Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenai Malaikat Terlengkap : Pengertian, Proses Penciptaan, Tugas dan Sifat

Mengenai Malaikat Terlengkap : Pengertian, Proses Penciptaan, Tugas dan Sifat

1. Pengertian Malaikat

Menurut bahasa, kata Malaikat berasal dari Bahasa Arab, bentuk jamak dari kata Malak yang berarti, menyampaikan sesuatu.

Malak atau Malaikat adalah makhluk yang menyampaikan sesuatu, sedangkan menurut istilah, malaikat adalah makhluk halus ghaib yang diciptakan oleh Allah yang terbuat dari cahaya dengan wujud dan sifat-sifat tertentu, yang senantiasa mematuhi Allah, dan tidak pernah berani membangkang-Nya. Sebagaimana dalam Firman Allah SWT. pada Surat At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Sedangkan penciptaan malaikat, terdapat dalam Hadits Nabi SAW. yang menyebut, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin dari api yang berkobar dan Adam (manusia) sebagaimana telah dijelaskan pada kalian." (HR. Imam Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majjah)

 

2. Proses Penciptaan Malaikat

Malaikat diciptakan oleh Allah Ta’ala dari cahaya, dan terlebih dahulu ada sebelum manusia yang pertama (Nabi Adam Alahissalam) diciptakan, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam Surat Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوٓا۟ أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : "Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi, mereka berkata : "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau ?" Tuhan berfirman : "Sesungguhnya Aku Mengetahui apa yang Tidak Kamu Ketahui."

 

3. Wujud Malaikat

Sebagai golongan makhluk ghaib, wujud malaikat tidak dapat terlihat, didengar, diraba/disentuh, dicium dan dirasakan oleh manusia, atau dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, terkecuali bila malaikat menjelma dirinya dalam rupa tertentu, seperti bentuk manusia.

Sebenarnya pernah terjadi beberapa peristiwa mengenai jelmaan malaikat menjadi manusia dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits, misalnya :

فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ o وَلَقَدۡ جَآءَتۡ رُسُلُنَاۤ اِبۡرٰهِيۡمَ بِالۡبُشۡرٰى قَالُوۡا سَلٰمًا‌ ؕ قَالَ سَلٰمٌ‌ فَمَا لَبِثَ اَنۡ جَآءَ بِعِجۡلٍ حَنِيۡذٍ

Artinya : "Dan, sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan "Selamat.” Ibrahim (juga) menjawab, "Selamat." Maka tidak lama kemudian, Ibrahim menyuguhkan daging sapi yang dipanggang. 

Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata : "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada Kaum Luth." (QS. Hud ayat 69-70)

Dalam suatu Hadits Riwayat Muslim disebutkan, bahwa Malaikat Jibril pernah datang dalam rupa manusia untuk menemui Rasulullah SAW., dan disaksikan oleh sahabat-sahabat beliau, di antara lain Umar bin Khatab, kemudian dia menanyakan tentang Islam, Iman, Ihsan dan Hari Kiamat.

Setelah malaikat itu pergi, barulah Rasulullah SAW. bertanya kepada Umar : "Ya Umar, tahukah anda siapa yang bertanya tadi ?” Umar menjawab : "Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Lalu, Rasulullah SAW. bersabda : "Sesungguhnya, dia adalah Jibril yang datang mengajarkan agama kepada kalian." (HR. Muslim)

Di antara sifat-sifatnya, para malaikat juga tidak dibekali dengan hawa nafsu, tidak berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan tidak berkeluarga.

 

4. Kedudukan Manusia Lebih Mulia daripada Malaikat

Kedudukan manusia dikatakan bisa lebih baik daripada malaikat, apabila manusia itu beriman dan taat kepada Allah Ta’ala. Untuk selengkapnya, ada hal tersebut disebabkan beberapa alasan yang lain di antaranya ialah :

a. Allah Ta’ala memerintahkan kepada para malaikat untuk bersujud (hormat) kepada Adam Alaihissalam, sebagaimana Allah pernah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 34 yang berbunyi :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَٱسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ ٱلْكَٰفِرِينَ

Artinya: "Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan kafir."

b. Para Malaikat tidak bisa menjawab pertanyaan Allah tentang Al-Asma' (nama-nama benda berdasarkan ilmu pengetahuan), sedangkan Adam mampu menjawabnya dikarenakan memang dianugerahi ilmu dan akal oleh Allah Ta’ala, sebagaimana Firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 31-33 yang berbunyi :

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ 0 قَالُوا۟ سُبْحَٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ 0 قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ 0

قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/296-quran-surat-al-baqarah-ayat-33.html
قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/296-quran-surat-al-baqarah-ayat-33.html

Artinya : "Dan, Dia mengajarkan kepada Adam (mengenai) nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat, seraya berfirman : "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang golongan yang benar.” Mereka menjawab : "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” 

Allah berfirman : "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka (mengenai) nama-nama benda itu, Allah berfirman : "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu tampakkan dan apa yang kamu sembunyikan."

c. Kepatuhan para malaikat kepada Allah memang sudah menjadi tabiatnya yang tidak dapat diubah, sebab malaikat tidak memiliki hawa nafsu, sedangkan kepatuhan manusia pada Allah melalui perjuangan yang berat melawan Hawa Nafsu dan godaan setan yang terkutuk.

d. Manusia diberi tugas mandat khusus oleh Allah Ta’ala berupa memangku tanggung jawab sebagai Khalifah di muka bumi berdasarkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 30 yang berbunyi :

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ فِى ٱلْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ

Artinya : "Ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan Khalifah di muka bumi."

 

5. Sifat-Sifat Para Malaikat

a. Mampu Berbentuk Sebagai Manusia

Nabi Ibrahim Alaihissalam pernah dikunjungi oleh para malaikat dalam bentuk manusia. Ketika itu beliau menghidangkan makanan kepada mereka, tetapi mereka menolaknya.

Dalam keterangan lain, Nabi Luth juga pernah dikunjungi para malaikat yang sama seperti hal pamannya Nabi Ibrahim yang tampil sebagai pemuda-pemuda tampan, beliau sangat khawatir mengenai nasib tamu-tamunya yang bakal diganggu oleh kaumnya yang suka homoseksual, sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur'an Surah Hud ayat 78 yang berbunyi :

وَجَآءَهُۥ قَوْمُهُۥ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِى هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِى ضَيْفِىٓ ۖ أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ

Artinya : "Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas, dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata : "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu. Maka, bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamu-tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal ?"

Selain itu, Ibunda Suci Maryam juga pernah dikunjungi oleh Malaikat Jibril (Ruhul Qudus) dalam bentuk pria, hal itu tertuang dalam Firman-Nya Surah Maryam ayat 17 yang berbunyi :

فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

Artinya : "Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka, lalu Kami mengutus Roh Kami kepadanya. Kemudian, ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna."

b. Tidak Berjenis Kelamin

Para malaikat tidak mempunyai jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Hal tersebut digambarkan Allah Ta’ala dalam Surah As-Shaffat ayat 149-152 yang berbunyi :

فَٱسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ ٱلْبَنَاتُ وَلَهُمُ ٱلْبَنُونَ 0 أَمْ خَلَقْنَا ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ إِنَٰثًا وَهُمْ شَٰهِدُونَ 0 أَلَآ إِنَّهُم مِّنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ 0 وَلَدَ ٱللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

Artinya : "Tanyakanlah (Ya Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah) : "Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan dan untuk mereka anak laki-laki, atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikan-(nya) ? Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya benar-benar mengatakan : "Allah itu beranak," dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta."

c. Tidak Makan dan Minum

Malaikat tidak dikaruniai Allah Ta’ala berupa hawa nafsu, sehingga mereka tidak dapat makan dan minum, sebagaimana Firman-Nya dalam Surah Hud ayat 70 yang berbunyi :

فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

Artinya : "Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata : "Jangan kamu takut. Sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth."

d. Tidak Jemu Beribadah dan Tidak Letih

Para malaikat tidak mempunyai dorongan untuk berbuat negatif atau buruk, tentunya hal itu dikarenakan tidak dikaruniai hawa nafsu, sehingga ia bisa memfokuskan diri dalam beribadah seperti bertasbih dan memuji Tuhannya terus-menerus tiada henti.

Tidak terbesit satu pun di benak mereka untuk durhaka dan menentang perintah Allah Ta’ala, di sisi lain yang ada hanyalah rasa ketaatan dan ketaqwaan tulus kepada-Nya. Mereka juga tidak mempunyai daya kreatifitas yang sama halnnya dimiliki oleh manusia umumnya, padahal mereka (para malaikat) juga dianugerahi akal. Semua ini digambarkan dalam Surah At-Tahrim ayat 6 yang berbunyi :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya (adalah) malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

e. Memiliki Sayap

Salah satu ciri malaikat adalah mempunyai sayap, jumlahnya kian berbeda tiap masing-masing. Ada yang berjumlah 2, 3, 4, bahkan bisa lebih dari itu sebagaimana tertera dalam Surah Fathir ayat 1 yang berbunyi :

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ جَاعِلِ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ رُسُلًا أُو۟لِىٓ أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۚ

Artinya : "Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan- utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat."

f. Tidak Pernah Melakukan Perbuatan Maksiat dan Dosa

Faktor pendorong manusia untuk melakukan perbuatan maksiat dan dosa, disebabkan mereka mempunyai nafsu dan syahwat. Sedangkan beda halnya dengan para malaikat, mereka tidak akan melakukan perbuatan maksiat dan dosa dikarenakan tidak dibekali nafsu dan syahwat tersebut.

Sifat mereka tersebut sudah digambarkan dalam Al-Qur'an pada Surah An-Nahl ayat 50 yang berisi :

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩

Artinya : "Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)."

 

6. Tugas Masing-Masing Setiap Malaikat

Adapun nama-nama malaikat dan tugasnya adalah sebagai berikut :

a. Malaikat Mikail, tugasnya tidak disebut khusus dalam Al-Qur'an, namun dalam Hadits dijelaskan tugasnya adalah menurunkan hujan dan membagikan rezeki serta bertugas mengatur hal-hal yang berhubungan dengan alam seperti melepaskan angin, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Nama Mikail disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 98 yang berisi :

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَجِبْرِيلَ وَمِيكَىٰلَ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَٰفِرِينَ

Artinya : "Barang siapa yang menjadi musuh Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.”

b. Malaikat Jibril, yaitu bertugas untuk membawa dan menyampaikan wahyu, sebagaimana dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 97 yang berisi :

قُلْ مَن كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيلَ فَإِنَّهُۥ نَزَّلَهُۥ عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ ٱللَّهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

Artinya : Katakanlah : "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril. Maka, Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman."

Nama lain dari Jibril adalah Ruh Al-Qudus sebagaimana difirmankan Allah dalam Surah An-Nahl ayat 102, dan Ruhul Amin dalam Surah Asy-Syu'ara' ayat 193.

c. Malaikat Israfil, walaupun namanya tidak disebut khusus dalam Al-Qur'an, akan tetapi tugasnya dijelaskan yaitu meniup sangkakala atau terompet, pertanda dimulainya Hari Kiamat. Keterangan tersebut ada dalam Al-Qur'an pada Surah Az-Zumar ayat 68 yang berbunyi :

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنظُرُونَ

Artinya : "Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa saja yang ada di langit dan di bumi melainkan orang-orang yang dikehendaki Allah. Kemudian, ditiuplah sangkakala itu sekali lagi. Maka, tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)."

d. Malaikat Izrail, namanya juga tidak disebut secara khusus dalam Al-Qur'an maupun Hadits, akan tetapi hanya disebutkan tugasnya yaitu mencabut nyawa manusia, sebagaimana dalam Al-Qur'an Surah Al-An’am ayat 61 yang berbunyi :

    وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Artinya : "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami, dan malaikat-malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya."

Yang disebutkan dalam Al-Qur'an, adalah nama lainnya yaitu Malakat Maut sebagaimana dalam Firman-Nya, Surah As-Sajdah ayat 11 yang berbunyi :

۞ قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Artinya : "Katakanlah : "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, Kemudian Hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan."

e. Malaikat Rakib dan Atid, tugasnya yaitu mencatat amal baik dan buruk manusia, menurut sebagian ulama, nama Rakib Atid bukanlah nama, tetapi merupakan fungsi sebagai pengawas yang selalu hadir, sebagaimana Firman Allah SWT. dalam Surah Qaf ayat 18 yang berbunyi :

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya : "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

Di samping itu, ada lagi Golongan Malaikat Kiraman Katibin yang bertugas menuliskan amal perbuatan manusia sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Infithar ayat 10-12 yang berbunyi :

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ o كِرَامًا كَٰتِبِينَ o وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَٰفِظِينَ

"Dan sesungguhnya bagi kamu sekalian ada yang menjaga, yaitu malaikat-malaikat yang mulia lagi menulis (Kiraman Katibin). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Kemudian ada lagi Malaikat Hafazhah (Penjaga/Pemelihara), yang bertugas memelihara segala catatan amalan dan mengikuti manusia itu ke mana saja dia pergi.

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً

Artinya : "Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutusnya kepadamu malaikat-malaikat penjaga (Hafazhah)." (Al-An'am ayat 61)

f. Malaikat Ridwan, bertugas menjaga surga dan memimpin barisan para malaikat pelayan surga sebagaimana difirmankan oleh Allah Ta’ala dalam Surah Az-Zumar ayat 73 yang berisi :

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَ

Artinya : "Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan. Sehingga, apabila mereka sampai ke surga itu sedangkan pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka, penjaga-penjaganya : "Kesejahteraan atasmu, berbahagialah kamu, maka masukilah surga ini sedangkan kamu kekal di dalamnya."

g. Malaikat Malik, adalah malaikat yang bertugas menjaga neraka dan memimpin barisan malaikat penyiksa Zabaniyah. Hal ini digambarkan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 77, sebagai berikut :

وَنَادَوْا۟ يَٰمَٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّٰكِثُونَ

Artinya : “Mereka berseru : "Hai Malik, biarlah Tuhanmu membunuh kami saja." Dia menjawab : "Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."

h. Malaikat Munkar dan Nakir, yaitu malaikat yang bertugas memberikan pertanyaan kepada orang yang baru meninggal dan masuk di liang kubur. Hal tersebut diterangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW. menafsirkan ayat Al-Qur'an, Surat Ibrahim ayat 27 yang mengatakan :

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ

Artinya : "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim serta berbuat apa yang dia kehendaki."

Dari Bara' bin 'Azib Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah SAW. bersabda : "Seorang muslim ketika dia ditanya (diuji) di dalam kuburnya (oleh Kedua Malaikat Munkar dan Nakir), maka dia akan bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW. adalah utusan Allah, itulah makna Firman-Nya :

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (HR. Imam Bukhari)

i. Malaikat Pemikul 'Arasy

فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ

Artinya : "Malaikat-malaikat yang memikul 'Arsy dan yang berada di sekelilingnya (senantiasa) bertasbih memuji Tuhannya." (QS. Al-Mukminun ayat 7)

وَٱلْمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرْجَآئِهَا ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَٰنِيَةٌ

Artinya : "Dan, Malaikat-Malaikat berada di penjuru langit dan pada hari itu, ada 8 malaikat memikul 'Arsy Tuhanmu." (QS. Al-Haqqah ayat 17)

j. Malaikat yang Bertugas Menggerakkan Hati Manusia untuk Berbuat Kebaikan dan Kebenaran

Sebagaimana Rasulullah SAW. pernah bersabda :

"Syaitan dapat menggerakkan hati anak Adam, demikian pula malaikat dapat menggerakkan hati. Bisikan syaitan berupa godaan untuk melakukan kejahatan dan mendustakan kebenaran, sedangkan ajakan malaikat berupa dorongan untuk berbuat kebaikan dan meyakini kebenaran." (HR. Ibnu Abi Hatim dan Tirmidzi)

k. Malaikat yang bertugas mendoakan orang-orang yang beriman supaya diampuni oleh Allah atas segala dosa-dosanya, diberi ganjaran surga dan dijaga dari segala keburukan dan do'a-do'a lain.

Rasulullah SAW. bersabda : "Pada setiap pagi hari, para hamba Allah disertai 2 malaikat yang berdo'a. Yang satu berdo'a :  "Ya Allah, berikanlah kerusakan harta orang yang tidak mau membelanjakan untuk kebaikan. Yang lain berdo'a : "Berikanlah ganti pada orang yang mau membelanjakan hartanya untuk kebaikan. (HR. Muslim)

هُوَ ٱلَّذِى يُصَلِّى عَلَيْكُمْ وَمَلَٰٓئِكَتُهُۥ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۚ وَكَانَ بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

Artinya : "Dialah yang memberikan rahmat kepadamu dan Malaikat-Nya (memohonkan ampun untukmu) supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dia Maha Penyayang terhadap orang-orang yang beriman." (QS. Al-Ahzab ayat 43)

Di samping tugas-tugas yang sudah disebutkan di atas, tentu masih banyak lagi tugas-tugas malaikat yang lain seperti ikut menghadiri Shalat Shubuh dan 'Ashar, menghadiri majelis-majelis dzikir, memberikan bantuan kepada orang-orang yang beriman, dan tugas-tugas lain yang dapat diketahui, baik dari Al-Quran maupun Hadits.

 

7. Hikmah Beriman kepada Malaikat

Dari sikap seorang muslim yang mempercayai keberadaan malaikat, maka diharapkan manusia dapat mengambil hikmah-hikmah antara lain :

  • Dapat mempertebal rasa iman, karena semakin jelas terhadap keagungan dan kemuliaan Allah Ta’ala dengan adanya penciptaan malaikat.
  • Dapat meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT., karena telah mengetahui bahwa kita diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan makhluk-makhluk lain, termasuk para malaikat.
  • Dapat membentuk sikap hati-hati dalam menjalankan kehidupan ini, karena Allah memiliki pembantu-pembantu, yaitu malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat amal perbuatan manusia sewaktu di dunia.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.

 

وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلْأَسْمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسْمَآءِ هَٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Referensi: https://tafsirweb.com/292-quran-surat-al-baqarah-ayat-31.html
قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ أَنۢبِئْهُم بِأَسْمَآئِهِمْ ۖ فَلَمَّآ أَنۢبَأَهُم بِأَسْمَآئِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ غَيْبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ

Referensi: https://tafsirweb.com/296-quran-surat-al-baqarah-ayat-33.html