Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal Kitab Terlengkap : Pengertian, Kriteria, dan Perbedaan Shuhuf

Mengenal Kitab Terlengkap : Pengertian, Kriteria, dan Perbedaan Shuhuf

Pengertian Kitab

Kata Kitab merupakan ungkapan dari Bahasa Arab yang berasal dari akar kata "Ka-ta-ba" artinya menulis, mewajibkan atau menetapkan. Secara etimologis, Kitab berarti tulisan atau sesuatu yang ditulis yang mempunyai makna.

Pada mulanya, orang Arab Kuno mengenal istilah kitab berarti sepotong kulit, batu atau lainnya, sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kitab berarti buku. Dalam Al-Qur'an, kata Kitab dapat ditemukan sebanyak 47 kali yang tersebar dalam berbagai Surah dengan berbagai pengertian dan arti seperti ketentuan, catatan dan lain-lain.

Sebutan Al-Kitab di dalam Al-Qur'an dipakai untuk beberapa pengertian di antara lain ialah :

1. Menunjukkan Semua Kitab Suci yang pernah diturunkan oleh Allah SWT., kepada Para Nabi dan Rasul. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 177 yang berbunyi :

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦ

Artinya : "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, Hari Akhir, Malaikat-Malaikat, Al-Kitab (Kitab Suci), dan Para Nabi."

2. Kitab dalam hal ini, menunjukkan semua kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur'an, hal ini dijelaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 4 yang berbunyi :

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Artinya : "Dan, mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab (terdahulu) yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat."

3. Menunjukkan Kitab Suci Al-Qur'an secara khusus, sebagaimana dalam Surah Al-Baqarah ayat 2 yang menyatakan Allah Ta’ala berfirman :

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya : "Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan sama sekali di dalamnya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa."

Dengan demikian, Kitab Allah berarti kumpulan wahyu yang diberikan kepada Para Rasul Allah sebagai rahmat dan petunjuk bagi manusia agar dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia sampai ke akhirat.

Kitab suci itu memenuhi beberapa kriteria atau ciri-ciri, yang di antara lain ialah :

  1. Kitab tersebut diturunkan langsung oleh Allah Ta’ala melalui perantara Malaikat Jibril, dan mendapat julukan sebagai Kitab Samawi (Kitab yang diturunkan dari langit).
  2. Kitab tersebut mengandung petunjuk kepada jalan yang lurus untuk membawa kebahagiaan manusia di dunia sampai akhirat.
  3. Kitab tersebut diberikan kepada orang istimewa yang berhak menerimanya, yaitu Para Rasul utusan Allah.
  4. Kitab tersebut bersifat transendental (illahiyah), yaitu menembus dimensi ruang dan waktu.

 

B. Perbedaan Shuhuf dan Kitab

Kata Shuhuf adalah bentuk lain dari kata Mushaf yang berarti kertas yang ditulis atau lembaran-lembaran yang ada tulisannya. Menurut Ensiklopedia Islam, Shuhuf adalah suatu media yang digunakan untuk seratus bagian tulisan yang diberikan kepada Nabi Adam, Nabi Syits, Nabi Idris, Nabi Ibrahim, dan Nabi Musa Alaihissalam.

Dari kata sahifah muncul istilah mushaf, yaitu kumpulan suhuf yang sudah dijilid atau dikodifikasi, oleh karenanya al-Qur'an juga disebut mushaf. Istilah shahifah pada Masa Rasulullah SAW, digunakan untuk menamai perjanjian tertulis yang dibuat oleh Nabi di Madinah untuk mempersatukan kaum Muslim Muhajirin, Anshar, dan kaum Yahudi Madinah.

Shuhuf, bentuk jamak dari Shahifah yang berarti lembaran. Dipakai untuk menunujukkan kitab-kitab suci sebelum Al-Qur'an, khususnya yang diturunkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Musa Alaihis Salam, sebagaimana yang dinyatakan dalam Surat Al-A'la ayat 18-19 yang berbunyi :

صُحُفِ إِبْرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ o إِنَّ هَٰذَا لَفِى ٱلصُّحُفِ ٱلْأُولَىٰ

Artinya : "Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam shuhuf-shuhuf yang terdahulu, (yaitu) shuhuf-shuhuf Ibrahim dan Musa."

 

Perbedaan Kitab dan Suhuf adalah, Kitab merupakan wahyu yang sudah dikodifikasi, sedangkan Shuhuf adalah masih berupa lembaran-lembaran. Dalam sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dzar, Rasulullah SAW. pernah menyatakan bahwa jumlah suhu dan kitab sebanyak 104, yaitu :

1. Diturunkan kepada Nabi Adam sebanyak 10 shuhuf

2. Diturunkan kepada Nabi Syits  sebanyak 50 shuhuf

3. Diturunkan kepada Nabi Idris sebanyak 30 shuhuf

4. Diturunkan kepada Nabi Ibrahim sebanyak 10 shuhuf

5. Sedangkan, 4 Kitab Suci yaitu Taurat kepada Nabi Musa, Zabur kepada Nabi Daud, Injil kepada Nabi Isa Al-Masih dan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW. 

 

Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah

Allah Ta’ala menurunkan beberapa kitabnya tentunya ada hikmah yang ditujukan untuk manusia, di antara hikmah-hikmah diturunkannya Kitab-Kitab Allah adalah :

a. Membuktikan bahwa Allah Ta’ala Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada umat manusia, karena hanya dengan berpedoman dan berdasarkan kepada Kitab Allah, niscaya hidup manusia akan selamat, baik di dunia maupun di akhirat.

b. Meyakini dan mempercayai adanya Kitab-Kitab yang diturunkan oleh Allah sebelum Al-Qur'an, sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur'an, sehingga kita semakin yakin bahwa Al-Qur'an sebagai Kitab yang sempurna.

c. Allah menurunkan Kitab sesuai dengan bahasa kaum tertentu yang mudah dipahami. Pastinya, tidak hanya oleh kaum itu tetapi juga diperuntukkan bagi semua umat manusia, sehingga menimbulkan perasaan kagum dan takjub akan Kebesaran dan Kemurahan Allah Ta’ala.

d. Hidup manusia akan merasa tenang dan tentram, karena mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh Sang Pencipta Yang Maha Pemberi Petunjuk.

e. Orang yang beriman kepada Kitab-Kitab Allah akan membuktikan keimanannya selalu sesuai dengan ajaran Allah SWT., sehingga dalam hidupnya akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Hal ini dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 25 yang berbunyi :

وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا۟ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا۟ هَٰذَا ٱلَّذِى رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا۟ بِهِۦ مُتَشَٰبِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَآ أَزْوَٰجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya : "Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya, ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya."

f. Memberikan kemantapan iman dalam menjalankan Agama Islam, karena meyakini bahwa Al-Qur'an adalah Firman Allah dan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. sebagai bukti kerasulannya sampai akhir zaman dan tetap terjaga otentik keasliannya. Hal ini ditegaskan oleh Allah SWT. dalam Al-Qur'an Surat Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Artinya : "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.