Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Mengenal Al-Qur’an Terlengkap : Pengertian, Keistimewaan, dan Fungsi

Mengenal Al-Qur’an Terlengkap : Pengertian, Keistimewaan, Kedudukan dan Fungsi

Kata Qur'an menurut bahasa berarti bacaan. Adapun, Al-Qur'an ialah Kalam Allah Ta’ala yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW dan barang siapa yang membacanya termasuk sebagai ibadah.

Secara etimologi (istilah), Al-Qur'an ialah Kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dalam Bahasa Arab yang dituturkan kepada generasi sesudahnya secara mutawatir. Membacanya merupakan suatu ibadah, tertulis dalam mushaf, dan dimulai dari Surat Al-Fatihah dan diakhiri dengan Surat An-Nas.

Wahbah Az-Zuhaili dalam Kitab Ushul Fiqh Islam, menyimpulkan bahwa ciri-ciri Al-Qur'an adalah :

a. Al-Qur'an merupakan Firman Allah Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab-kitab sebelum Al-Qur'an juga disebut wahyu Allah tetapi tidak termasuk Al-Qur'an, karena tidak diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Bukti Al-Qur'an sebagai Kalam Allah Ta’ala dapat dilihat dari mukjizat yang terkandung di dalamnya, seperti struktur bahasa, isyarat-isyarat ilmiah, dan ramalan-ramalan masa depan.

b. Al-Qur'an diturunkan dalam Bahasa Arab dengan dialek Quraisy, sebagaimana disebutkan dalam Surat Yusuf ayat 2 yang berbunyi :

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Artinya : "Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Quran dengan Berbahasa Arab, agar kamu memahaminya."

c. Al-Qur'an diturunkan secara mutawatir, artinya Al-Qur'an diturunkan oleh banyak orang kepada orang banyak, menurut kebiasaan mustahil mereka berdusta. Allah menjamin kemurnian Al-Qur'an dan Dia-lah sendiri yang menjaganya, sebagaimana tercantum dalam Surat Al-Hijr ayat 9 yang berbunyi :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Artinya : "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."

d. Allah SWT. akan memberi pahala kepada mereka yang membaca Al-Qur'an, dengan pahala setiap hurufnya satu kebaikan dan setiap kebaikan bernilai 10 kali kebaikan, hal ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW. yang artinya :

"Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka ia akan mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan bernilai 10 kebaikan. Saya tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf Lam satu huruf dan Mim satu huruf." (HR. Tirmidzi)

e. Al-Qur'an dimulai dengan Surat Al-Fatihah dan diakhiri An-Nas. Tata urutan tersebut dilakukan oleh Rasulullah atas petunjuk Allah melalui Malaikat Jibril.

 

Keistimewaan Al-Qur'an

Al-Qur'an sebagai Mukjizat Nabi Muhammad SAW. merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Kata Mukjizat berasal dari kata ‘Ajaza, artinya melemahkan atau menjadikan tidak mampu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mukjizat adalah kejadian ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia, kemukjizatan Al-Qur'an bukan bersifat indrawi dan material, akan tetapi dapat dipahami oleh akal manusia, sehingga menjadikan hal tersebut selalu abadi dan tidak dibatasi oleh waktu dan tempat tertentu.

Oleh karena itu, keistimewaan Al-Qur'an tidak akan mungkin ditandingi oleh manusia, bahkan jin sekalipun walaupun hanya satu huruf. Hal ini ditegaskan dalam Firman Allah Ta’ala Surat Al-Isra' ayat 88 yang berisi :

قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُوا۟ بِمِثْلِ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Artinya : "Katakanlah : “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.”

Fungsi utama Al-Qur'an adalah menjadi petunjuk untuk seluruh manusia dan berlaku sepanjang masa sampai Hari Kiamat, hal ini dikarenakan Al-Qur'an sebagai Kitab Allah yang terakhir, dan sekaligus Nabi Muhammad SAW. adalah nabi yang terakhir, dan sesudahnya tidak akan pernah ada nabi lagi.

Keistimewaan al-Qur'an, dapat dilihat dari beberapa unsur sebagai berikut ini :

  • Gaya bahasa Al-Qur'an yang mengagumkan, yang tidak bisa ditandingi oleh siapapun.
  • Kandungan Al-Qur'an mengenai sejarah dan ramalan hidup manusia yang menakjubkan.
  • Al-Qur'an sebagai sumber ilmu pengetahuan.
  • Al-Qur'an sebagai pedoman seluruh kehidupan manusia.
  • Al-Qur'an, Kitab suci yang bebas dari kesalahan-kesalahan.
  • Penerima wahyu Al-Qur'an, Nabi Muhammad SAW., seorang Nabi yang Ummi (tidak bisa baca dan tulis).
  • Isi Al-Qur'an yang terpelihara dari usaha pemalsuan.
  • Keindahan dan ketelitian redaksi-redaksinya, tidak mungkin dapat ditandingi oleh manusia sekalipun oleh orang-orang arab sendiri.
  • Adanya pemberitaan-pemberitaan ghaib yang terbukti, seperti akan ditemukannya jasad Fir'aun, dan lain-lain. 
  • Adanya isyarat-isyarat ilmiah tentang Ilmu Pengetahuan, yang sekarang sudah banyak sekali terbukti, baik di bidang kedokteran, kelautan dan ruang angkasa.

 

Kedudukan Fungsi Al-Qur'an

Al-Qur'an sebagai Kitab Suci Umat Islam merupakan pedoman hidup yang tidak boleh ditinggalkan dalam sekejap pun, karena Al-Qur'an mempunyai fungsi antara lain :

a. Bahwa Al-Qur'an sebagai bukti bahwa Nabi Muhammad adalah sebagai Nabi dan Rasul Allah, dan apa yang terkandung di dalam Al-Qur'an adalah Firman Allah SWT. dan bukan ucapan Nabi. Al-Qur'an merupakan Mukjizat Nabi Muhammad yang terbesar, dan melebihi mukjizat-mukjizat Nabi sebelumnya, serta diperuntukkan untuk seluruh umat manusia sampai hari kiamat.

b. Sebagai jalan hidup bagi seluruh umat manusia untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapinya dalam bidang hukum, sosial ekonomi, kebudayaan, pendidikan, moral dan lain-lain.

c. Sebagai Sumber Hukum Tertinggi untuk memberikan keputusan terakhir mengenai masalah-masalah yang diperselisihkan di kalangan para pemimpin agama maupun yang terjadi dalam masyarakat.

d. Sebagai korektor untuk mengoreksi kepercayaan-kepercayaan, pandangan-pandangan, anggapan-anggapan salah yang tercantum dalam kitab-kitab lain. Di antara pemahaman-pemahaman yang dikoreksi Al-Qur'an adalah :

  1. Ajaran Trinitas yang tersebar dalam Injil saat ini
  2. Kepercayaan Bangsa Arab Pra-Islam, bahwa Tuhan itu mempunyai anak perempuan, yaitu para malaikat.
  3. Al-Qur'an sebagai pengukuh kebenaran kitab-kitab suci yang diturunkan sebelum Al-Qur'an dan kebenaran Para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad. Dan, kenyataannya kitab-kitab yang ada sekarang selain Al-Qur'an telah banyak diubah oleh para pemimpinnya, sehingga otentik keasliaannya telah hilang.

 

Hubungan Al-Qur’an Dengan Kitab-Kitab Sebelumnya

Dalam hubungannya dengan kitab-kitab suci yang diturunkan Allah sebelumnya, maka Al-Qur'an berfungsi sebagai berikut :

  • Sebagai Nasikh, baik lafazh maupun hukum terhadap kitab-kitab sebelumnya. Intinya, semua kitab suci terdahulu dinyatakan sudah tidak berlaku dan satu-satunya kitab yang wajib diikuti dan dilaksanakan petunjuknya hanyalah Kitab Suci Al-Qur'an. Hal itu disebabkan oleh 2 hal yaitu pertama, karena kitab-kitab suci terdahulu itu tidak ada lagi yang utuh dan asli seperti waktu diturunkan. Kedua, karena kitab-kitab suci tersebut berlaku khusus untuk kaum dan masa tertentu saja.
  • Muhaimin atau batu ujian terhadap kebenaran kitab-kitab yang sebelumnya. Hal ini bermaksud Al-Qur'an-lah yang dapat menjadi korektor terhadap perubahan yang terjadi pada Kitab-Kitab sebelumnya. Dengan demikian, Al-Qur'anlah satu-satunya yang dapat dijadikan pegangan.
  • Mushaddiq (Menguatkan Kebenaran-Kebenaran) pada Kitab-Kitab Suci sebelumnya, seperti Taurat dan Injil yang membawakan petunjuk Allah dan cahaya kebenaran (ayat yang sama), misalnya berita tentang kedatangan Nabi dan Rasul terakhir yang terdapat dalam Kitab Taurat dan Injil dibenarkan oleh Al-Qur'an dengan kedatangan Nabi Muhammad SAW.

 

Tanda-Tanda Beriman Kepada Al-Qur'an

Sebagai seorang muslim tentu saja Al-Qur'an menjadi pedoman utama dalam kehidupannya, sehingga seluruh kegiatannya, ucapannya dan perbuatannya haruslah senantiasa bersumber dari Al-Qur'an, adapun cirinya adalah sebagai berikut :

  1. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dan dasar dalam setiap langkah dan perbuatannya.
  2. Selalu membacanya setiap saat dan waktu.
  3. Semakin rajin mengkaji dan mendalami ma'na dan isi kandungannya. Sehingga perilaku kita benar-benar mencerminkan isi kandungan Al-Qur'an.
  4. Menjaga sebaik-baiknya dari segala upaya pemalsuan atau merusaknya.
  5. Berusaha mengajarkannya kepada orang lain.

 

Bagian Isi Kandungan Al-Qur'an

Al-Qur'an sebagai Kitab Suci Umat Islam yang di dalamnya tidak ada keraguan sedikitpun dan menjadi pedoman hidup bagi orang-orang yang bertaqwa. Dengan demikian, sebagai seorang muslim yang bertaqwa hendaknya benar-benar mengamalkan ajaran yang terkandung di dalam Al-Qur'an yang di antara lain berisi tentang :

a. Aqidah

Aqidah Tauhid merupakan suatu keyakinan kepada Allah Ta’ala, bahwa Allah adalah tunggal (Maha Esa), yang tidak pernah tidur dan tidak beranak, dan Allah-lah satu-satunya sesembahan.

b. Ibadah

Ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan untuk mendapatkan Ridha Allah Ta’ala. Bentuk dasar dari ibadah dalam ajaran Islam, yaitu mengucapkan 2 kalimat syahadat, mendirikan sholat 5 waktu, membayar zakat, menunaikan puasa di Bulan Suci Ramadhan dan melaksanakan haji bagi yang mampu.

Ibadah ini adalah bentuk realisasi dari aqidah (keimanan), maka iman tanpa dibuktikan dengan ibadah hanyalah bohong belaka.

c. Akhlak

Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji maupun tercela. Allah Ta’ala mengutus Nabi Muhammad SAW. tidak lain adalah untuk memperbaiki akhlak manusia dan tentunya, setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

d. Hukum-Hukum

Al-Qur'an mengandung hukum-hukum yang sangat lengkap, baik tentang jual-beli (perekonomian), pernikahan, perceraian, hukum waris, peperangan, peradilan dan lain-lain.

e. Tadzkir (Pemberi Kabar Berita/Peringatan)

Tadzkir adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT. berupa siksa neraka dan bisa dalam bentuk kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dengan balasan berupa kenikmatan surga.

f. Sejarah atau Kisah Orang-Orang Terdahulu

Sejarah atau Kisah adalah cerita mengenai orang-orang terdahulu, baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah, dan juga yang mengalami kebinasaan akibat durhaka kepada Allah supaya umat manusia dapat mengambil hikmah pelajaran yang baik dari kejadian masa lampau.

g. Dorongan untuk Berpikir

Beberapa ayat-ayat Al-Qur’an juga mengulas bahasan yang memerlukan pemikiran untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai alam semesta.

 

Kewajiban Manusia Terhadap Al-Qur'an

Sebagai seorang Muslim, Al-Qur'an adalah Kitab suci yang dijadikan untuk pedoman dan dasr dalam hidunya, oleh karena itu kita memiliki kewajiban-kewajiban terhadap Al-Qur'an, antara lain :

  • Mengimaninya sebagai Wahyu Allah
  • Mempelajarinya
  • Membacanya
  • Mengamalkan Ajaran yang Terkandung di dalamnya
  • Mengajarkan Al-Qur'an kepada Orang Lain

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.