Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal Kota Mekkah : Keutamaan dan Julukan Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Mengenal Kota Mekkah : Keutamaan dan Julukan Menurut Al-Qur’an dan Hadits

Letak geografis Kota Mekkah berada di sebelah barat Pusat Istana Kerajaan Saudi Arabia, yang dikelilingi oleh gunung-gunung kecil terutama daerah di sekitar Kakbah. Dataran rendah yang berada di sekitar Makkah dinamakan Batha’, sebelah timur Masjidil Haram terdapat sebuah perkampungan yang bernama Ma’la.

Rasulullah SAW. merupakan salah satu penduduk kampung itu, karena beliau dilahirkan dan bermukim di sana sampai tiba saatnya berhijrah ke Madinah Al-Munawwarah. Bahkan selanjutnya, beliau SAW. dan para sahabatnya di kala Masa Fathul Mekkah (Pembebasan Kota Makkah), mulai memasuki Kota Mekkah dari arah kampungnya sendiri, Ma’la.

Di Kota Mekah, terdapat 3 pintu arah masuk utama di antara lain, yaitu Ma’la (disebut juga Hujun, yaitu bukit di mana terdapat kuburan para sahabat dan syuhada’), Misfalah, dan Syubaikah. Ketinggian Kota tersebut disebutkan kurang lebih sekitar 300 meter dari permukaan laut.

 

Keutamaan-Keutamaan Mekah

Di antara keutamaan-keutamaan Mekah ialah karena Allah Ta’ala telah memilihnya sebagai :

Keutamaan Kota Makkah Al-Mukarromah

Tempat berdirinya Rumah Allah (Baitullah)

 

Kota Kelahiran dan Kenabian Muhammad SAW.

 

Pusat Peribadatan Haji bagi Umat Islam yang wajib dikunjungi bila mampu

 

Tempat Orang-Orang dipenuhi Rasa Kekhusyukan, Rendah Hati, Kepala Terbuka dan Zuhud dari Hal-Hal Berbau Duniawi

 

Sebagai Tanah Suci Yang Penuh Keamanan dan Bebas dari Pertumpahan Darah

 

Tempat Penghapusan Dosa-Dosa di Masa Lampau

Tempat Turunnya Syariat Allah Untuk Berthawaf ke Kakbah

 

Satu-satunya tempat yang wajib dikunjungi atas dasar Perintah Allah Ta’ala bila mampu (Perintah Berhaji)

 

Tempat yang menjadi Pusat Kiblat Umat Islam Seluruh Dunia

 

Pahala Orang Sholat di Masjid Tanah Suci akan dilipatgandakan

 

Adanya Larangan Allah untuk menghadap atau membelakanginya pada waktu buang hajat

 

Dosa Pelaku Kejahatan di Tanah Suci akan dilipatgandakan

 

 

Namun, ada juga beberapa keutamaan dan keistimewaan lainnya, seperti adanya tempat-tempat mustajab dan satu keistimewaan lainnya, yaitu Allah Ta’ala bersumpah dengannya dalam Al-Qur'an, dan larangan atas siapa saja untuk membawa senjata, termasuk larangan atas orang-orang kafir untuk masuk ke dalamnya.

Di samping itu, Kota Mekkah ini juga senantiasa dijaga oleh Para Malaikat, sehingga Dajjal pun tidak dapat masuk ke dalamnya. Berikut ini, terdapat beberapa Hadits Nabi yang menunjukkan keutamaan dan kecintaannya terhadap Kota Mekkah.

  • Rasulullah SAW. bersabda ketika beliau berada di Hazwarah : "Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekah) ialah sebaik-baik Bumi Allah, dan bagian bumi Allah yang paling dicintai-Nya, seandainya aku tidak dikeluarkan darimu, maka aku tidak akan keluar."
  • Rasulullah SAW. bersabda : "Tidak ada bumi yang lebih baik dan lebih aku sukai daripadamu (Mekah), seandainya kaumku tidak mengusirku darimu, maka aku tidak akan tinggal di selainmu."
  • Rasulullah SAW. bersabda : "Demi Allah, aku tidak akan meninggalkanmu (Mekkah), karena sesungguhnya aku tahu bahwa engkau merupakan Bumi Allah yang paling aku cintai, dan yang paling mulia di sisi-Nya. Seandainya kaummu tidak mengusirku, maka aku tidak akan keluar."

 

Julukan atau Nama Lain Kota Mekkah dalam Kitab Al-Qur'an

1. Makkah

"Dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka." (QS. Al-Fath ayat 24)

2. Bakkah

"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia." (QS. Ali Imran ayat 96)

Ada empat pendapat mengenai "Bakkah", yang pertama merupakan bagian bumi di mana terdapat Ka'bah, kedua yaitu sekitar Baitullah, selanjutnya yakni Masjidil Haram dan Kakbah, karena Makkah ialah nama untuk Daerah Haram (daerah suci) seluruhnya, dan terakhir, julukan kata Bakkah atau Makkah itu sama saja.

3. Ummul Qura (Perkampungan Tua)

"Dan ini (Al-Qur'an) adalah Kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi, membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qurâ (Mekah) dan orang-orang yang di sekitarnya." (QS. Al-An'am ayat 92)

Disebut juga dalam Surat Asy-Syura ayat 7 yang artinya,

"Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al-Qur'an dalam Bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Qura (Penduduk Mekkah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (hari kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga dan segolongan (lagi) masuk neraka."

4. Al-Balad (Negeri)

"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata :

"Ya Tuhanku, jadikanlah Negeri ini (Mekkah), sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala-berhala." (QS. Ibrahim ayat 35)

Dalam Surat Al-Balad ayat 1-2 disebutkan,

"Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah). Dan kamu (Muhammad) bertempat di Kota Mekah ini." (QS. Al-Balad ayat 1-2)

5. Al-Balad Al-Amîn (Negeri yang Aman)

"Dan Demi Kota (Mekkah) ini yang aman." (QS. At-Tin ayat 3)

Menurut Ibn Al-Jauzi, orang yang merasa takut pada Masa Jahiliyah dan pada Masa Islam akan merasa aman saat berada di dalam Mekah, dan Orang Arab jika mengatakan kepada seseorang yang dapat memberikan keamanan menyebutnya dengan gelar Al-Amin.

6. Al-Baldah (Negeri)

"Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan Negeri Ini (Mekkah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri." (QS. An-Naml ayat 91)

Menurut Ibn al-Jauzi, Al-Baldah dalam ayat tersebut ialah Mekah.

7. Haram Amin (Tanah Suci yang Aman)

"Dan mereka berkata : "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, telah didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezeki (bagimu) dari sisi Kami ? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (QS. Al-Qashash ayat 57)

Diriwayatkan juga dalam Surah Al-‘Ankabut ayat 67 yang berbunyi,

"Dan apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia sekitarnya saling rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenarannya) mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah ?”

8. Wadi Ghairu Dzi Zar'in (Lembah yang Gersang)

"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat Rumah Engkau (Baitullâh) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." (QS. Ibrahim ayat 37)

Menurut Ibn Jauzi, kondisi dahulu di Mekah memang tidak ada tanaman dan air.

9. Ma'ad (Tempat Kembali)

“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur'an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali." (QS. Al-Qashash ayat 85)

Menurut Ibn Abbas, tempat kembali yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah Kota Mekkah.

10. Qaryah (Negeri/Kampung)

"Dan betapa banyaknya negeri-negeri yang (penduduknya) lebih kuat dari (penduduk) negerimu (Muhammad) yang telah mengusirmu itu. Kami telah membinasakan mereka, maka tidak ada seorang penolong pun lagi mereka." (QS. Muhammad ayat 13)

Yang dimaksud Negeri Muhammad menurut Ibn Jauzi ialah Kota Mekkah.

11. Al-Masjid Al-Harâm

Digunakan dalam 4 pengertian, ialah :

a. Kakbah

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 144 dan 149-150, di antaranya ialah ;

"Maka, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram." (QS. Al-Baqarah ayat 144)

"Dan dari mana saja kamu datang, maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Dan dari mana saja kamu berangkat, maka hadapkanlah wajahmu ke Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arahnya." (QS. Al-Baqarah ayat 149-150)

Dalam Surat At-Taubah ayat 19 juga disebutkan,

"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Kemudian, serta berjihad di jalan Allah. Mereka tidak sama di sisi Allah dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang zalim."

b. Kakbah, Masjid dan sekitarnya.

Inilah pandangan yang banyak diikuti oleh para ulama.

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra' ayat 1)

"Dan, bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekkah), dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu." (QS. Al-Baqarah ayat 191)

"Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari Sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram, maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa." (QS. al-Taubah ayat 7)

c. Seluruh Mekkah

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya, (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, Insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kami ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat." (QS. al-Fath ayat 27)

"Mereka-lah orang-orang yang kafir yang menghalangi kamu dari (masuk) Masjidil Haram dan menghalangi hewan korban sampai ke tempat (penyembelihan)-nya." (QS. Al-Fath ayat 25)

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari Jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih." (QS. Al-Hajj ayat 25)

Menurut Qatadah, yang dimaksud dengan Masjidil Haram tidak lain ialah Mekkah itu sendiri.

d. Seluruh Daerah Tanah Suci

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini, maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. At-Taubah ayat 28)

Menurut Ibnu Abbas dan 'Athâ', Masjidil Haram yang disebut dalam ayat-ayat tersebut ialah seluruh daerah tanah suci.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.