Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

4 Kitab Allah Yang Wajib Diimani Oleh Umat Islam


4 Kitab Allah Yang Wajib Diimani Oleh Umat Islam

Allah Ta’ala sudah menurunkan 4 Kitab Suci ke muka bumi kepada Para Rasul-Nya masing-masing agar dapat dijadikan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia.

Sebagai bentuk dari rukun iman, kita harus beriman kepada Kitab-Kitab Allah yang pernah diturunkan ke muka bumi ini, walaupun ketiga kitab sebelumnya sudah hilang keasliannya. Namun, kita tetap diharuskan untuk meyakini keberadaan kitab-kitab tersebut di antaranya ialah.

 

1. Kitab Taurat

Kitab Taurat adalah kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Musa Alaihissalam untuk dijadikan petunjuk bagi Bangsa Israil dan menggunakan Bahasa Ibrani. Kata Taurat berasal dari bahasa Ibrani Torah yang artinya Undang-Undang, Hukum atau Syari'at. Hal ini dijelaskan oleh Allah Ta’ala dalam Surat Al-Maidah ayat 44 yang berbunyi :

إِنَّآ أَنزَلْنَا ٱلتَّوْرَىٰةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ ۚ

Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (terdapat) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)."

Dalam Surat Al-Furqan ayat 35, Allah berfirman :

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلْنَا مَعَهُۥٓ أَخَاهُ هَٰرُونَ وَزِيرًا

Artinya : "Dan, sesungguhnya Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun saudaranya, menyertai dia sebagai wazir (pembantu)."

Dalam pandangan Islam berdasarkan keterangan Al-Qur'an, Taurat merupakan salah satu di antara kitab-kitab suci yang diwahyukan Allah SWT. kepada Para Rasul-Nya yang mengandung peraturan dan petunjuk bagi kehidupan umat manusia sebagaimana dalam Surah Ali Imran ayat 3 yang berbunyi :

نَزَّلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ

Artinya : "Dia menurunkan Al-Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil."

Ayat di atas menandakan, bahwa Taurat sebagai wahyu Tuhan yang diberikan langsung kepada Nabi Musa Alaihissalam dan bukan hasil rekaan atau tulisan karya Nabi Musa itu sendiri, dan juga bukan bagian karangan Para Rahib Yahudi yang hidup beberapa abad yang lampau, namun Taurat yang ada sekarang telah menjadi karangan manusia yang dianggap masih asli.

 

2. Kitab Zabur

Kitab Zabur adalah kitab suci yang diturunkan Allah SWT. kepada Nabi Daud Alaihissalam dalam Bahasa Qibti. Secara etimologis, kata Zabur berasal dari kata Zabara, artinya menulis. Istilah kata Zabur dalam Al-Qur'an diulang-ulang sebanyak 11 kali, dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa'  ayat 163 yang menjelaskan :

۞ إِنَّآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ كَمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ نُوحٍ وَٱلنَّبِيِّۦنَ مِنۢ بَعْدِهِۦ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَٰرُونَ وَسُلَيْمَٰنَ ۚ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

Artinya : "Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak-cucunya, Isa, Ayub, Yunus, Harun dan Sulaiman, dan Kami berikan Zabur kepada Daud.”

Selain itu, Zabur dalam Kamus Bahasa Arab diambil dari kata Mazmur, yang bisa diartikan nyanyian pujian. Dalam garis besar, Kitab Zabur ini merupakan kumpulan mazmur, atau nyanyian-nyanyian rohani yang mengandung unsur pujian yang diberikan kepada Nabi Daud.

Allah Ta’ala telah memberikan kitab ini sebagai pedoman di kalangan Bani Israil setelah dia berhasil membunuh Si Raksasa Jalut dan menaklukkan ayah mertuanya sendiri, Raja Thalut, sehingga kelak berhasil diangkat sebagai Raja Israel.

 

3. Kitab Injil

Kitab Injil diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Isa Alaihissalam dalam Bahasa Suryani. Kata Injil berasal dari Bahasa Yunani yakni Euangelion, yang berarti kabar gembira atau berita selamat. Setelah diserap dalam Bahasa Arab, kitab ini dinamakan Injil dan Al-Qur’an sendiri sudah menyebutkannya beberapa kali, di antaranya dalam Surah Ali Imran ayat 3 yang berbunyi :

نَزَّلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَأَنزَلَ ٱلتَّوْرَىٰةَ وَٱلْإِنجِيلَ

Artinya : "Dia menurunkan Al Kitab (Al-Quran) kepadamu dengan sebenarnya, membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya serta menurunkan Taurat dan Injil."

Menurut Umat Nasrani, Injil meyakini tentang Isa Al-Masih (Yesus Kristus) yang dipilih sebagai juru selamat dan datangnya kabar tentang Kerajaan Surga. Namun saat-saat ini, banyak sekali sekte-sekte bermunculan dengan pandangan yang berbeda-beda, sehingga menimbulkan perselisihan yang tiada hentinya.

Kini, Kitab Injil yang diakui sah menurut Umat Nasrani ialah Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohannes. Keempat kitab itu dianggap benar karena disusun oleh para penulis yang dipercaya telah mendapat arahan langsung dari Roh Kudus.

Oleh karena itu, kitab-kitab ini dianggap sebagai kumpulan susunan ayat-ayat Tuhan dan tulisan-tulisan manusia pilihan yang menceritakan kisah-kisah kehidupan Yesus Kristus seperti masa penyalibannya, penguburannya, pengangkatan ke langit, masa dakwah di tengah-tengah Bani Israil, dan mukjizat-mukjizat yang pernah dilakukannya.

Namun berbeda dengan pandangan Umat Islam, Kitab Injil merupakan himpunan Firman Tuhan yang diwahyukan kepada Nabi Isa Alaihissalam, namun sayangnya bahasa kitab aslinya sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa lainnya sehingga sudah hilang otentik keasliannya.

Intinya, Al-Qur’an memerintahkan kepada Umat Islam untuk beriman dan meyakini akan adanya Kitab Injil yang benar-benar asli turun kepada tangan Nabi Isa Al-Masih, bukan Injil versi Matius, Markus, Lukas dan Yohannes yang telah tersebar di seluruh dunia dan diakui oleh Umat Nasrani sekarang.

 

4. Kitab Al-Quran

Kata Qur’an menurut bahasa berarti bacaan, sebagaimana tertulis pada Al-Qur’an Surah Al-Qiyamah ayat 17-18 yang berbunyi :

فَإِذَا قَرَأْنَٰهُ فَٱتَّبِعْ قُرْءَانَهُۥ o إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُۥ وَقُرْءَانَهُۥ

Artinya : "Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah yang mengumpulkan (di dadamu) dan membuatmu pandai membacanya. Apabila Kami telah selesai membacanya, maka ikutilah bacaannya.”

Adapun, Al-Qur'an ialah Kalam Allah Ta’ala yang merupakan mukjizat yang diturunkan (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW. dengan menggunakan Bahasa Arab, sedangkan membacanya adalah bentuk ibadah.

Dengan definisi ini, Kalam Allah yang diturunkan kepada Para Nabi selain kepada Nabi Muhammad SAW., tidak dinamakan Al-Qur'an, sedangkan semua kitab-kitab terdahulu di muka bumi itu sendiri sudah terhimpun menjadi satu informasi yang hanya didapatkan dalam Al-Qur’an saja.

Kitab Al-Qur’an juga mendapat julukan Al-Furqan yang artinya pembeda haq dan bathil, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi :  

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ

Artinya : “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil."

Ayat di atas menjelaskan bahwa, Al-Qur'an diturunkan oleh Allah Ta’ala sebagai petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu, seluruh umat manusia harus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidupnya supaya kita dapat menggapai banyak kebajikan dan kebenaran serta terhindar dari bahaya akan kebathilan dan kemaksiatan.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.