Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sukses Roman Abramovich, Anak Yatim Piatu Yang Menjadi Konglomerat Sepak Bola

Kisah Sukses Roman Abramovich, Anak Yatim Piatu Yang Menjadi Konglomerat Sepak Bola

Nama Lengkap

Roman Arkadievich Abramovich

Tempat, Tanggal Lahir

Saratov, Rusia, 24 Oktober 1966

Total Harta Kekayaan

Diperkirakan kisaran 12,5 Miliar USD atau setara Rp 183,7 Triliun

Jenjang Pendidikan

·       Institut Auto Transport Negeri di Moskow (Tidak Sampai Lulus)

·       Akademi Hukum Negeri Moskow

Karir Perusahaan

·       Pemilik Klub Liga Inggris, Chelsea

·       Mantan Gubernur Provinsi Chukotka, Rusia

·       Pemilik Perusahaan Investasi Millhouse Capital

·       Pemegang Saham Mayoritas, Sibneft dan RusAl (Perusahaan Minyak dan Aluminium Rusia)

 

Bagi para pecinta Tim Sepak Bola Liga Inggris, khususnya Chelsea F.C., nama Roman Arkadievich Abramovich pastinya sudah tidak asing di telinga. Ia adalah Pemilik Klub Sepak Bola Chelsea yang telah menggelontorkan uang ratusan miliar untuk klub kesayangannya.

Selain Klub Sepakbola Chelsea, Roman Abramovich adalah pemilik saham terbesar Rus Al, sebuah perusahaan aluminium terbesar kedua di seluruh dunia dan beberapa perusahaan besar lainnya. Kini, dia memiliki 4 Kapal Pesiar Mewah dan puluhan properti mewah.

Roman Arkadievich Abramovich lahir pada tanggal 24 Oktober 1966 di Saratov, Rusia. Ibunya yang bernama Irina Ostrowski Abramovich telah meninggal dunia di saat Roman berusia 2 tahun sedangkan ayahnya tewas dalam kecelakaan konstruksi setelah 2 tahun kemudian.

Baca Juga :

Sejak saat itu, Roman diasuh oleh kakek-neneknya di Lithuania, ia disekolahkan di Institut Industri di Ukhta, lalu ia direkrut menjadi Tentara Uni Soviet. Setelah itu, ia kembali lagi ke Dunia Akademis dan melanjutkan studinya di Institut Transportasi Negara di Moskow. Namun, Roman memutuskan untuk drop-out dan memilih fokus untuk berbisnis.

Roman Abramovich adalah tipikal pengusaha yang tekun. Ia berani memulai usaha dengan menjual bebek plastik dari apartemen kecilnya di Moskow, mantan istrinya pernah berkata bahwa Roman sangat keras dalam bekerja, ia rela berangkat pagi dan pulang malam tiap hari.

Seiring kerja keras dan insting bisnis yang semakin terasah, usaha Roman nampaknya lancar, ia pun memanfaatkan kondisi investasi pada waktu itu. Di antara Tahun 1992 hingga 1995, Roman menciptakan perusahaan yang bertindak sebagai perantara, hingga memusatkan perhatian pada perdagangan minyak.

Pada masa ini, dia mulai terlibat dalam serangkaian transaksi minyak secara kontroversial. Pada Tahun 1995, Roman bermitra dengan Boris Berezovsky dalam pembelian saham pengendali Perusahaan Raksasa Minyak Sibneft senilai 100 Juta USD. Saat itu, Perusahaan Sibneft bernilai sekitar 150 Juta USD, namun nilai assetnya melonjak setelah diakuisisi.

Pada Tahun 2005, Roman mendapatkan keuntungan besar, ia berhasil menjual 73 persen saham Perusahaan Sibneft kepada Perusahaan Gas Raksasa Gazprom senilai 13 Miliar USD. Pada Tahun 1999 di Chukotka, daerah dingin yang miskin di kawasan Siberia, Rusia, Abramovich suka membantu anak-anak miskin dan mendirikan yayasan amal untuk membantu rakyat Okrug.

Pada Bulan Desember 2000, Abramovich terpilih sebagai Gubernur di wilayah ini setelah menanamkan investasi uang jutaan pound untuk membangun pendidikan, rumah sakit, dan perguruan tinggi.

Abramovich dianggap sosok figur yang berjasa dalam membuka kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan, dan menyalurkan akses pendidikan bagi penduduk setempat. Abramovich akhirnya terpilih kembali sebagai Gubernur pada Tahun 2005 untuk periode selanjutnya.

Nama Roman Abramovich semakin bersinar ketika pada Bulan Juni 2003 sebagai Pemilik Utama Klub Sepak Bola Ternama Inggris, Chelsea, karena dia berhasil menguasai saham mayoritas sebanyak lebih dari 440 Juta Euro.

Selain menjadi pemegang saham terbesar di Klub Raksasa Liga Primer tersebut, Abramovich juga menjadi pemberi sponsor Yayasan di Rusia yang dikenal dengan Akademi Sepak Bola Nasional. Sasaran utama organisasi ini dengan harapan mampu melahirkan bibit baru pemain sepak bola handal dan profesional, khususnya dari kalangan para remaja.

Hingga kini, organisasi ini telah membangun 15 lapangan yang sangat besar di berbagai kota Rusia. Yayasan ini juga rela menggelontorkan dana untuk membiayai para pelatih, buku-buku pelatihan, merenovasi fasilitas olahraga, dan mengadakan kunjungan para pelatih dan pelajar yang berpotensi terhadap klub-klub sepak bola profesional di Inggris, Belanda, dan Spanyol. Sehingga, Abramovich tampaknya ingin menjadikan Rusia sebagai barometer bisnis persepakbolaan dunia.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.