Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Perihal Kedahsyatan Api Neraka Yang Wajib Kamu Ketahui

8 Perihal Kedahsyatan Api Neraka Yang Wajib Kamu Ketahui

Mendengar kata neraka, pasti yang terbesit di setiap pikiran semua manusia yaitu hal-hal yang mengerikan dan menyeramkan akan siksa Tuhan yang akan diberikan kepada para pendosa. Tentunya, hukuman akhirat ini benar-benar nyata dan bukan isapan jempol belaka. 

Ada beberapa perihal yang mengisahkan kedahsyatan neraka agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan berusaha menjauhi segala kemaksiatan yang ada, sebagaimana disebutkan di bawah ini.

1. Pembakaran Api Neraka Berlapis-lapis

Dari Abu Hurairah RA. bahwa Nabi Muhammad SAW. pernah bersabda :

"Api neraka dinyalakan selama 1000 tahun hingga menjadi merah, kemudian dinyalakan di atasnya selama 1000 tahun hingga menjadi putih, kemudian dinyalakan di atasnya selama 1000 tahun hingga menjadi hitam, maka ia menjadi hitam dan gelap." (HR. Tirmidzi)

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW. bersabda : 

“Apimu ini adalah satu bagian dari 70 bagian dari Api Jahannam. Kalau saja, ia tidak dipadamkan dua kali tentulah kalian tidak bisa memanfaatkannya dan ia berdoa kepada Allah agar tidak mengembalikannya ke dalam neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah SAW. bersabda : 

"Pada hari kiamat didatangkan penghuni dunia yang paling sejahtera, lalu dimasukkan ke dalam neraka. Kemudian dikatakan, "Hai Anak Adam, apakah engkau melihat kebaikan ? Apakah engkau merasakan kenikmatan ?” Ia menjawab, “Tidak, demi Allah Ya Rabb.” 

Dan didatangkan orang yang paling sengsara di dunia, lalu dimasukkan ke dalam surga. Kemudian dikatakan kepadanya, “Apakah engkau melihat kemelaratan ? Apakah engkau merasakan kesengsaraan ?” Orang itu menjawab, “Tidak, demi Allah Ya Rabb, aku tidak melihat kemelaratan dan tidak merasakan kesengsaraan sedikitpun." (HR. Muslim)

Ka'ab Al Ahbaar berkata, "Demi Allah yang nyawa Ka'ab berada di tangan-Nya, seandainya engkau berada di timur dan api neraka berada di barat, kemudian ia disingkapkan niscaya otakmu keluar dari kedua lubang hidungmu lantaran panasnya yang sangat. Hai orang-orang, apakah kalian merasa tenang dengan kenyataan ini ? Apakah kalian bisa tahan dengan kenyataan ini ? Hai orang-orang, menaati Allah lebih ringan bagimu daripada siksaan ini, maka taatilah Dia.”

Baca Juga :


2. Informasi Hadist Nabi Terkait Amalan Penghuni Neraka

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda, "Maukah kukabarkan kepada kalian tentang penghuni neraka ? Mereka adalah orang yang buruk kelakuannya dan bengis." (HR. Ahmad)

Diriwayatkan dengan makna yang sama dari Amru bin Ash, dari Ghanam bahwa Rasulullah SAW. bersabda : “Tidaklah masuk surga bagi orang yang sombong dan bengis lagi jahat." (HR. Ahmad)

Dari Ali bin Rabaah, dari Suraqah bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW. bersabda, "Hai Suraqah, maukah kuberitahukan tentang penghuni surga dan penghuni neraka ?" Suraqah menjawab, "Baiklah Ya Rasulullah." Nabi SAW. berkata, "Penghuni neraka adalah setiap orang yang bengis, angkuh dan sombong. Adapun penghuni surga, mereka adalah orang-orang yang lemah dan tak berdaya." (HR. Thabrani)

Dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda : 

“Dua macam dari umatku yang belum pernah kulihat mereka, yaitu orang-orang yang membawa cambuk api seperti ekor sapi dan memukuli orang lain dengannya dan wanita-wanita yang berpakaian, tetapi telanjang, berlenggak lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium baunya, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian." (HR. Muslim)

Hadits ini menyebutkan tentang seseorang yang mempunyai senjata canggih seperti cambuk api. Dengan senjata ini, mereka memukuli dan menyengsarakan orang lain sehingga orang seperti itulah tidak bakal masuk surga. 

Juga adanya wanita-wanita yang berpakaian tetapi pakaiannya sangat minim, tipis dan ketat sehingga keadaannya seperti telanjang. Mereka berlenggak-lenggok, berjoged menari dengan gerakan yang mengundang birahi. Orang seperti ini tidak bakal masuk surga alias bakal masuk neraka.

Disebutkan dalam Yaqdhah Ulil I’tibaar, mereka disebutkan memakai baju tetapi telanjang dari agama, karena terbuka dan menampakkan keindahan-keindahan tubuh mereka. Ada yang mengatakan mereka memakai baju tipis yang menampakkan bagian bawah dan belakangnya.

Mereka berpakaian, tapi sebenarnya mereka telanjang. Ada pula yang mengatakan, mereka berpakaian di dunia dengan berbagai macam perhiasan yang haram.

Dan maailaat artinya menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan suami serta tidak memelihara kehormatan diri. Mumiilaat artinya mengajari wanita berbuat seperti mereka. 

Ada yang mengatakan, maailaat artinya berjalan dengan angkuh, sedangkan mumilaat artinya memiringkan badan untuk menyombongkan diri dan menarik perhatian kepada para lelaki dengan perhiasan yang mereka tampakkan dan bau yang harum. 

Adapula yang mengatakan, maailaat artinya menyisir rambutnya dengan model seperti pelacur sedangkan mumilaat adalah wanita yang menyisir rambut wanita lain dengan model seperti pelacur. Bentuk rambut mereka dengan model yang tercela, bukan dengan jalinan rambut yang dibolehkan seperti diriwayatkan dalam Hadits Sahih dari Ummi Salamah.


3. Keluhan Neraka 

Dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda, 

"Api neraka mengeluh kepada Tuhannya dan berkata, “Ya Rabb, sebagian dariku memakan sebagian lainnya.” Kemudian Allah menjadikan baginya dua nafas, yaitu satu nafas di musim dingin dan satu nafas di musim panas dengan dingin yang paling dingin yang pernah kalian rasakan dan panas yang paling panas yang pernah kalian rasakan.” (HR. Syaikhain)

Dari Abu Hurairah, ia berkata, 

"Kami sedang berada bersama Rasulullah SAW. tiba-tiba terdengar suara keras. Kemudian, Rasulullah SAW. bertanya, "Tahukah kalian suara apa itu ?” Kami menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Nabi SAW. berkata, “Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka selama 70 tahun dan jatuh di dalam neraka sampai sekarang hingga mencapai dasarnya." (HR. Muslim)

Kalimat "Neraka mengeluh kepada Tuhannya bahwa sebagian darinya memakan sebagian yang lainnya.” diartikan menurut hakikatnya, bukan menurut majaz karena hal itu tidak mustahil. 

Adapun Rasulullah SAW. bersabda mengenai, "Neraka dan surga berargumentasi,” maka harus ada pengetahuan dan pemahaman tentang argumentasi itu. Ada yang mengatakan, itu adalah majaz yang diungkapkan dengan lisanulhal. Yang pertama lebih sahih, karena hal itu tidak mustahil sebagaimana Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Al-An'am ayat 57 yang artinya :

"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah, Dia-lah yang menerangkan sebenarnya.” 

Ibnu Abbas mengatakan, api memanggil orang munafik dan orang kafir dengan ucapan yang fasih, kemudian menyambar mereka sebagaimana burung mematuk biji.

Qurthubi mengomentari perkataan Ibnu Abbas tersebut maknanya secara marfu' dan itu menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan keluhan dan hujah itu adalah menurut hakikatnya.

Razin menyebutkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda, 

"Barang siapa berdusta terhadapku dengan sengaja, biarlah ia menempati tempat duduknya di antara kedua mata Jahannamn. Dikatakan, “Ya Rasulullah, apakah Jahannam mempunyai dua mata ?” Nabi SAW. menjawab, “Tidakkah kalian mendengar bahwa Allah berfirman, ‘Apabila neraka melihat mereka dari tempat yang jauh.’ 

Akan keluar leher api yang mempunyai 2 mata yang melihatnya dan sebuah lidah yang berkata, 'Aku ditugasi untuk menyiksa orang yang menyembah Tuhan lain selain Allah.' Sungguh, ia lebih mampu melihat mereka daripada burung melihat biji simsim. Kemudian ia mematuknya."

Dalam riwayat lain disebutkan : "Kemudian keluar leher api, lalu menyambar orang-orang kafir seperti burung mematuk biji simsim.” 

Abu Muhammad Ibnul Arabi men-sahihkannya dalam Qabas-nya dan berkata, "Ia pisahkan mereka dari para makhluk sebagaimana burung memisahkan biji simsim dari tanah." (At-Tadzkirah : 481)


4. Cambuk dan Rantai Neraka

Allah Ta'ala berfirman, “Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.” (QS. Al-Hajj : 21)

"Ketika belenggu dan rantai dipasang di leher mereka, seraya mereka diseret ke dalam air yang sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api.” (QS. Al-Mu'minun : 71-72)

“Kemudian, belitlah dia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta." (QS. Al Haqqah : 32)

"Karena sesungguhnya pada sisi Kami, ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala nyala." (QS. Al-Muzzammil : 12)

Dari Abdullah bin Amru bin Ash, bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

"Andaikata batu seperti ini (dan beliau menunjuk kepada bentuk seperti kepala) dilepaskan dari langit ke bumi yaitu sejauh 500 tahun, niscaya sampailah ia sebelum malam. Dan, andaikata ia dilepaskan dari ujung rantai, maka ia berjalan 40 tahun malam dan siang sebelum mencapai dasarnya." (HR. Tirmidzi)


5. Proses Para Penghuni Neraka Masuk Ke Jurang Neraka

Ibnu Wahb menyebutkan, telah diceritakan kepadanya oleh Abdurrahman bin Zaid, bahwa Jahannam menyerang mereka pada Hari Kiamat dengan bunga api, hingga mereka lari mundur. Maka, Allah Ta'ala berkata, "Kembalikanlah mereka kepadanya." 

Kemudian, mereka dikembalikan ke Jahannam sebagaimana Firman Allah. "(Yaitu) hari (ketika) kamu (lari) berpaling ke belakang, tidak ada seorangpun yang menyelamatkan kamu dari (siksa) Allah." (QS. Al-Mu'minun : 33)

Mereka diserang oleh nyala api neraka sebelum memasukinya hingga mata mereka menjadi buta, lalu mereka memasukinya dalam keadaan buta dan terikat tangan, kaki serta lehernya. Rasulullah SAW. bersabda, “Jarak antara kedua pundak penjaga Jahannam adalah seperti di antara timur dan barat.”

Ibnu Zaid mengatakan, mereka dipukul dengan cambuk-cambuk besi oleh para penjaga Jahannam. 

Apabila Allah berkata : "Ambillah dia.” Maka, mereka pun mengambilnya. Setiap kali mereka dipegang, tubuh mereka hancur berkeping-keping. Kemudian tangan, kaki dan leher mereka dikumpulkan dalam belenggu-belenggu, lalu mereka dilemparkan ke dalam neraka dalarn keadaan terikat. Kemudian, beliau membaca : 

"Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari siksa yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak terkena siksa).” (QS. Az Zumar: 24)


6. Para Penghuni Neraka Yang Pertama Kali Masuk dan Paling Berat Adzabnya

Dari Abu Hurairah RA. bahwa Rasulullah SAW. pernah bersabda :

"Tiga macam orang yang pertama masuk neraka ialah penguasa yang sewenang-wenang, orang kaya yang tidak menunaikan hak dari hartanya, dan orang miskin yang fasik.” (HR. Abu Bakar bin Abi Syaibah)

Dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah SAW. bersabda :

"Orang-orang yang paling keras disiksa pada Hari Kiamat adalah para pematung." (HR. Muslim)

Dari Ibnu Mas'ud pula, bahwa Rasulullah SAW. bersabda :

"Sesungguhnya orang-orang yang paling keras disiksa pada Hari Kiamat adalah seorang lelaki yang membunuh seorang Nabi atau dibunuh oleh seorang Nabi dan pematung yang membuat patung-patung.”

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Saw bersabda :

"Sesungguhnya termasuk orang-orang yang paling keras disiksa pada Hari Kiamat adalah seorang alim (orang berilmu) yang Allah tidak memberinya manfaat dengan ilmunya.” (HR. Ibnu Abdil Barr, Ibnu Majah, dan Ibnu Wahb)


7. Hikmah Keluar Orang-Orang Pernah Beriman Dari Neraka

Dari Jabir bin Abdullah, bahwa Rasulullah SAW. bersabda, 

"Ada orang-orang dari umatku yang masuk neraka lantaran dosa-dosa mereka. Mereka tinggal di dalam neraka sekehendak Allah. Kemudian, Kaum Musyrikin mengejek mereka (seraya) berkata, Ternyata apa yang kalian takutkan pada kami, yaitu kepercayaan dan imanmu, tidak bermanfaat bagimu.’ Maka, tidaklah tersisa seorangpun yang meng-Esakan Allah, melainkan Allah mengeluarkannya dari neraka. 

Kemudian, Rasulullah SAW. membaca : “Orang-orang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim.” (QS. Al Hijr : 2)

Dari Said bin Jubair, bahwa ada seorang lelaki di neraka berseru selama 1000 tahun (dengan mengucapkan) : "Ya Hannaan Ya Mannaan (Ya Tuhan Yang Maha Penyayang, Ya Tuhan Yang Maha Pemberi Karunia)."

Kemudian, Allah berkata kepada Jibril, "Hai Jibril, keluarkan hamba-Ku dari neraka."

Jibril mendatanginya dan mendapati neraka tertutup. Kemudian ia kembali dan berkata, "Ya Rabb, neraka tertutup di atas mereka."

Allah berkata, "Hai Jibril, kembalilah dan bukalah lalu keluarkan hamba-Ku dari neraka.”

Maka, Jibril membukanya, lalu mengeluarkannya dan meletakkannya di tepi surga hingga Allah menumbuhkan rambut, daging dan darahnya."

Baca Juga :


8. Sungai Kehidupan Bagi Para Alumni Neraka (Orang-Orang yang Dibebaskan dari Neraka)

Qurthubi mengomentari, apabila Allah ingin mengeluarkan orang-orang yang meng-Esakan Allah dari neraka, Dia menggerakkan hati para penganut agama-agama lain hingga orang-orang kafir itu berkata kepada mereka, 

"Dulu kami, kamu dan bapak-bapak kita semua berada di dunia, kalian beriman sedangkan kami kafir, kalian membenarkan sedang kami mendustakan, kalian mengakui sedang kami mengingkari. Ternyata hal itu tidak bermanfaat bagimu, sekarang kita sama saja. Kalian disiksa sebagaimana kami disiksa, kalian kekal sebagaimana kami kekal."

Ketika itu, Allah sangat marah dan belum pernah marah seperti itu sebelumnya serta tidak akan marah seperti itu lagi.

Maka, ahli tauhid dikeluarkan dari situ ke suatu mata air antara surga, neraka, dan shirat yang bernama Sungai Kehidupan. Kemudian, mereka diperciki air sehingga mereka tumbuh seperti biji yang tumbuh di bekas banjir. Yang bersebelahan dengan tempat yang teduh berwarna hijau dan yang bersebelahan dengan sinar matahari berwarna kuning.

Mereka dimasukkan ke dalam surga, lalu ditulis pada dahi-dahi mereka, "Mereka ini adalah orang-orang yang dibebaskan Allah dari neraka." 

Kecuali seorang lelaki yang tinggal di situ (api neraka) selama 1000 tahun, kemudian ia berseru : "Ya Hannaan Ya Mannaan." Maka, Allah mengutus kepadanya seorang malaikat dan masuk ke dalam neraka mencarinya selama 70 tahun, namun tidak mampu menemukannya. 

Kemudian, Allah Ta'ala berkata, "Pergilah, ia berada di lembah Anu di bawah sebuah batu besar, keluarkanlah dia." Malaikat itu pun pergi dan mengeluarkannya dari situ, lalu memasukkannya ke dalam surga.

Kaum Jahannamiyin memohon kepada Allah Ta'ala agar menghapus nama itu dari mereka (karena mereka merasa malu). Maka, Allah mengutus seorang malaikat untuk menghapusnya dari dahi mereka. 

Kemudian kepada Para Penghuni Surga dan Kaum Jahannamiyiin dikatakan : "Pergilah kepada penghuni neraka.” 

Ada orang yang melihat ayahnya, tetangga dan temannya, dan ada pula yang melihat untanya. Kemudian Allah Ta'ala mengutus para malaikat yang membawa penutup-penutup dari api, paku-paku dari api, dan tiang-tiang dari api kemudian api ditutupkan di atas mereka dengan penutup itu, dipaku dengan paku-paku itu, dan diulur dengan tiang-tiang itu.

Karenanya, tidak ada celah dalam neraka sekecil apapun, sehingga roh bisa masuk tetapi tidak bisa keluar. Sementara, para penghuni surga sibuk dengan kenikmatan dan tidak membutuhkan pertolongan untuk selamanya. Pembicaraan terputus, yang terdengar hanya naik turunnya nafas. Itulah makna Firman Allah Ta'ala terdapat pada Surah Al-Humazah ayat 6 yang berbunyi :

"Sesungguhnya api itu ditutup rapat di atas mereka." 

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.



Berlangganan via Email