Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sukses Ma Wenya, Bermodal Angpao Mendadak Jadi Miliarder Shanghai

Kisah Sukses Ma Wenya, Bermodal Angpao Mendadak Jadi Miliarder Shanghai

Nama Lengkap

Ma Wenya

Tempat, Tanggal Lahir

Henan, China, Tahun 1988

Total Harta Kekayaan

Diperkirakan 5 Juta Yuan atau setara Rp 7,1 Miliar (selepas kuliah)

Jenjang Pendidikan

Jurusan Analisis Pasar Media, Communication University of Cina (CUC) Beijing

Karir Perusahaan

Investor Ulung


Sejak mahasiswa, Ma Wenya suka berpenampilan sederhana, memakai baju kaos, dan celana jeans. Dia pernah berkuliah dengan mengambil Jurusan Analisis Pasar Media, Communication University of Cina (CUC) Beijing.

Sebelum Ma lulus kuliah, ia sudah mempunyai nilai kekayaan sebanyak lebih dari 5 juta Yuan (Rp 7,1 Miliar) yang berasal dari bisnisnya yang ia geluti sejak SMA. Uniknya, ternyata modal bisnis Ma yang ia bangun pada waktu bersekolah itu berasal dari uang angpao yang berhasil dikumpulkan.

 

Impian Besar

Pada Tahun 2002, Ma dan keluarganya pindah ke Shanghai. Dia menyaksikan banyak orang Shanghai tergolong orang kaya dan punya mobil bagus.

"Ketika itu, saya pun bermimpi bahwa suatu hari nanti saya akan menjadi salah seorang dari orang kaya di Shanghai," papar Ma.

Dari mimpi itulah, Ma menyusun strategi untuk berinvestasi.

Saat berusia 15 tahun, tepat pada tahun 2003, Ma mendapat uang angpao Tahun Baru Cina sebesar 20.000 Yuan (diperkirakan Rp 43,5 Juta). Uang angpao yang berasal dari sanak keluarganya tersebut, lalu diinvestasikan untuk membeli Villa di Distrik Minhang, Shanghai. Saat itu, harga tanah per meter persegi mencapai kisaran 4.000 Yuan.

Saat itu, Ma membeli Villa yang bergaya ala-ala Barat. Untuk pembayaran dan cicilannya,  Ma meminta bantuan orang tuanya. Inilah perbedaan Ma dengan teman-teman sebayanya, bahkan saat usianya 15 tahun, dia sudah membaca koran, majalah, serta jurnal ekonomi.

Dari situlah, ia tahu bahwa villanya bisa dijual dan mendapat keuntungan. Tanpa banyak berpikir, Ma langsung pasang kuda-kuda, ia segera berbicara kepada orang tuanya bahwa dalam 1 tahun ke depan, villanya bisa dijual dan mendapat keuntungan besar. Ternyata benar, nilai tanahnya meningkat 2 kali lipat dari harga semula.

Dari harga awal sebesar 4000 Yuan menjadi 8000 Yuan, Ma mengantongi keuntungan besar. Tak puas dengan pencapaiannya tersebut, Ma terus mencari peluang baru di Sektor Properti, dia menceritakan,

"Saya berinvestasi di 10 Proyek Properti di Shanghai dalam jangka waktu selama 3 tahun. Semuanya menghasilkan keuntungan, tidak ada yang merugi. Pada saat saya masih SMA, bisnis properti masih berjalan dengan normal," ungkap Ma dengan bangga.

Setelah lulus SMA, Ma melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Selama dirinya bersekolah, Ma mengakui bahwa prestasi belajarnya tidaklak menonjol atau biasa-biasa saja, namun perhatian Ma lebih tertuju pada bisnis dibandingkan dengan sekolah.

Semasa berkuliah, dia juga melakukan hal yang sama, indeks prestasinya tidak memuaskan. Menurutnya, belajar kuliah itu penting sebagai bekal, namun investasi adalah segalanya untuk masa depan.

Saat berkuliah, Ma terjun ke dunia pasar moda dan menggelontorkan dana investasi sebesar 500.000 Yuan, sayangnya dia merugi 200 Ribu Yuan sehingga membuatnya sangat terpukul. 

Akhirnya, dia beralih lagi ke Dunia Properti dan melirik peluang ke daerah Xianghe, Provinsi Hebei, China. Kini, dia membeli 2 Villa dari seorang investor dan sampai sekarang, Ma Wenya terus berusaha mewujudkan impiannya menjadi orang kaya di Shanghai.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.