Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

6 Golongan Besar Umat Manusia yang Bakal Kekal Abadi di Neraka

6 Golongan Besar Umat Manusia yang Bakal Kekal Abadi di Neraka

Neraka adalah tempat penyiksaan kelak di akhirat, di dalamnya penuh dengan siksaan dan berbagai macam kesengsaraan serta penghinaan. 

Siksaannya amat pedih, penjaganya berupa malaikat-malaikat yang bengis, kasar dan kejam, tiada seorang pun yang dapat mengelakkan diri dari neraka kalau ia memang sudah ditetapkan masuk neraka oleh Allah dan tiada seorang pun yang dapat memberikan pertolongan kecuali pertolongan-Nya.

Kita sebagai orang yang beriman tentu tidak menginginkannya tempat kembalinya kelak di akhirat berada di neraka. 

Untuk menghindarkan diri dari cengkeraman Neraka Jahannam yang sangat keras siksanya itu, hendaknya kita mengisi kehidupan dunia ini dengan penuh ketaatan dan kepatuhan terhadap perintah-perintah Allah. Apa saja yang menjadi perintah-perintah Allah dikerjakannya dan apa-apa yang dilarang-Nya itu segera ditinggalkannya.

Selanjutnya, siapakah yang menjadi para penghuni atau calon-calon neraka itu ? Dalam hal ini, Allah melalui Firman-Nya menegaskan bahwa Neraka Jahannam itu disediakan atau dihuni untuk orang-orang di antara lain.

  • Musyrik
  • Kafir
  • Murtad
  • Munafik
  • Manusia dan Jin yang durhaka
  • Orang yang Bergelimang dalam Dosa Besar

Mereka semua inilah kelak bakal menjadi calon penghuni neraka. Semoga kita tidak termasuk golongan tadi. Patuhilah perintah-perintah Allah dan jauhilah larangan-larangan-Nya, niscaya kita menjadi orang yang diridhai-Nya, diselamatkan dari siksa-Nya dan dimasukkan ke dalam syurga.

1. Musyrik

Musyrik ialah orang yang menyekutukan Allah, menyamakan sesuatu dengan Allah, baik dalam sifat maupun perbuatan-Nya. Perbuatan tersebut itulah yang disebut Syirik. Syirik adalah termasuk dosa besar yang paling besar nenek moyangnya (dosa). Perbuatan dosa syirik inilah yang mengantarkan seseorang masuk ke dalam neraka.

Baca Juga :

Perbuatan syirik merupakan satu-satunya dosa yang Allah tidak bakal mengampuni-Nya, kecuali bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. 

Oleh karena itu, hendaknya kita menjauhi perbuatan syirik atau sesuatu yang menjurus kepada syirik, baik dalam segi ucapan atau perbuatan yang mengandung unsur di dalamnya menyamakan sesuatu dengan Allah atau menyamakan Allah dengan makhluk-Nya.

Allah memperingatkan kepada para hamba-Nya untuk menjauhi perbuatan syirik, sebagaimana yang tercantum dalam Surat Luqman ayat 13. Dalam ayat ini, Luqman Hakim (seorang ayah yang bijaksana) yang sangat takut akan bahaya syirik ini segera mewasiatkan kepada anaknya.

"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya dan dia mengajarinya : "Hai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya menyekutukan Allah itu adalah suatu kedzaliman yang besar.”

Dan Firman-Nya lagi dalam Surat An-Nisa' ayat 48, Allah menegaskan bahwa dosa syirik itu adalah dosa yang tidak akan diampuni-Nya, tetapi Allah mengampuni dosa selain itu bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya sebagaimana tertera di bawah ini.

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) yang menyekutukan-Nya dengan sesuatu (syirik) dan mengampuni dosa selain dari itu terhadap siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat dosa besar.”


2. Kafir

Kafir ialah orang yang tidak beriman atau tidak beragama Islam sedangkan perbuatannya disebut kufur. Orang kafir ini tidak mempercayai akan adanya Allah, sifat-sifat yang dimiliki-Nya, menolak ajaran-ajaran yang dibawa oleh Para Nabi dan Rasul-Nya. 

Mereka orang kafir ini menolak kebenaran haq yang mengantarkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, sementara mereka menerima barang-barang yang bathil. 

Amal usahanya orang-orang kafir ini tidak diterima oleh Allah, bahkan amal usahanya itu akan mengantarkan ke dalam neraka sebagai tempat tinggalnya yang abadi di akhirat.

Ancaman yang diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang kafir adalah neraka dan mereka inilah sebagai calon penghuninya. Sebagaimana Firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 6-7 yang artinya :

"Sesungguhnya orang-orang kafir sama saja bagi mereka, kamu memberi peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah menutup hati dan pendengaran mereka, dan pada penglihatan mereka ada penutup dan bagi mereka adzab yang sangat pedih."

Juga disebutkan lagi dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 10 yang artinya :

"Dan orang-orang yang ingkar dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka Jahim." 

Dan Firman-Nya lagi dalam Surah Al-Maidah ayat 36 yang artinya :

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, sekiranya mereka memiliki apa yang di bumi seluruhnya dan sebanyak itu lagi (tambahannya) untuk menebus diri mereka dengannya dari Adzab Hari Kiamat niscaya tidak kalian diterima dari mereka dan bagi mereka adzab yang pedih.”


3. Murtad

Murtad ialah orang Islam yang keluar dari agamanya dan berganti dengan agama lain. Perbuatan semacam ini dinamakan Riddah yang menyebabkan iman seseorang gugur.

Murtad bisa disebabkan oleh syirik, menyangkal salah satu atau seluruh Rukun Islam dan Rukun Iman, menghina atau mempermainkan agama, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. 

Murtad adalah termasuk perbuatan dosa besar yang mengantarkan seseorang menjadi penghuni neraka kelak pada hari kiamat. Dalam hal ini, Allah menegaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 217 yang artinya :

"Barang siapa yang murtad (kembali kepada kekafiran) di antara kamu dari agama Islam, lalu dia mati dalam kekafiran (pula) maka mereka itulah yang sia-sia amalan mereka di dunia dan di akhirat serta mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."


4. Munafik

Munafik ialah orang yang bermuka dua, mengaku beriman padahal hatinya ingkar, di mulutnya manusia dalam hatinya busuk. Perbuatan ini disebut nifaq yang sangat berbahaya dalam kehidupan ini. Kelihatannya ia menjadi pembela Islam, tapi di dalam hatinya musuh Islam. 

Nabi Muhammad saw memberikan ciri-ciri khas kepada orang munafik (bermuka dua ini) dalam satu haditsnya yang artinya : 

"Tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu apabila berbicara ia berdusta, apabila ia berjanji ia memungkiri dan apabila ia dipercaya ia khianat.”

Perbuatan nifaq ini menyebabkan seseorang menjadi penghuni neraka. Dalam Surat At Taubah ayat 68, Allah memberikan ancaman kepada kaum munafik laki-laki dan perempuan dengan Neraka Jahannam sebagaimana di bawah ini.

"Allah telah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan orang munafik perempuan (begitu pula) orang-orang kafir dengan neraka yang kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, Allah melaknat mereka dan bagi mereka adzab yang kekal."

Dan Firman-Nya yang lain, Allah menempatkan orang-orang munafik itu di dalam neraka yang paling bawah (kerak neraka) sebagaimana salah satu ayat Al-Qur’an di bawah ini.

"Sesungguhnya orang-orang munafik (ditempatkan) pada tingkat yang paling bawah dari neraka dan engkau tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka.”


5. Manusia dan Jin yang Durhaka

Manusia dan jin yang durhaka kepada Allah, tidak mau mematuhi dan mentaati perintah-perintah Allah kelak pada Hari Kiamat akan dicampakkan oleh Allah ke dalam neraka. 

Pada dasarnya, manusia dan jin sama-sama diwajibkan oleh Allah untuk melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan Tuhan-Nya. Dan disebabkan itulah, di antara manusia dan jin itu terbagi menjadi 2 golongan yakni ada yang mukmin dan ada yang kafir. 

Manusia itu ada yang mukmin dan ada yang kafir, demikian juga jin (makhluk halus) ada yang mukmin dan ada yang kafir. Manusia dan jin yang kafir (melanggar larangan-larangan Allah) inilah yang menjadi penghuni neraka. 

Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surat Hud ayat 119 yang artinya :

"Sungguh Aku (Allah) akan penuhi Neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia (yang durhaka kepada Allah).”

Dan dalam Firman-Nya yang lain, Allah juga menegaskan mengenai manusia dan jin itu sama-sama makhluk Allah yang memikul beban tugas dan kewajiban untuk melaksanakan perintah-Nya.

"Dan Aku (Allah) tidaklah menciptakan jin dan manusia supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyaat: 56)


6. Orang yang Bergelimangan dalam Dosa Besar

Orang muslim laki-laki atau perempuan yang berperilaku tidak sesuai dengan Ajaran Islam karena bertentangan dengan Syariat Islam, Al-Qur'an maupun hadits dan belum sempat bertaubat (memperbaiki diri) sampai akhir hayatnya, mereka inilah yang menjadi penghuni neraka.

Jadi seorang yang mengaku dirinya Muslim, kemudian tingkah lakunya tidak sesuai dengan perintah Allah, misalnya ia meninggalkan shalat, tidak berpuasa Ramadhan, melakukan perbuatan zina, atau dengan kata lain mereka ini penuh bergelimang dalam perbuatan-perbuatan dosa besar, maka mereka ini tercatat sebagai calon-calon penghuni neraka.

Kecuali kalau sebelum akhir hayatnya, mereka ini mau bertaubat kepada Allah dan kembali kepada jalan yang benar/lurus niscaya Allah pasti mengampuninya dan menghapus semua kesalahan-kesalahannya yang telah diperbuatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat, tiap siang malam Allah senantiasa membuka pintu taubat yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya.

Orang-orang Islam yang melanggar larangan Allah, misalnya tidak mengerjakan shalat, tidak berpuasa Ramadhan, menurut sebagian ulama orang Islam yang semacam ini digolongkan sebagai orang-orang fasik. 

Mereka yang tergolong orang-orang fasik ini akan ditempatkan oleh Allah di dalam neraka pada tingkatan yang paling atas tidak sebagaimana terhadap orang-orang munafik.

Baca Juga :


Dengan demikian keenam golongan yang disebutkan dalam Al-Qur'an tersebut di atas, itulah yang menjadi isi dari neraka Jahannam sebagai calon-calon penghuni neraka. 

Semoga kita mendapat limpahan rahmat dan petunjuk dari Allah, sehingga kita semua mau melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan-Nya dan pada akhirnya kita diselamatkan dari siksa api neraka.

Di dalam Al-Qur'an, banyak ayat-ayat yang membayangkan bahwa Neraka Jahannam adalah suatu tempat siksaan yang disediakan untuk orang-orang yang berdosa, durhaka kepada Allah, tidak mentaati perintah dan larangan-Nya.

Maka sebagai balasannya Allah menyediakan suatu siksaan atas usaha-usaha mereka itu bahwa mereka di akhirat kelak akan ditempatkan di dalam Neraka (Jahannam) dan hal itu akan kekal selamanya dan ada pula yang sementara hingga masa tertentu.

Jadi dalam hal ini, penghuni neraka itu ada yang kekal dan ada yang sementara waktu tetapi penghuni syurga itu sudah pasti kekal selamanya.

Orang-orang yang disiksa dalam Neraka (Jahannam) dalam waktu sementara ini (dalam masa tertentu sesuai dengan amalannya) ialah orang-orang yang dalam hatinya ada tergores, terselinap suatu keyakinan dalam mengucapkan Kalimat Tauhid, Laa ilaaha illallaah. 

Dengan kata lain, mereka itu adalah orang-orang muslim laki-laki dan perempuan yang di atas dunia ini sedang menyandang dosa, melanggar larangan-larangan Allah misalnya tidak pernah melakukan shalat, tentu ia akan disiksa atas dosa-dosanya dan bila sudah mengalami pensucian jasmani dan rohani di neraka, baru akan ditempatkan di syurga. 

Jadi, orang-orang Islam yang masih ada goresan iman dalam batinnya, namun pada kehidupannya sewaktu di dunia itu selalu melanggar larangan Allah, mereka ini tidak akan langsung masuk syurga, tetapi harus masuk di neraka terlebih dahulu untuk merasakan siksa atas dosa-dosa yang pernah mereka kerjakan.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.



Berlangganan via Email