Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Batu Kuwung – Si Kikir Yang Sudah Insyaf (Legenda Banten)

Kisah Batu Kuwung – Si Kikir Yang Sudah Insyaf (Legenda Banten)

Dahulu kala, ada seorang saudagar kaya raya yang mempunyai perilaku yang buruk yaitu sombong dan kikir. Karena budi pekertinya yang buruk, seluruh penduduk desa sangat membencinya. Pada suatu hari, sang Saudagar kedatangan seorang pengemis berkaki pincang meminta makanan. Bukannya memberi, saudagar itu malah menghardik dan mencaci maki orang itu.

"Enak saja kamu minta-minta. Kau kira hartaku ini milik nenek moyangmu, sudah pergi sana !"
Si Pengemis didorong oleh saudagar hingga jatuh tersungkur. Mendapat perlakuan seperti itu, si Pengemis pun marah.

"Dasar manusia sombong ! Tunggulah, sebentar lagi kau akan mendapat balasan akibat perbuatanmu ini,” kata si Pengemis sambil bangkit berdiri kemudian pergi tanpa menoleh lagi.

Keesokan harinya, ketika Saudagar bangun dari tidur tiba-tiba kedua kakinya sulit digerakkan. Ia tak mampu bangkit dari kasurnya, sehingga membuatnya semakin panik. Ia perintahkan kepada pengawainya mencari tabib, dukun atau orang sakti untuk mengobati penyakitnya. Namun, tak satu pun orang pintar yang berhasil mengobatinya.

Saudagar itu pun berjanji bahwa ia akan memberikan setengah dari harta kekayaannya kepada siapa saja yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Mendengar hal itu, si Pengemis berkaki pincang datang kembali dan menjelaskan apa yang menjadi penyebab lumpuhnya kaki Saudagar tersebut.
"Musibah yang menimpa dirimu disebabkan oleh sifatmu yang sombong dan kikir. Ada beberapa syarat jika kau ingin sembuh. Pertama, harus rendah hati dan pemurah. Kedua, pergilah bertapa di atas batu cekung selama 7 hari 7 malam. Ketiga, penuhi janjimu untuk membagi separuh kekayaan kepada orang miskin di sekitar rumahmu.”
Dengan dibantu oleh pelayannya, berangkatlah sang Saudagar untuk bertapa di atas batu cekung selama 7 hari 7 malam. Pada hari terakhir pertapaan, keajaiban pun terjadi. Dari pusat batu cekung tersebut menyemburlah sumber mata air panas. Saudagar itu menghentikan tapanya, ia mandi dengan sumber mata air panas.

Sungguh aneh, kedua kakinya yang semula lumpuh, kini dapat ia gerakkan kembali seperti semula. Setelah berendam agak lama, ia pun kini dapat berjalan dengan normal, tidak lagi sombong melainkan suka menolong sesama. Orang-orang yang dulu membencinya kini berbalik menyukainya. Perdagangannya semakin lancar, ia bertambah kaya raya.

Penduduk setempat menyebut istilah cekung dengan Kuwung, maka Batu Cekung yang telah menjadi sebab kesembuhan Si Saudagar disebut Batu Kuwung. Konon, berbagai macam penyakit dapat sembuh apabila mandi dengan sumber mata air panas Batu Kuwung yang terletak di kaki Gunung Karang.

Setelah yakin sembuh pulih seperti sedia kala, saudagar itu kembali ke rumahnya. Ia memenuhi janjinya, membagi-bagikan separoh harta kepada orang-orang miskin di sekitar tempat tinggalnya, ia betul-betul telah berubah.

Jika ada pengemis datang, buru-buru ia memberikan uang atau makanan sepantasnya. Ketika menikah, ia tidak memilih putri orang kaya melainkan memilih gadis desa anak seorang petani miskin. Kiranya pengalaman pahitnya dulu tak bisa berjalan telah membuatnya insyaf dan menjadi lebih baik lagi.

Pelajaran yang bisa kamu petik dari Kisah Batu Kuwung – Si Kikir Yang Sudah Insyaf (Legenda Banten), yaitu jangan pernah sekali-kali menghardik orang miskin, jangan meremehkan orang cacat, jangan berlaku kikir harta dan sombong, berusaha menjadi orang yang lebih baik daripada sebelumnya, saling menolong sesama, harus bersikap rendah hati dan pemurah.
Semoga cerita rakyat di atas bisa membantu kamu terkait hikmah pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Berlangganan via Email