Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 Keadaan Para Penghuni Neraka yang Sangat Mencekam dan Mengerikan

9 Keadaan Para Penghuni Neraka yang Sangat Mencekam dan Mengerikan

Para Penghuni Neraka tidak pernah luput dari kesengsaraan dan kepedihan siksa Allah Ta'ala karena diakibatkan oleh perbuatan maksiatnya sendiri. Bahkan, Nabi Muhammad SAW. sudah sering menyampaikan kengerian dan kedahsyatan siksa api neraka kepada seluruh umatnya.

Tidak hanya sekedar menggambarkan isi neraka itu saja, akan tetapi beragam macam keadaan yang akan dialami oleh para ahli neraka setelah memasuki jurang api neraka tersebut sebagaimana ada di bawah ini.

1. Tidak Hidup dan Tidak Mati

Para penghuni neraka digambarkan oleh Allah dengan keadaan tidak hidup dan tidak mati, mereka tidak dihukum mati tapi juga tidak hidup dikarenakan ditimpa azab yang silih berganti tanpa henti. Itulah gambaran kedahsyatan yang diterima oleh para penghuni neraka sebagaimana yang disebut dalam Firman Allah SWT. pada Surat Thaha ayat 74 yang artinya :

"Sesungguhnya orang-orang yang datang (menghadap) Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Jahannam. Di dalamnya, dia tidak mati dan tidak pula hidup.”

Maksudnya tidak mati ialah tidak terlepas dari penderitaan, dan tidak hidup maksudnya yakni tidak dapat merasakan hidup yang wajar dan menyenangkan sama sekali.

Berdasarkan Firman-Nya lagi dalam Surat Faathir ayat 36-37 yang artinya :

"Dan orang-orang yang kafir bagi mereka (adalah) Neraka Jahannam, mereka tidak dibinasakan sampai mati dan tidak diringankan dari mereka (mengenai) adzabnya. Seperti itulah, Kami memberikan balasan kepada setiap orang yang kafir.

Dan mereka berteriak-teriak di dalamnya : "Wahai Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami berbuat kebaikan berlainan dari yang telah kami perbuat." (Allah berfirman) : “Bukankah Kami telah memberikan umur kepada kamu, sehingga mendapat pengajaran orang yang mau menerima pengajaran dan telah datang kepadamu pemberi peringatan ? Maka Rasakanlah (Adzab) dan tiada penolong bagi orang yang dzalim.”

Baca Juga :

2. Dipukul dengan Palu Besi

Mereka para penghuni neraka disiksa oleh para malaikat yang bertugas sebagai penjaga neraka dengan memukul yang terbuat dari besi api neraka sebagaimana Firman Allah Ta'ala dalam Surat Al-Anfal ayat 50-51 yang artinya :

"Dan (alangkah hebatnya) kalau engkau melihat tatkala malaikat menerima orang-orang yang kafir, (Malaikat-malaikat petugas neraka) sambil memukul-mukul muka mereka dan belakang-belakang mereka seraya berkata : "Rasakanlah adzab yang membakar ini." 

Yang demikian itu lantaran apa yang telah dikerjakan oleh tangan-tangan kamu, karena sesungguhnya Allah tidak dzalim kepada hamba-hamba-Nya melainkan hamba-hamba-Nya sendiri (yang mendzalimi diri mereka sendiri).”

Ayat di atas menerangkan bahwa pada saat manusia meniti Jembatan Titian Shirathal Mustaqim, setelah selesai pemeriksaan Mahkamah Pengadilan Akhirat, ternyata manusia-manusia yang diliputi oleh dosa besar (banyak dosanya daripada pahalanya) akan tergelincir kaki mereka ke dalam Neraka Jahannam.

Dan mereka ditempatkan oleh malaikat penjaga neraka pada bagian neraka yang ditentukan buat mereka masing-masing. Pada waktu mereka diterima oleh malaikat-malaikat petugas neraka, muka-muka dan bagian belakang-belakang mereka dipukul dengan pemukul besi sambil dikatakan kepada mereka (kepada ahli neraka) : "Rasakan adzab yang membakar ini.”

3. Senantiasa Berganti Kulit

Maksudnya para ahli neraka (yang sewaktu dulu hidup di dunia selalu mendustakan ayat-ayat Allah) akan disiksa dalam Neraka Jahannam, maka kulit mereka sama-sama terkelupas dan badan pun hancur lebur tak bersisa maka diganti lagi dengan badan dan kulit lagi yang baru, begitulah seterusnya alias silih berganti kulit. 

Setelah kulit mereka terbakar, lalu diganti kembali dengan kulit yang baru. Hal yang demikian berlaku terus sampai beberapa waktu yang tidak ditentukan (tanpa batas akhirnya) karena sudah ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 56 yang artinya :

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

4. Pakaian Ahli Neraka

Para penghuni neraka diberi pakaian oleh Allah dengan pakaian dari neraka yang terbuat api neraka (berupa kuningan yang panas), itulah pakaian mereka sehari-hari sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam  Al-Qur'an Surat Al Hajj ayat 19-22 yang artinya :

"Inilah 2 golongan yang berselisihan (karena) memperselisihkan tentang Tuhan mereka (maksudnya golongan mukmin dan golongan kafir). Maka orang-orang yang kafir dipotongkan pakaian mereka dari api, disiramkan air yang panas dari atas kepala mereka. 

Dihancurkan dengan air itu apa-apa yang ada dalam perut dan kulit mereka. Dan bagi mereka cambuk-cambuk dari besi. Setiap kali mereka berkehendak keluar dari neraka karena kepayahan, mereka dikembalikan ke dalamnya (dan dikatakan) : "Rasakanlah adzab yang membakar itu.”

5. Disediakan Rantai-Rantai dan Belenggu-Belenggu

Rantai-rantai serta belenggu-belenggu yang panjangnya 70 hasta telah disediakan bagi para penghuni neraka, untuk mengikat orang-orang yang dahulunya kafir dan mendustakan ayat-ayat Allah. Dalam hal ini, Allah menegaskan dalam Surat Al-Insan ayat 4 yang artinya :

"Sesungguhnya untuk orang-orang kafir, Kami telah siapkan rantai, belenggu, dan api yang menyala (neraka).”

Dan Firman-Nya lagi dalam Surat Al-Haqqah ayat 31-33 yang artinya :

"Kemudian, masukkanlah dia di dalam Neraka Jahannam, lalu belitlah dia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. Karena sesungguhnya ia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar.”

6. Dimasukkan ke dalam Lautan

Lautan yang dimaksudkan di sini ialah lautan air mendidih di Neraka Jahannam.

Dalam wahyu Allah telah diterangkan bahwa di dalam Neraka Jahannam, ada  sebuah Lautan Air Mendidih, jadi manusia yang dimasukkan ke dalam tingkatan Jahannam (kerak neraka), dalam penyiksaannya mereka bergantian bergiliran. 

Ada yang dibakar dengan api neraka Jahannam, ada pula yang dimasukkan ke dalam lautan (air mendidih), ada yang dibakar, ada yang direbus, bahkan ada yang mengalami di antara dua keadaan itu sekaligus (dibakar dan direbus) diperlakukan terhadap mereka (ahli neraka) dengan suasana silih berganti, berselang-seling, dibakar sesudah itu direbus kembali ke dalam lautan air mendidih. Hal yang demikian itu tidak ada henti-hentinya dan berlaku secara terus-menerus.

Sebagaimana Firman Allah dalam Surat Ar-Rahman ayat 43 dan 44 yang artinya :

"Inilah Jahannam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa, mereka akan bergilir antara api neraka dan air (lautan) mendidih yang sangat panas."

Dan sebuah Firman-Nya lagi dalam Surat Al-Mu'minun ayat 71-72 yang artinya :

“Tatkala belenggu-belenggu (terpasang) di leher-leher mereka dan rantai-rantai, sedang mereka diseret ke air (lautan) yang sangat panas, kemudian di neraka akan dibakar mereka."

7. Makanan Para Penghuni Neraka

Para penghuni neraka disediakan oleh Allah sebuah jenis makanan yang berupa Pohon Zaqqum. Pohon Zaqqum inilah makanan sehari-hari para penduduk Neraka Jahannam dan asalnya tumbuh di dasar Neraka Jahannam.

Pohon Zaqqum ini seperti kepala syetan, rasanya pahit dan rupanya jelek yang kelak menjadi makanan para ahli neraka. Sesudah memakan Pohon Zaqqum ini, ia merasa haus yang seperti unta menderita kehausan di tengah padang pasir Arab, sedangkan minumannya air yang mendidih.

Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Pohon Zaqqum itu adalah makanan orang-orang yang berdosa besar sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah yang terdapat pada Surat Ad-Dukhan ayat 43-46 :

"Sesungguhnya Pohon Zaqqum itu ialah makanan orang-orang yang banyak berdosa. Seperti minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.”

Selain Pohon Zaqqum yang menjadi makanannya para penghuni neraka, mereka juga memperoleh makanan yang berupa Pohon Berduri seperti yang disebutkan oleh Allah dalam Surat Al-Ghosyiyah ayat 6-7 yang artinya : 

"Mereka (para penghuni neraka) tidak memperoleh makanan selain dari duri yang tidak menggemukkan dan tidak (pula) menghilangkan rasa lapar."

Selain Pohon Zaqqum dan Pohon Berduri sebagai makanannya penghuni neraka, juga Allah menyediakan darah bercampur nanah sebagai makanannya untuk mengganjal perut mereka itu yang sangat menjijikkan sekali sebagaimana Firman Allah SWT. yang disebutkan dalam Surat Al-Haqqah ayat 36-37 :

"Dan makanannya tiada lain hanya darah bercampur nanah, tidak ada yang makanannya kecuali orang-orang yang berdosa."

Baca Juga :

8. Minuman Para Penghuni Neraka

Mengenai berbagai macam minuman yang disediakan bagi para penghuni neraka menurut keterangan Al-Qur'an ialah :

  • Minuman dari mata air yang mendidih
  • Minuman dari air nanah dan darah
  • Minuman dari air luka dan nanah
  • Minuman dari air dingin yang sangat dingin

Perhatikan beberapa firman Allah SWT. yang sudah dimaktubkan dibawah ini.

"Memasuki api neraka yang sangat panas, diberi minum dari mata air yang mendidih.”

(QS. Al-Ghosyiyah ayat 4-5)

"Dan, dibelakangnya (sesudah matinya) ada neraka dan akan diberi minum dengan air nanah, diminumnya (air nanah itu) dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak mati dan dibelakangnya (ada) adzab yang berat.”

(QS. Ibrahim ayat 16-17)

"Mereka tidak merasakan dingin padanya dan (tidak memperoleh) minuman, kecuali air mendidih dan nanah sebagai balasan yang setimpal.”

(QS. An Naba' ayat 24-26)


9. Keluarga/Sanak Famili Akan Dikumpulkan dalam Satu Tempat di Neraka

Al-Qur'an menegaskan bahwa keluarga dan sanak famili yang masih satu keyakinan, atau yang mereka jadikan sesembahan (berhala/patung) kelak pada Hari Kiamat akan ditempatkan bersama-sama dalam satu tempat pada tingkatan neraka.

Jadi, seorang ayah, ibu, suami-istri, anak yang sehaluan (dalam pengertian satu agama) yang sama-sama durhaka kepada Allah akan ditempatkan dalam satu tingkatan di neraka dengan tidak terpisah-pisah termasuk berhala-berhala yang mereka sembah patung-patung yang mereka puja serta pepohonan yang mereka mintai pertolongan, juga bersama-sama ditempatkan dalam satu tingkatan di neraka.

Dalam hal ini, Allah menegaskan dalam Surat Ash-Shoffaat ayat 22 yang artinya :

"(Kepada Para Malaikat diperintahkan) : “Kumpulkanlah orang-orang yang dzalim dan orang-orang yang serupa dengan mereka (sehaluan) serta apa-apa yang telah mereka sembah."

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.


Berlangganan via Email