Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Sukses Warren Buffet, Mahaguru Para Investor Menyumbang Donasi Terbesar di Dunia

Kisah Sukses Warren Buffet, Mahaguru Para Investor Menyumbang Donasi Terbesar di Dunia

Nama Lengkap

Warren Edward Buffett

Tempat, Tanggal Lahir

Omaha, Nebraska, 30 Agustus 1930

Total Harta Kekayaan

80,5 Miliar USD atau sekitar Rp 1.127 Triliun

Jenjang Pendidikan

Bachelor of Management Economics Wharton School of the University of Pennsylvania, and Columbia University

Karir Perusahaan

Pimpinan & CEO, Berkshire Hathaway


Di Bulan Maret 2014, kabar berita tentang konflik pertikaian Ukraina menjadi berita global sehingga mengakibatkan pergerakan harga saham di London pun turun. Di saat seperti inilah, Warren Buffett malah membeli saham, sebagaimana kalimat yang sering diucapkannya, 

"Takutlah saat orang lain rakus dan rakuslah saat orang lain takut."

Saat terjadi perang atau konflik kerusuhan yang sedang memanas, Warren Buffet segera melihat kesempatan emas ini dan ancang-ancang bersiap memborong banyak saham di kala harganya langsung anjlok turun.

Pengalaman pertamanya membeli saham terjadi pada tahun 1942, saat setelah perstiwa bersejarah yaitu Serangan Pengeboman Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, Hawai. Menyaksikan kondisi negara yang sedang tidak menentu, sering dijadikan sebagai peluang bagi seorang Buffett untuk membeli banyak saham.

Buffett pernah memberikan nasihat bahwa cara sederhana dalam berinvestasi adalah dengan mengikuti naluri manusia. Para investor non professional seharusnya tidak terpengaruh oleh volatilitas harga saham, melainkan harus melihat tren jangka panjang. Dia selalu mengingatkan para investor agar selalu tidak terjebak pada analisis pasar.


Pandangan Warren Buffett tentang Emas

Warren Buffett mengatakan dalam berinvestasi, kita harus bisa membedakan aset produktif dan non produktif. Menurut Buffett, emas masuk kategori aset non produktif karena ia tidak memiliki nilai tambah, sedangkan ia lebih memilih berinvestasi pada aset yang produktif seperti perkebunan atau saham perusahaan.


9 Nasehat Warren Buffet Terhadap Para Investor

Untuk para investor, Warren Buffett memberikan nasihatnya di antara lain :

  • Hindari saham gorengan dan diversifikasi aset, tujuannya untuk portofolio dari beberapa volatilitas pasar. Warren Buffett berinvestasi untuk 5 tahun ke depan, karena itulah ia tidak terlalu khawatir dengan naik turunnya harga saham.
  • Jangan pernah (takut) kehilangan uang
  • Berbisnislah di bidang yang tidak rentan terhadap perubahan
  • Hindarilah bisnis yang terlihat bagus tapi konyol dalam menjalankannya
  • Berpikirlah mandiri, jangan terpengaruh oleh manajer investasi
  • Belilah bisnis yang dibutuhkan orang dalam jangka panjang
  • Saat membeli bisnis, belilah pada harga yang menarik
  • Pilihlah bisnis yang tidak perlu margin cadangan yang besar
  • Jangan terlalu risau dengan perkiraan pasar jangka pendek

Ternyata, Warren Buffet mempunyai 10 koleksi saham terfavorit, yaitu ialah :

  • Coca-Cola (Perusahaan Minuman Ringan)
  • Wells Fargo (Bank)
  • IBM (Perusahaan Informasi Teknologi)
  • American Express (Jasa Keuangan/Kartu Kredit)
  • Procter & Gamble (Consumer Goods)
  • Wal-Mart (Toko Ritel Terbesar di Dunia)
  • Exxon Mobil (Perusahaan Migas)
  • US Bancorp (Bank)
  • Direv TV (Penyedia Satelit)
  • DaVita Health Care Partners (Kesehatan)


Bahan Bacaan Warren Buffet

Seperti kebanyakan pengusaha, Warren Buffett rutin membaca koran maksimal 6 jam setiap hari, minimal ada 6 koran yang disantap Buffett setiap pagi, seperti New York Times, Wall Street Journal, USA Today, Omaha World-Herald, American Banker, hingga Financial Times. Ini belum termasuk laporan keuangan perusahaan yang ingin dibelinya. 


Masa Kecil Warren Buffet

Nama lengkapnya bernama Warren Edward Buffett, lahir di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat tepat pada tanggal 30 Agustus 1930. Menurut Majalah Forbes tahun 2010, Buffet adalah orang terkaya ke-3 di dunia, sekaligus CEO dari Perusahaan Berkshire Hathaway miliknya. Warren Buffett juga adalah sahabat dekat Bill Gates dan pernah menjadi orang terkaya di dunia yang menggeser Bill Gates. 

Dia salah satu anak dari pialang saham kecil-kecilan yang tidak sukses dan selalu gigih mencoba. Sejak kecil, Buffett sangat menyukai uang dan mulai yakin akan menjadi orang yang sangat kaya raya di masa mendatang nanti. Dia juga percaya bahwa kemiskinan itu identik dekat dengan kejahatan. 

Pada usia masih sangat dini, Buffett telah menampakkan mental kewirausahaan, karena dia pernah berpengalaman menjadi Sales Door to Door, penjual permen, minuman bersoda, mesin pinball, sampai majalah dan koran.

Sangat berbeda dengan anak-anak kecil pada usianya, Buffett cenderung sangat tertarik mengenai bagaimana caranya dia memperoleh uang dan mengembangkannya. Akhirnya, dia segera menabungkan uang dari hasil penjualannya terus-menerus dan hanya mempergunakan seperlunya saja.

Saat menginjak usia 6 tahun, Warren Buffett membeli 6 botol Coca Cola dari warung kakeknya seharga 24 sen. Kemudian, Buffett menjual kembali kaleng-kaleng bekas tersebut setara dengan harga nikel dan mendapatkan keuntungan sebesar 5 sen. 

Warren Buffett adalah anak yang lucu dan menggemaskan, namun ia bukan orang yang pintar bergaul, melainkan bertípe anak pendiam dan tidak punya banyak teman.

Saat masih kecil, Warren Buffett suka membaca berbagai edisi Koran Wall Street Journal, laporan tahunan berbagai perusahaan, maupun analisis saham. Dia mengaku, semua itu dilakukan bukan karena perintah/didikan orang tuanya, tetapi disebabkan karena hobi kebiasaannya.

Pada usia 11 tahun, Buffett berjualan koran dan mencari bola golf yang hilang, kemudian menjualnya kembali dengan harga yang murah kepada para pemain golf yang sedang bermain. Dari uang hasil loper koran dan jualan bola golf, Buffet membeli 3 unit saham Cities Service Preferred dengan harga 38 dolar per sahamnya untuk dia dan kakaknya, Doris.

Dengan sabar, Warren Buffett langsung menunggu harga sahamnya naik dan saat dia melihat waktu yang menurutnya tepat, harga saham tiba-tiba melonjak naik menjadi seharga 40 USD per saham, dia pun akhirnya segera menjualnya. 

Awalnya dia merasa bahagia, sayangnya tidak berlangsung lama karena ia sadar bahwa saham yang barusan ia jual tiba-tiba melompat naik menjadi 200 USD per sahamnya. Kesalahan yang ia buat itu memberikan pelajaran berharga bagi dirinya, yaitu ia harus sabar agar memeperoleh keuntungan yang lebih besar.


Masa Remaja Warren Buffet

Pada usia 13 tahun, Buffet bekerja menjadi tukang loper koran dengan berjualan 5 jenis surat kabar dan mengantarkan 500 eksemplar sebelum pergi ke sekolah. Penghasilan Buffett di kala itu sama seperti penghasilannya orang dewasa. Semua itu bisa diperoleh karena ia sangat menyukai kerja keras dan menggunakan uangnya secara hemat dan cermat. 

Pada usia 15 tahun, Buffet telah memiliki 1.200 dolar untuk membeli 40 hektar tanah pertanian yang akhirnya disewakan kepada para petani lokal. Dari sini, ia sudah menciptakan passive income dari sewa lahan yang ia punya. Selang beberapa hari kemudian, harga sahamnya anjlok menjadi 27 dolar per saham.

Waktu itu, kondisi keuangan keluarga Buffett masih sangat rentan, ia merasa sedih melihat orang tuanya pontang-panting mencari uang karena sangat berat untuk menghidupi keluarganya. Sejak itu, ia bersumpah, 

"Saya ingin punya cukup banyak uang, sehingga saya dapat melakukan apa yang ingin saya lakukan."

Saat usianya 19 tahun, Buffett membaca sebuah Buku The Intelligent Investor, karya Benjamin Graham. Ia sangat takjub setlah membaca buku ini sambil bergumam, 

"Inilah 10 Perintah Tuhan bagi saya. Buku ini menjadi kerangka untuk berpikir tentang bisnis dan investasi," katanya.

Setelah lulus kuliah, Warren Buffett mendirikan usaha biro investasi yang bernama Buffett Partnership, yang memberikan janji investasi tanpa fee, jika Buffett tidak mampu memberikan return 6 % per tahun. Namun jika mampu mencapai return tersebut, investor memberikan 25% dari return kepada Buffett.

Saat usianya 32 tahun, Buffett membeli saham Berkshire Hathaway, perusahaan tekstil yang bangkrut dan di saat usianya 35 tahun, Buffett menjadi pemegang saham mayoritas di Berkshire Hathaway.

Dengan cerdik, Buffett menginvestasikan cadangan kas Berkshire Hathaway untuk berinvestasi di Perusahaan Asuransi seperti GEICO dan General Re, Perhiasan Borsheim, Perusahaan Makanan Diary Queen, dan Perusahaan Permen See's Candies. 

Beberapa tahun kemudian, Buffett lewat Berkshire Hathaway membeli saham Coca-Cola, Wells Fargo, dan Anheuser-Busch.

Berbeda dengan kebanyakan pemain di dunia saham, Buffett merupakan tipe orang yang tidak mau dipusingkan dengan berbagai analisis para ahli. Ia lebih suka melihat laporan keuangan perusahaan, mengamati kinerja para eksekutif perusahaan dibanding disibukkan dengan analisis teknikal dan rumor isu yang berkembang. 

Bahkan saat perusahaan domain (dot com) menjadi primadona, Buffett memilih tutup telinga dan tidak melakukan satupun pembelian perusahaan berbasis internet seperti Global Crossing dan Etoys.com yang waktu itu pernah menyundul 80 dolar per unit.

Kebijakan Buffett untuk tidak membeli saham domain (dot com) sempat mendapatkan cemooh dari para ahli. Namun, Buffett tidak meresponnya dan berpesan kepada para investor untuk tetap sabar dan ia berusaha untuk konsisten dengan apa yang ia pelajari dari buku karya Benjamin Graham, Buku Besar Favorit Buffett. 

Benjamin Graham adalah guru sekaligus sahabat Buffett yang sangat tegas dan konsisten memberikan pengajaran fundamental sebagai seorang pengusaha. Banyak orang yang mengatakan kalau kepribadian dia ini cukup unik.

Walaupun kekayaannya mencapai ratusan trilyun, Buffett tetap tinggal di Rumah Stucco yang dibelinya pada Tahun 1958 setelah menikah seharga 31.500 dolar AS, ia mengatakan, "saya mendapatkan semuanya di rumah ini." 

Rumah itu terdiri dari 3 kamar kecil, bahkan bentuk rumah berdinding tanpa pagar itu seakan lebih mirip gudang pertanian model Gambrel. Falsafah hidupnya yang terkenal dan seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi Anda adalah, 

"Jika Anda tidak merasa nyaman memiliki sesuatu selama 10 tahun, maka janganlah memilikinya meski hanya 10 menit.”

Setiap hari, Warren Buffet suka membawa sendiri mobilnya Cadillac DTS tanpa disetir sopir pribadi, bahkan tanpa pengawal seorang pun. Warren Buffett mempunyai Perusahaan Pembuat Jet Terbesar di dunia. Satu-satunya kemewahan yang tampak hanyalah Pesawat Jet Gulstream IV milik Berkshire Hathaway, yang awalnya dia tidak mau karena dianggap pemborosan. Berkshire juga menguasai Perusahaan Penyewaan Jet Pribadi, Netjets, dan Executive Jet Aviation. 

Ketika ditanyai alasan dia tidak membeli Kapal Yacht, dia beralasan bahwa kebanyakan dari mainan itu hanya membuat kepala Buffett itu pusing karena dirinya bukan bertipe orang yang suka pamer. 

Warga masyarakat di Omaha sering melihat Buffett mengendarai mobil tuanya sendirian tanpa sopir, bahkan terkadang Buffett berjalan-jalan di kota, toko, dan restoran tanpa merasa bahwa dia adalah 3 besar terkaya dunia.

Para tetangganya juga sering melihat Buffett berjalan santai di depan rumahnya dan mereka menyapa dengan ramah, "Morning Warren, how are you today ?" 

Perusahaan Buffett memiliki lebih dari 63 anak perusahaan. Namun, ia cukup menulis satu pucuk surat setiap tahunnya kepada Para CEO dalam perusahaannya, ia memberikan garis besar mengenai target yang harus diraih untuk tahun itu. 

Sebenarnya Buffett jarang sekali mengadakan rapat atau menelpon para CEO secara regular namun dia berusaha sangat menekankan sisi profesionalitasnya. Jika ia telah menunjuk CEO, maka itu adalah harga yang harus dibayar yaitu menyerahkan tugas kepada ahlinya. Hal itulah yang menjadi prinsip bagi dirinya dan tidak perlu repot-repot lagi dengan urusan perusahaan dan cukup hanya melihat kinerja perusahaannya baik-baik saja.

Meski tidak pernah terlihat melakukan rapat, Warren Buffett memberikan 2 peraturan kepada para CEO-nya yang mereka pegang erat dan ditaati yaitu Peraturan Satu yaitu, jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan Kedua adalah, jangan melupakan peraturan nomor satu. Buffett selalu ingin mengingatkan para CEO untuk fokus pada tujuan, yakni mencetak laba perusahaan.


Penyumbang Bantuan Donasi Terbesar Sepanjang Sejarah di Dunia 

Warren Buffett ternyata memberikan banyak sumbangan kepada berbagai yayasan, universitas, dan organisasi sosial di Omaha, bahkan dirinya pernah memberikan donasi melalui Yayasan sahabatnya, Bill Gates Foundation. 

Pada tahun 2006, Buffett melakukan sumbangan amal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, dengan memberikan  37 miliar USD setara Rp 370 Triliun (Kurs Rupiah Rp 10.000 waktu itu) kepada yayasan sahabatnya Bill Gates. Pada bulan Juni 2010, dia dan Bill Gates sama-sama mengimbau Para Milyarder Amerika agar menyisihkan setengah dari kekayaan mereka untuk yayasan badan amal.

Warren Buffett menyumbangkan saham Berkshire senilai 6,7 Miliar USD kepada Yayasan anaknya, Susan Thompson Buffett dan ikut andil menyumbang dana kampanye bagi kedua Calon Presiden Hillary Clinton atau pun Barack Obama. Bertahun-tahun, Buffett hanya menerima gaji pribadi sebesar USD 100.000 (sekitar Rp1,2 miliar/tahun), tentunya hal ini sangat kecil bagi orang terkaya di dunia.

Selain menyumbangkan donasi ke Yayasan Amal, Warren Buffet sebenarnya punya cara unik dalam mendermakan hartanya yaitu ia memasang iklan ajakan untuk makan bersamanya dengan cara lelang melalui situs E-Bay dan uang hasil pelelangan tersebut akan disalurkan kepada yayasan amal.

Pada Juni 2010, Buffett telah membuka lelang undangan makan bersamanya dengan harga awal  25 Ribu USD (sekitar Rp 300 juta), dengan syarat barang siapa menawarkan harganya tertinggi maka dia akan dapat mengobrol bersama selama berjam-jam. 

Si pemenang bisa mengajak 7 orang dalam acara tersebut dan juga akan tampil di stasiun televisi CNBC dan akhirnya bisa menikmati makan siang yang mewah di Restoran Smith & Wollensky di Kota New York bersama Warren Buffet. 

Hasil lelang akan disalurkan ke Glide Foundation, yaitu Yayasan di San Fransisco yang menyediakan layanan kesehatan gratis, pelatihan kerja, dan penampungan bagi kaum tunawisma dan perempuan terlantar.

Pada tahun 2009, Pimpinan Firma Investasi asal Kanada, Salida Capital, ternyata berani memasang harga $ 1,68 juta (sekitar Rp 20 miliar lebih). Dan tepatnya pada tahun 2008, undangan makan siang dengan Buffet pernah laku terjual seharga $ 2,11 juta (sekitar Rp 25 Miliar lebih).

Penawar tertinggi waktu itu adalah seorang Manajer Dana Investasi asal China, Zhao Danyang. Mereka yang dapat makan siang bersama Buffett dapat menanyakan mengenai langkah-langkah strategis yang diperlukan bagi kemajuan bisnis mereka. Selain itu, Warren Buffett kerap dimintai nasihat atas masalah-masalah yang sedang dihadapi perusahaan mereka.


Tips Bisnis Warren Buffet

  1. Hindarilah kartu kredit dan berinvestasilah untuk diri Anda sendiri
  2. Uang tidak menciptakan orang tetapi oranglah yang menciptakan uang
  3. Hiduplah secara sederhana
  4. Jangan lakukan apa yang orang lain katakan, dengarkanlah mereka, namun lakukan apa yang menurut Anda baik
  5. Jangan memaksakan diri untuk memiliki barang-barang bermerk, pakailah apa yang sekiranya nyaman bagi Anda
  6. Jangan memboroskan uang Anda untuk hal-hal yang tidak diperlukan. Gunakanlah uang untuk membantu mereka yang kekurangan
  7. Biar bagaimanapun orang lain tetap tidak dapat mengatur hidup Anda. Andalah yang mengendalikan hidup Anda sepenuhnya.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.


Berlangganan via Email