Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sukses Sam Walton, Bos Wal-Mart Yang Suka Hidup Sederhana

Kisah Sukses Sam Walton, Bos Wal-Mart Yang Suka Hidup Sederhana

Nama Lengkap

Samuel Moore Walton

Tempat, Tanggal Lahir

Kingfisher, Oklahoma, Amerika Serikat, 29 Maret 1918

Masa Kewafatan

UAMS Medical Center, Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat, 5 April 1992

Total Harta Kekayaan

Mencapai 8,6 Miliar USD atau setara Rp 120,4 Triliun

Jenjang Pendidikan

Sarjana Ekonomi, University of Missouri di Columbia

Karir Perusahaan

CEO dan Founder Wal-Mart


Samuel Moore Walton adalah pendiri Wal-Mart, perusahaan yang bergerak di bidang retail.
Beliau dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1918 di Kota Kingfisher, Oklahoma, Amerika Serikat. Dia merupakan sosok manusia pekerja keras dan tetap memilih bekerja meski dirinya sudah tergolong orang yang sangat kaya. Di sisi lain, gaya hidupnya yang diterapkan sangat sederhana jika diukur dari kalangan konglomerat.

Dengan kepemilikan 20 % saham Wal-Mart, Sam Walton ternyata memiliki total harta kekayaan bersih sebesar 2,8 Miliar USD pada Tahun 1985. Saat ini, Wal-Mart adalah perusahaan retail pertama terbesar di dunia, sedangkan Carrefour menduduki di posisi kedua.

Pada Tahun 1991, Wal-Mart memberikan sebuah hadiah terindah kepada Walton, keberhasilan yang tidak pernah terpikirkan sebelum terjadinya, ternyata Wal-Mart berhasil mengalahkan Sears sebagai perusahaan penjual eceran terbesar di seluruh negara. Sepuluh tahun sebelumnya, Wal-Mart pernah mendapatkan omzet penjualan yang tidak seberapa sebesar 2,6 Miliar USD, berbanding terbalik dengan omzet penjualan Sears sebesar 20 Miliar USD.

Namun pada tahun 1991, Omzet Penjualan Wal-Mart menyundul tajam hingga mencapai 32,6 Miliar USD, kenyataan itu langsung melampaui Penjualan Sears sebesar 32 Miliar USD.

Kepribadian Sam Walton bisa dikatakan cukup unik, meskipun dirinya sudah menjadi konglomerat, Walton masih saja bangun pagi, bekerja keras dan makan bersama dengan karyawan-karyawan lainnya seperti pada umumnya, terkecuali Hari Minggu yang harus dihabiskan bersama keluarganya.

Ia selalu mengajarkan anak-anaknya untuk membiasakan gaya hidup sederhana dan tetap bekerja keras. Biasanya, ia sering menghabiskan waktunya untuk berburu ayam hutan, bahkan terkadang harus membolos kerja hanya untuk melakukan kegemarannya itu.

Di sisi lain, ia cenderung lebih suka meminjam koran dibandingkan harus membelinya. Namun, ia juga suka mengundang keluarga miskin untuk selalu makan bersamanya. Walaupun mencapai puncak kekayaan yang luar biasa, Walton pernah menyelipkan kardus ke dalam sepatunya untuk menutup sebagian lubangnya, padahal bisa saja dia untuk membeli sepasang sepatu baru dan mahal.

Sam tercatat pemilik rekor hidup yang paling sederhana, di antara kalangan orang-orang kaya. Bahkan, dia pernah terbang di layanan kelas satu (First Class) hanya sekali seumur hidup dalam perjalanan panjang dari Amerika Serikat ke Afrika bersama para karyawannya.

Ditambah lagi, mobil perusahaan yang dimiliki pun bukan Mobil Limousin seperti orang kaya pada umumnya. Bernard Marcus, Pimpinan dan Pembantu Pendiri Home Depot, teringat saat dia pergi keluar untuk makan siang bersama Sam setelah pertemuan di Bentowwolle dengan mengatakan :

"Saya masuk ke mobil pick-up Sam yang berwarna merah. Tidak ada AC dan tempat duduknya berbekas kopi dan pada waktu saya sampai ke restoran, baju saya basah kuyup. Dan itulah Sam Walton, tidak suka pamer dan tidak sombong.”

Pada Tahun 1970, Wal-Mart memberikan penawaran saham kepada masyarakat publik dan dananya akhirnya dapat terkumpul kira-kira sekitar 5 Juta USD untuk membantu pembangunan 6 buah toko lagi dan menyelesaikan pusat distribusi perusahaan yang pertama.

Dengan uang ini dan penawaran saham sesudahnya, momentum akhirnya meningkat dan sesuai dengan alur rencana Walton. Setelah membangun 39 buah toko dalam dasawarsa pertama, Wal-Mart membangun 452 toko pada era Tahun 1970-an dan 1.237 toko pada era Tahun 1980-an.

Dari Tahun 1970 sampai 1990-an, saham Wal-Mart bukan hanya mengalahkan semua saham lainnya di pasar, melainkan juga mengalahkan impian orang-orang yang berniat membeli sahamnya yang kian menggila. Memang sebenarnya tidak aneh, 100 lembar saham yang dibeli pada Tahun 1970 seharga 1.650 USD, nilainya melonjak naik menjadi 2,6 Juta USD pada Tahun 1992.

Pada Tahun 1988, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai CEO Wal-Mart walaupun ia tetap aktif di dalam perusahaannya. Pada Tahun 1992, ia sempat mendapatkan medali penghargaan dari Presiden Amerika Serikat waktu itu, George H.W. Bush dalam bentuk Presidential Medal of Freedom.

Sayangnya setelah sebulan kemudian, ia dinyatakan meninggal dunia karena menderita komplikasi leukemia dan kanker tulang sumsum di Rumah Sakit UAMS Medical Center. Ia menghembuskan nafasnya terakhir tepat pada tanggal 5 April 1992 di Little Rock, Arkansas, Amerika Serikat dan diperkirakan sisa harta kekayaannya yang ditinggalkan menyentuh angka 8,6 Miliar USD.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.