Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Batu Golog – Kecerobohan Sang Ibu (Legenda Nusa Tenggara Barat)


Kisah Batu Golog – Kecerobohan Sang Ibu (Legenda Nusa Tenggara Barat)

Pada suatu hari, ada seorang ibu beserta kedua anaknya tiba di sebuah rumah salah satu penduduk yang tampak sibuk menumbuk padi.

Inaq Lembain menghampirinya dan berkata, "Bu, bolehkah saya ikut bekerja membantu menumbuk padi disini ?”

"Boleh, kebetulan yang kami tumbuk cukup banyak, kau bisa membantu kami.”
“Terima kasih Bu." kata Inaq Lembain dengan senang hati.

Ketika menumbuk padi, kedua anak Inaq Lembain diletakkan di sebuah batu ceper yang tidak jauh dari tempat ia menumbuk padi. Batu itu bernama Batu Golog.

"Kalian tunggu di sini, jangan nakal. Ibu sedang bekerja agar nanti kita dapat upah untuk makan,” pesan Inaq Lembain kepada kedua anaknya. Kemudian, Inaq Lembain bekerja menumbuk padi demi mendapatkan upah. Tidak beberapa lama kemudian, tiba-tiba kedua anaknya berteriak-teriak memanggilnya.

"Ibu, Ibu !" teriak kedua anak Inaq Lembain.

Si ibu menganggap anak-anaknya hanya sekedar iseng memanggilnya. Tanpa menoleh, ia segera meneruskan pekerjaannya seperti biasa.

"Ibuuu...! Ibuuuuu !"

“Tunggulah kalian di situ sebentar. Ibu sedang bekerja,” ucap Inaq Lembain tanpa menghiraukan teriakan kedua anaknya. Sebenarnya, anak-anak itu tidak sedang merajuk. Batu yang mereka duduki tiba-tiba bergerak naik ke atas, sehingga membuat kedua anak itu merasa sangat ketakutan.

Karena dipikirnya sang anak sedang bercanda, Inaq Lembain tidak melihat batu yang dipijaki kedua anaknya yang semakin lama semakin tinggi. Saat tinggi batu itu sudah melebihi pohon kelapa, kedua anak itu berteriak-teriak ketakutan.

"Ibu... Ibu... Tolong !" jerit anaknya dari ketinggian.
“Tunggu, ibu sedang bekerja," ucap Inaq Lembain.

Tanpa disadari, teriakan anak-anaknya terdengar semakin sayup dan lenyap seketika. Sekali lagi tidak ada yang menggubris teriakan sang anak-anak itu. Semakin lama, sang ibu tidak mendengar suara teriakan anak-anaknya sama sekali dan ia menyangka kedua buah hatinya pasti sudah lelap tertidur.

Sementara, Batu Golog itu semakin lama semakin terbang meninggi. Kedua anak Inaq Lembain sudah terbawa oleh Batu Golog sampai menembus ke awan. Betapa terkejutnya Inaq Lembain melihat kedua anaknya sudah hilang tidak terlihat lagi.

Inaq Lembain tersadar bahwa kedua anaknya ikut terangkat dengan batu golog yang sudah terlanjur terbang ke atas langit di sana dan dia mulai merasa sangat bingung untuk menyelamatkan kedua anaknya itu.

Ia langsung menangis dan memohon kepada Dewata untuk bisa mengambil anaknya yang berada di atas awan dan doa permohonannya pun terkabul. Ia dikaruniai kekuatan gaib oleh Dewata berupa sabuk ajaib. Dengan sabuknya itu, ia dapat memenggal batu golog cukup sekali tebasan saja. Setelah berhasil menebas dengan sabuk itu, kemudian Batu Golog itu terpecah menjadi tiga bagian.

Bagian-bagian batu golog yang terpenggal tersebut terlempar sangat jauh antara satu sama lain. Bagian yang pertama jatuh di suatu tempat, sehingga menyebabkan tanah itu bergetar. Tempat jatuhnya batu itu menjadi sebuah desa yang kemudian bernama Desa Gembong.

Bagian yang kedua jatuh di suatu tempat yang kemudian tempat itu diberi nama Dusun Batu. Nama ini diberikan karena ada seseorang yang melihat batu tersebut jatuh.

Sedangkan, bagian ketiga batu golog itu terjatuh di suatu tempat dan diberi nama Montong Teker. Nama ini diberikan karena bagian terakhir dari batu golog yang terjatuh ini menimbulkan suara gemuruh di sekitarnya.

Batu golog memang sudah terpecah menjadi tiga bagian, tetapi sayangnya Inaq Lembain tidak bisa mendapatkan kedua anaknya kembali. Kedua anak Inaq Lembain sudah terlanjur berubah menjadi 2 ekor burung. Sang kakak berubah menjadi Burung Kekuwo, sedangkan sang adik telah berubah menjadi Burung Kelik.


Pelajaran yang bisa kamu petik dari Kisah Batu Golog – Kecerobohan Sang Ibu (Legenda Nusa Tenggara Barat), yaitu jangan lalai dalam menjaga anak, jangan ceroboh dan kerja keras untuk menghidupi keluarga.

Semoga cerita rakyat di atas bisa membantu kamu terkait hikmah pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.


Berlangganan via Email