Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

5 Makna Yang Terkandung Dalam Kalimat Tauhid Lailaha Illallah

5 Makna Yang Terkandung Dalam Kalimat Tauhid Lailaha Illallah

Kata Ilah sendiri mempunyai makna yang beragam. Dalam bahasa sehari-hari, kita sering mengartikannya dengan kata Tuhan atau Sesembahan sedangkan dalam terminologi Al-Qur'an, kata Ilah dalam kalimat syahadat mempunyai beberapa makna yaitu :

 

a. Mahbubun (Sesuatu yang Dicintai)

Makna tersebut tergambarkan dalam Firman Allah, Surah Al-Baqarah ayat 165 yang berdalih :

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ

Artinya : "Dan, di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah."

Ayat di atas menyebutkan bahwa menyembah dikaitkan dengan mencintai. Jadi, kalau seseorang mencintai sesuatu (dalam ayat disebutkan ‘andada’ yaitu tandingan-tandingan) sejajar dengan cintanya kepada Allah berarti mereka menyembah tandingan-tandingan tersebut.

Oleh karena itu, Allah adalah target kecintaan orang yang beriman dengan kecintaan yang amat sangat, sebagaimana dalam Firman-Nya di atas dan pastinya orang-orang beriman senantiasa mencintai Allah SWT. di atas segala kecintaan.

 

b. Matbu'un (Sesuatu yang Diikuti)

Kata itu bisa diartikan, mengikuti sesuatu selain dari petunjuk yang diberikan Allah SWT. dan dapat dikatakan juga seseorang itu mempunyai Tuhan selain Allah sebagaimana disebutkan dalam Surah Al Furqan ayat 43 yang berbunyi :

أَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ أَفَأَنتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا

Artinya : "Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka, apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya ?"

Orang yang suka mengikuti hawa nafsunya biasanya akan menjurus kepada sesuatu yang negatif dan bila berdasarkan ayat di atas, seseorang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, maka hawa nafsunya tersebut juga bisa menjadi tuhan baginya.

 

c. Marhabun (Sesuatu yang Ditakuti)

وَقَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓا۟ إِلَٰهَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَإِيَّٰىَ فَٱرْهَبُونِ

Artinya : Allah berfirman : "Janganlah kamu menyembah 2 Tuhan. Sesungguhnya, Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, hendaklah kepada-Ku saja kamu takut." (QS. An- Nahl ayat 51)

Seorang muslim harus berani dan tidak boleh takut kepada siapapun, kecuali kepada Allah. Takut di sini adalah Takut Syar'i (takut dan terpaksa menjalankan sesuatu yang bertentangan dengan perintah Allah karena sesuatu, misalnya seperti manusia, jin atau mahluk lain). Namun, Takut Tabi'i diperbolehkan, misalnya takut dengan anjing galak, takut dengan ular berbisa dan sebagainya.

Taqwa dalam arti sempit dapat berarti takut, sedangkan makna Taqwa kepada Allah bisa berarti luar biasa takutnya kepada Allah. Dengan mendengarkan Asma Allah, hatinya bergetar karena takut dan otomatis akan melaksanakan segala perintah Allah serta menjauhi segala larangannya.

Rasa takut ini bukan diartikan yang biasanya dapat membuat mereka lari, tetapi justru membuatnya selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan-Nya sebagai pelindung atas segala rintangan tantangan yang dihadapinya, sebagaimana dalam Firman-Nya dalam Surah Al-Ahzab ayat 39 yang berbunyi :

ٱلَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَٰلَٰتِ ٱللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُۥ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا ٱللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ حَسِيبًا

Artinya : "(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan."

 

d. Marghubun (Sesuatu yang Diharapkan)

Allah SWT. adalah Dzat yang senantiasa diharapkan, karena Allah selalu memberikan kasih sayang-Nya dan di tangan-Nyalah dipenuhi segala kebaikan.

Seperti dikisahkan tentang Nabi Zakaria beserta istrinya memohonkan kepada Allah untuk dikaruniakan anak, dan Allah Ta’ala segera mengabulkan doanya sebagaimana tercantum pada Surah Al-Anbiyaa ayat 90 yang berbunyi :

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَٰشِعِينَ

Artinya : "Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya, Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya, mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas, dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami."

 

e. Ma'budun (Sesuatu yang Disembah)

Allah SWT adalah Dzat yang patut disembah secara mutlak, karena Allah adalah satu-satunya Tuhan, tiada sekutu kepada-Nya, dan diabdi oleh seluruh kekuatan yang ada pada manusia. Oleh karena itu, tidak boleh ada pencampuradukan dalam hal agama terutama masalah aqidah, sebagaimana dalam Firman-Nya pada Surah Al-Kafirun ayat 1-6 yang berbunyi :

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ o لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ o وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ  o وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ  o وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ o لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ o

Artinya : "Katakanlah : "Hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan, aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan, kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku."

Dan Allah SWT. selalu mengutus para rasul-Nya kepada setiap umat dengan membawa risalah pengabdian pada Allah sahaja dan menjauhi Thagut (sesuatu persembahan selain Allah) sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nahl ayat 36 yang berbunyi :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ

Artinya : "Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu."

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.