Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Sukses Frasea Doherty, Raja Selai Buah Asal Skotlandia

Kisah Sukses Frasea Doherty, Raja Selai Asal Skotlandia

Nama Lengkap

Fraser Doherty

Tempat, Tanggal Lahir

Edinburgh, Skotlandia, 30 Desember 1988

Total Harta Kekayaan

Diperkirakan kisaran 1,2-2 Juta USD atau setara Rp 16,8-28 Miliar

Jenjang Pendidikan

Tidak Tamat Sekolah

Karir Perusahaan

·       Founder Selai SuperJam dan Envelope Coffee

·       Co-Founder Beer52

·       Direktur Yayasan Resmi Skotlandia, The SuperJam Tea Parties

·       Penulis Buku The SuperJam Cookbook, SuperBusiness, 48-Hour Start-up : From Idea to launch in 1 Weekend


Pria kelahiran Tahun 1988, Frasea Doherty, siapa sangka bisa menjadi pengusaha hebat di kala usia belia dan memiliki ratusan karyawan. Dia dilahirkan di Skotlandia, sejak kecil Frasea sudah tertarik untuk menambah uang sakunya.

Awal karirnya bermula, sejak dia ikut membantu keluarganya bekerja menjadi pembuat selai di rumah neneknya. Usaha selainya itu dimiliki oleh neneknya sendiri, namun usahanya tidak terlalu maju dikarenakan kemungkinan faktor usia renta dan manajemen usaha mikro yang masih tradisional.

Pada usia 14 tahun, Doherty mulai serius mendalami kemampuannya untuk membuat selai ala racikannya. Kemudian, ia mencoba menawarkan selai buatannya secara Door To Door. Tak kehabisan akal, Doherty menawarkan kepada guru dan teman-temannya untuk ikut menjualkan selai buatannya.

Perlahan-lahan, orang merasa tertarik dan memesan selai buatan Doherty yang enak tersebut. Menurut mereka, selai buatan Doherty sangat kental rasanya dengan buah dibandingkan dengan merek lainnya. Sebab rasa itulah, produk selai buatannya menjadi terkenal dan dinamai, Superjam.

Memang, Skotlandia terkenal dengan perkebunan buahnya. Dengan kesempatan itulah, Frasea Doherty mendapatkan pencerahan mengembangkan usaha selai yang telah merambah ke seluruh dunia hingga kini.

 

Bertindak Tepat dalam Pengambilan Keputusan

Selai Superjam mulai dikenal dan imbasnya, pesanan datang dalam jumlah yang besar. Si Kecil Doherty kaget dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan pesanan yang super banyak ini. Ia pun mengambil tindakan tepat dengan meminta uang muka lebih dulu dan kemudian membelanjakan sebagian uang tersebut untuk membeli bahan.

Dengan pesanan yang begitu besar, Doherty rasanya tidak sanggup melakukannya sendiri lagi, kini ia langsung mempekerjakan orang. Saat itu, Doherty harus mempekerjakan 200 orang di kampungnya untuk membantu menyelesaikan selai pesanannya padahal kala usianya baru menginjak 15 tahun.

 

Fokus

Dengan kesibukan usaha dan pesanan yang semakin banyak, Doherty semakin kehabisan tenaga. Segala pikiran dan konsentrasinya sudah tidak lagi di sekolah, melainkan fokus pada produknya, Selai. Suatu malam, ia merenung tentang masa depannya dan langkah ambisi yang akan diambil.

Setelah tekadnya bulat, ia memutuskan untuk Drop-Out dari Sekolah atas restu kedua orang tuanya. Ia bercita-cita ingin menjadi pengusaha selai terbesar di dunia. Dia mengambilkan keputusan beresiko itu dengan pertimbangan matang dan terukur saat dirinya berusia 16 tahun.   

Sejak fokus pada pengembangan usahanya, ada sebuah pengusaha retail Supermarket High-End di Inggris yang menawarkan display produknya di 184 toko. Namun Doherty sedang kehabisan uang untuk biaya operasional, ia akhirnya memutuskan untuk berhutang ke Bank melalui pengajuan proposal. Akhirnya, kredit hutang pun berjalan lancar dan dia bisa berekspansi ke manca negara.

Inovasi

Seiring tahun, Doherty merasa dirinya tidak mau kalah dengan pesaing dan tidak ingin ditinggalkan para konsumen, sehingga akhirnya dia mengembangkan selai menjadi 3 varian rasa, yaitu Blueberry & Blackcurrant, Rhubarb & Ginger, dan Cranberry & Raspberry.

Setelah pengembangan selainya berhasil, ternyata produk selai 3 varian rasa tersebut menjadikan omzet perusahaannya naik melonjak. Melihat kemajuan itu, Pengusaha Retail Supermarket Tesco mulai tertarik dan menawarkan produknya untuk dijual ke jaringan 300 toko milik mereka. Dengan berhasilnya penjualan melalui jaringan Toko Tesco, omzet Superjam menaik tajam sebesar 60 %.

Pada Tahun 2008, kenaikan omzet penjualan Superjam berhasil menembus USD 1,2 juta (Rp 14,4 Miliar, jika dihitung dengan kurs Rp 12.000) atau naik 60 % dibandingkan pada Tahun 2007.

 

Berbuat Baik Kepada Orang Lain

Selain dikenal pengusaha selai sukses di dunia, ia juga suka mendermakan hartanya dan selalu menyelenggarakan pesta teh bersama teman-temannya yang diperuntukkan bagi orang tua lansia yang tinggal sendirian (sebatang kara).

Merasa tersentuh batinnya, dia ingin menghibur dan memberikan sedikit kehangatan kepada para orang tua lansia tersebut. Selain itu, dia juga mengajak orang lain untuk mengumpulkan pakaian rajutan yang dikirimkan ke Yayasan Anak Yatim Piatu yang berada di India dan masih banyak sekali kebaikan yang belum diketahui oleh banyak orang.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar di bawah ini.