil tidak dapat memberikan keuntungan apa-apa bagi perusahaan mereka. 

Selang beberapa bulan kemudian, aplikasi Noon-Gil akhirnya berhasil diakuisisi oleh salah satu Perusahaan Teknologi asal Amerika Serikat, 2STO dengan nilai kurang lebih 3 Milyar Won dan pihaknya berjanji untuk terus mengembangkannya pasca Tim Samsan Tech berhasil memenangkan Babak Grand Final Demo Day di Sand Box. 

Dari penggalan cerita di atas, kita bisa mengetahui betapa rumitnya mengembangkan sebuah aplikasi  dan perlu kemampuan kerja sama tim yang solid untuk mendapatkan pencapaian yang sangat luar biasa. 


Ayo Belajar Coding Sejak Dini
Menurut saya di masa yang akan mendatang nanti, perkembangan Teknologi AI (Artifical Intelligence) tidak bisa dipungkiri lagi soalnya kelak akan menjadi dasar kebutuhan penting bagi seluruh umat manusia, sehingga pola hidup masyarakat era itu juga ikut berubah karena serba mengandalkan teknologi, apalagi semua layanan bisa menjadi satu hanya berbekal smartphone saja.

Pastinya, momen inilah yang ditunggu-tunggu dan menjadi sebuah kesempatan emas bagi anak-anak IT tentang prospek, karir, dan nasib di masa yang akan datang kelak akan semakin banyak dibutuhkan bagi setiap perusahaan.

Seiring pesatnya kemajuan Era Industri 4.0, sepertinya minat ilmu pemrograman di masa depan akan melonjak naik secara drastis, bahkan bisa saja menjadi mata pelajaran penting di setiap sekolahan nanti. Nah untuk itu, ada beberapa manfaat yang bisa kalian dapatkan apabila sedang mempelajari ilmu pemrograman sejak dini, di antara lain ialah.

8 Hal Wajib Dimiliki Para Developer Sebelum Merancang Sebuah Aplikasi
Nah, untuk membuat aplikasi mobile tidaklah mudah. Kisah inspiratif bocah usia 10 tahun seperti yang sudah diceritakan sebelumnya cukup menjadi bahan motivasi saja, namun setidaknya kita bisa mengetahui dari sekarang beberapa hal-hal apa saja yang perlu disiapkan sebelum mengembangkan sebuah aplikasi, di antaranya yaitu.


1. Mempunyai Spesifikasi Perangkat Komputer dan Smartphone yang Kuat dan Tinggi (Gadget & Laptop)

Pertama-tama, kita harus tahu bahwa masalah spesifikasi laptop untuk menunjang pembuatan aplikasi perlu sangat diperhatikan sekali. Sudah pastinya, kita diwajibkan untuk menginstall software-software pembuat aplikasi yang memakan RAM lumayan berat dan penyesuaian jenis prosesor pada laptop masing-masing. 

Spesifikasi Laptop/PC yang paling direkomendasikan menurut saya, setidaknya sudah terisi storage RAM minimal 8 GB, penyimpanan SSD yang cukup besar, dan usahakan masih menggunakan Prosesor Intel Core i5 atau sejenisnya. 

Syarat spesifikasi tinggi tidak terkecuali dengan gadget, namun sebenarnya kalian bisa melakukan testing melalui Emulator Android atau software pihak ketiga di Laptop/PC, namun tidak ada salahnya kok kalian melakukan uji coba test langsung menggunakan gadget itu sendiri.

Dengan adanya tingkat spesifikasi gadget atau handphone tingkat tinggi, kita bisa menghemat penggunaan storage RAM sebanyak 2 GB dari Laptop/PC dan biasanya mendapat dukungan terhadap semua sensor dan fitur-fitur gadget yang hampir atau sudah sempurna dan terbarukan setiap tahun rilisnya, sehingga kita bisa menilai kinerja aplikasi yang sudah dibuat secara leluasa.


2. Menguasai dan Always Update Berbagai Bahasa Pemrograman (Programming)

Pastinya, kalian sudah tahu tentang ini. Yaps, kalian diwajibkan untuk menguasai berbagai bahasa pemrograman dan selalu update setiap waktunya bila ada informasi terbaru. Bagi para pemula, sebaiknya kalian belajar dan beradaptasi dengan bahasa pemrograman basic terlebih dahulu, seperti Javascript, PHP, dan C++. 

Selain keunggulannya yang dapat dipelajari dengan mudah, ternyata spesifikasi komputer yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi dan salah satu di antaranya ada yang dijadikan sebagai mata kuliah wajib mahasiswa jurusan IT. 

Nah, apabila sudah terbiasa dengan semuanya itu. Kalian bisa terjun menggeluti bahasa Java yang telah menjadi bahasa dasar pemrograman android yang begitu universal di mata para developer.    


3. Menguasai Skill Computer Pemrograman (Coding), Database, Software Testing & Debungging

Kalian mending pilih Skill Coding atau Programming, guys ? Ternyata kedua hal ini sebenarnya berbeda lho. Pada intinya, kedua skill memang saling berkaitan satu sama lain, namun pada sisi ilmu programming, kemampuan ini lebih cenderung mencakup pada aspek keseluruhan terhadap aplikasi yang dikembangkan.

Sedangkan, ilmu coding hanya bertumpu pada bagian kode algoritma tertentu saja, supaya dapat menghasilkan sebuah serangkaian intruksi (sintaks) yang diinginkan manusia tetapi dapat dimengerti oleh mesin komputer itu sendiri.  

Kemudian, para developer juga dituntut untuk memahami dan menguasai software testing, debugging dan database. Ketiga skill ini begitu mendasar dan penting sekali demi keberhasilan sebuah aplikasi supaya dapat diluncurkan dan dimanfaatkan di hadapan publik. 

Kalian pasti tidak mau kan, melihat para pengguna mengalami error atau terjadi bug di saat aplikasi tersebut sedang berfungsi. Hal itu akan membuat para pengguna tidak betah dan enggan kembali menggunakannya. 

Maka pastinya, uji coba testing dan debugging aplikasi harus dijalankan sesering mungkin, supaya dapat mengantisipasi kesalahan coding dan cepat-cepat menguraikan beberapa code debug di dalamnya sejak awal, sehingga aplikasi yang digunakan dapat berfungsi lebih baik dan kualitasnya semakin lebih tinggi daripada versi sebelumnya.    

Don't forget about skill database, kemampuan pembuatan, penyimpanan, memperbaharui, menghapus, menyisipkan, dan meningkatkan pola keamanan database juga sangat diperlukan sekali dalam membangun sebuah aplikasi. Kalian bisa mempelajari ilmunya dengan menguasai Query SQL Dasar, Oracle, Cassandra, Redis, dan sebagainya.  


4. Punya Akses Internet Berkecepatan Tinggi dan Kuota Yang Banyak

Begitu banyak software dan file source pendukung yang perlu didownload dan diinstall, sehingga mendorong kalian supaya mendapat akses internet yang lumayan cepat dan kuota yang banyak. Jangan sampai di saat kalian melakukan download, tiba-tiba terdeteksi failed di tengah jalan hanya karena gangguan sinyal, koneksi terputus atau mungkin sisa kuota anda telah habis. 

Hal itu sangat menjengkelkan sekali, bukan ? Saran saya, kalian bisa kok mencari layanan hostpot di area-area tertentu secara gratis seperti Cafe, Warung Burjo, dan Kampus atau mungkin jika punya teman yang baik hati pasti memberikan tumpangan akses Wifi di rumahnya. 


5. Menguasai Berbagai Eleman Kebutuhan Aplikasi secara Matang & Lengkap

Sebelum mengembangkan sebuah aplikasi, kalian seharusnya untuk mempersiapkan dan menyusun elemen-elemen apa saja yang penting dan akan dipenuhi. Sebagai developers, pastinya tidak ingin melihat para pengguna kebingungan dengan konsep yang dibuat dalam aplikasi ini, atau mungkin tampilan desain, fitur, dan warna psikologisnya begitu tidak nyaman ketika saat digunakan.

Seorang developers harus memprioritaskan kenyamanan para pengguna sebagai hal yang paling utama. Untuk itu, ada beberapa elemen yang sangat penting untuk harus dipelajari dan penting sekali diperhatikan bagi para developers, di antara lain ialah. 

Elemen Penting Dalam Pengembangan Aplikasi


6. Menguasai Bahasa Inggris

Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional dan berperan penting dalam perkembangan dunia IT, tidak heran banyak sekali para developers yang berlomba-lomba menguasai bahasa ini untuk meningkatkan skills mereka supaya mereka dapat diterima oleh banyak perusahaan yang didambakan, apalagi kesempatan lapangan pekerjaan begitu sangat luas di perusahaan-perusahaan dalam maupun luar negeri. Jadi, kalian harus bersiap-siap belajar Bahasa Inggris sejak dini ya sobat


7. Kemampuan Interpersonal Developer : Teamwork dan Aktif Berkomunikasi 

Dalam membangun sebuah aplikasi, para developers perlu melakukan kerja sama yang kuat, solid dan baik. Kekompakan teamwork inilah yang membuat segala pekerjaan menjadi lebih cepat, tuntas dan tertarget apalagi benar-benar bermanfaat untuk menutupi kekurangan satu sama lain.

Tidak hanya itu saja, skill komunikasi yang utuh, related, dan mudah membawakan sesuatu dianggap sesuatu yang wajib karena kita sewaktu-waktu bisa menjelaskan aplikasi yang dibuat secara gamblang dan jelas, sehingga orang-orang awam dapat memahaminya. 

Kita harus sadar betapa pentingnya skill komunikasi dalam kerja tim, misalnya jika ada divisi A sedang menyampaikan komplain untuk memperbaiki sesuatu atau memberikan masukan/pendapat, tentunya divisi B atau lain harus menangkap dan memahami dengan apa yang dimaksud oleh temannya tersebut dari divisi lain. 

Jadi, kalian bisa bergotong-royong dan saling bahu-membahu bersama teman-teman tanpa terjadi gap atau celah apapun.

  

8. Kemampuan Intrapersonal Developer

Untuk skill pribadi yang harus dimiliki, pastinya kalian sudah lebih dulu paham akan semua ini. Namun, saya merangkumnya menjadi beberapa poin saja yang harus dipegang teguh sebagai pengembang aplikasi, di antara lain ialah :  

  • Disiplin
  • Tekad Bulat dan Keinginan Kerja Keras
  • Teliti
  • Multitasking
  • Detail
  • Punya Rasa Ingin Tahu yang Tinggi dan Terus Belajar



Ayo Bangun Apps Mobile Bersama DUMET School Saja

Ingin Jago Bikin Aplikasi seperti Mereka ? Caranya gampang kok, kalian langsung saja join kursus di DUMET School, yang merupakan salah satu lembaga kursus yang bergerak di bidang pendidikan dengan membuka berbagai kelas pelatihan seperti website master, digital marketing, desain grafis, dan web/apps mobile development. 

Lantas apa sih yang membuat Kursus DUMET School lebih unggul dibandingkan dengan lembaga kursus lainnya ? 

Keunggulan DUMET School

Selain itu, lembaga kursus ini sudah berdiri sejak Tahun 2013 lho, jadi mereka sudah berpengalaman selama lebih dari 7 tahun. So, tidak ada yang perlu diragukan lagi, soalnya hampir 8.000 orang lebih  diluluskan oleh DUMET School yang notabenenya dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, dosen, guru, freelancer, pekerja fresh graduate, pemilik bisnis, dan staff-staff profesional yang berasal dari berbagai institusi dan perusahaan ternama.

Lulusan Terbaik DUMET School

Setelah mendaftar, kalian juga akan dapat menikmati beragam fasilitas yang diberikan oleh DUMET School yang tidak pernah diberikan oleh lembaga-lembaga kursus lainnya di Indonesia seperti berikut di bawah ini. 

Fasilitas Unggul DUMET School

Di sini, kita sudah bisa menyaksikan kehebatan dan keunggulan DUMET School dalam melahirkan para lulusannya yang berbakat, seperti contoh-contoh karya terbaik dari Kelas Pelatihan Mobile Apps, seperti di bawah ini.


Testimoni-Testimoni Para Lulusan DUMET School

Suasana Belajar Bersama DUMET School



So, Mau Tunggu Apa Lagi ! Ayo segera daftarkan diri sekarang juga ke DUMET School, Lembaga Kursus IT Terbaik dan Terpercaya di Indonesia yang telah berpengalaman selama 7 Tahun lebih. Untuk lokasinya saat ini sudah tersebar berbagai cabang di daerah Jakarta dan Depok. Jangan lewatkan kesempatan emas ini, ya sobat. 


Spesifikasi Harga Setiap Paket Kursus Apps Mobile DUMET School
Basic

Premium

60% Off
Rp 13 Juta
  • Angular
  • Ionic Fundamental
  • Ionic Advanced
  • Syaratnya wajib sudah menguasai HTML & CSS, Bootstrap, PHP & MySQL, dan Javacript

    Estimasi Selesai Kursus 2 bulan dan Jatah Waktu Bantuan Kursus Lifetime

Personal

Professional

Best Value
Rp 23 Juta
  • HTML & CSS
  • Bootstrap
  • PHP & MySQL
  • Javacript
  • Angular
  • Ionic Fundamental
  • Ionic Advanced
  • Estimasi Selesai Kursus 4 bulan dan Jatah Waktu Bantuan Kursus Lifetime

Developer

Ultimate

For Business
Rp 28 Juta
  • HTML & CSS
  • Bootstrap
  • PHP & MySQL
  • Javacript
  • OOP
  • Codeigniter (Company Profile)
  • Angular
  • Ionic Fundamental
  • Ionic Advanced
  • Estimasi Selesai Kursus 6 bulan dan Jatah Waktu Bantuan Kursus Lifetime


Source FAQ : 
- https://www.dumetschool.com/  
- https://www.dailybloggerpro.com/

Sekian, semoga artikel saya ini bisa bermanfaat dan membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.

*****