Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Guliver dan Negeri Liliput - Legenda Inggris

Kisah Guliver dan Negeri Liliput - Legenda Inggris

Dahulu ada seorang bernama Guliver. Ia adalah orang Inggris yang suka mengembara. Sudah puluhan kali ia mengarungi laut dan samudra, mendaki gunung dan menyusuri lembah.

"Aku masih ingin mengembara lagi untuk menambah pengalaman," ujar Guliver suatu hari.

Ia mempersiapkan diri, bekal dikumpulkan dan pada suatu hari ia berjalan ke pelabuhan. Di sana, ada kapal layar yang hendak berangkat maka ia ikut kapal itu dengan membayar sejumlah uang. 

Mula-mula, kapal layar besar itu bergerak dengan nyaman menuju ke tengah laut. Semua penumpang bersukaria karena udara cerah. Namun, suasana yang menyenangkan itu tidak berlangsung lama. Tiba-tiba saja mendung di langit bergumpal-gumpal menutupi sinar matahari. Beberapa saat kemudian, hujan turun disertai gelombang besar.

Semua penumpang jadi panik karena kapal terombang-ambing tak karuan. Akhirnya, kapal itu tenggelam karena dihantam ombak badai yang dahsyat. Dalam situasi panik, untungnya Guliver masih bisa mencari kayu untuk menyelamatkan diri. 

Lama ia terombang-ambing di tengah lautan dan ia mencoba berenang namun karena laut begitu luasnya membuat tenaganya terkuras habis.

"Ya Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini !" bisik Guliver lirih memohon pertolongan Tuhan. 

Setelah cukup lama ia terombang-ambing di tengah lautan hingga suatu ketika berkali-kali ombak besar melemparkan tubuhnya dan akhirnya ia sampai ke tepi pantai.

"Terima kasih Oh Tuhan. Engkau telah menyelamatkan aku dari tengah lautan,” gumam Guliver penuh rasa syukur.

Ia mencoba berjalan keluar dari air, "Aduh lelah sekali ya,” 

Guliver kelelahan hingga jalannya sempoyongan hanya beberapa langkah ia mampu berjalan, selanjutnya akhirnya ia jatuh pingsan dan ternyata ia terdampar di Negeri Liliput. Negeri Liliput adalah negeri yang dihuni oleh orang-orang kecil, tanpa ia sadari sejak tali sebenarnya ia sudah diamati oleh ratusan orang liliput.

Begitu Guliver ambruk ke tanah, ia langsung dikerubuti manusia-manusia kerdil. Ia dianggap raksasa jahat, maka Raja Liliput memerintahkannya untuk dirantai.

"Cepat ! Rantai ia erat-erat jangan sampai kedahuluan siuman. Kalau dia sadar kita akan dimakannya," kata Raja Liliput.

Ia ketika sadar dari pingsan, Guliver kaget mendapati dirinya diikat. Namun dengan mudah, ia membebaskan diri dari ikatan tali yang membelenggu dirinya, lalu ia menembakkan pistolnya ke udara, orang-orang Liliput ketakutan mendengar suara ledakan keras seperti petir.

"Jangan takut aku bukan raksasa jahat, aku tidak akan mengganggu kalian," kata Guliver.

Bagi mereka, suara Guliver seperti suara guntur maka Raja Liliput meminta Guliver memelankan suaranya jika berbicara.

"Kalau kau bukan raksasa jahat, siapa dan dari mana asalmu ?" tanya Raja Liliput.

"Aku bernama Guliver dari Kerajaan Inggris. Aku tidak sengaja terdampar di tempat ini," kata Guliver.

"Baiklah, kalau kau bukan raksasa jahat maka kami mengundangmu ke dalam istana kami," kata sang Raja.

Demikianlah Guliver diajak ke istana, ia dijamu dengan makanan dan minuman serta dihibur dengan badut-badut istana yang lucu. Mulai hari itu, Guliver menjadi tamu dan sahabat Negeri Liliput.

Pada suatu hari, Negeri Liliput akan diserang oleh kerajaan lain, Raja Liliput meminta Guliver agar membantu menghadapi serangan dari Negeri Seberang. Guliver kemudian ikut membantu pasukan Negeri Liliput. 

Ia langsung terjun ke laut dan kapal-kapal layar besar dari negeri seberang dengan mudah ditangkap oleh Guliver, diikat dan diseret ke tepi pantai. Begitu melihat pasukan Negeri Liliput, ada salah satu tentaranya yang bertubuh besar seperti raksasa maka pasukan negeri seberang merasa ketakutan.

Mereka segera mengibarkan bendera putih pertanda menyerah,

"Aku tidak akan mengampuni kalian ! Aku akan melemparkan kalian ke laut dan menginjak-injak kalian sampai mati," kata Guliver sengaja menakut-nakuti pasukan Negeri Seberang. 

"Ampun... ampun kami...!”

“Baik kalian akan aku ampuni tapi dengan satu syarat, kalian tidak boleh berperang lagi. Kalian harus hidup berdampingan dengan damai."

"Baik kami berjanji," kata panglima perang negeri seberang.

Guliver diangkat sebagai pahlawan Negeri Liliput, kini Negeri Liliput menjadi aman dan tentram, tak ada lagi bangsa lain yang berani mengganggu negeri itu. Di sana, segala keperluan Guliver sudah disediakan oleh raja dan rakyat Liliput. Sebenarnya, Guliver merasa senang hidup dan tinggal di negeri itu.  

Namun, Guliver selalu teringat tanah kelahirannya, ia masih ingin pulang ke kampung halamannya. 

"Kalau begitu kita harus membuat perahu besar," kata Raja Liliput.

"Benar ! kuharap Paduka Raja mau membantu saya membuat perahu itu," kata Guliver.

Raja menyanggupinya, beberapa hari kemudian mereka bersama-sama membuat perahu dengan kerjasama yang baik perahu itu akhirnya selesai juga dan diseret ke tepi pantai.

"Bagus ! Perahu ini sudah sempurna, tidak ada papan yang bocor. Mudah-mudahan aku bisa pulang ke Inggris !" kata Guliver dengan wajah senang gembira.

Beberapa hari kemudian setelah menyiapkan semua perbekalan, Guliver berpamit kepada Raja untuk pulang ke Inggris.

"Kami mendo'akanmu agar selamat sampai tujuan," kata Raja.

"Terima kasih Baginda, saya sangat terkesan pula dengan negeri ini tapi saya memang harus pulang,” kata Guliver.

Guliver diberi kenang-kenangan berupa beberapa binatang kerdil, perahu itu sebenarnya nampak kecil bagi Guliver, tapi sangat besar bagi ukuran orang-orang Negeri Liliput. Seluruh rakyat Negeri Liliput juga ikut mendo'akannya agar selamat sampai di Negeri Inggris.

"Selamat jalan Guliver !" kata Raja Liliput.

"Selamat tinggal Baginda Raja," kata Guliver dengan terharu.

Guliver mengayuh dayung ke tengah lautan, cukup lama ia berada di tengah lautan. Tidak lupa juga dia selalu berdo'a agar bisa bertemu dengan kapal layar yang besar. Setelah 3 hari terapung-apung di tengah laut, ia melihat kapal besar melintas di depannya. 

Ia berteriak minta tolong sambil melambai-lambaikan sapu tangannya.

"Hai toloooooooooooong !"

"Mendekatlah kemari......!"

Untuk nakhoda kapal melihat keberadaan Guliver, nakhoda kapal segera datang menghampiri Guliver. Para penumpang menanyai Guliver dari mana saja ia selama ini. Guliver menceritakan apa adanya pengalamannya yang aneh, namun sayangnya mereka tidak percaya.

"Mana ada negeri seperti itu ?" kata awak kapal mencemooh Guliver.

Namun ketika Guliver menunjukkan binatang kecil yang dibawanya barulah mereka percaya memang ada pulau yang dihuni orang-orang Liliput.


Pelajaran yang bisa kamu petik dari Kisah Guliver dan Negeri Liliput - Legenda Inggris, yaitu kita harus menolong orang yang lemah dan kecil daripada kita, ikut andil mewujudkan perdamaian untuk menghindari perselisihan yang lebih besar dan kerugian yang besar, jangan suudzon terlebih dahulu kepada orang lain, selalu menyambut kedatangan tamu dengan ramah dan baik.
Semoga cerita rakyat di atas bisa membantu kamu terkait hikmah pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Berlangganan via Email