Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

13 Ganjaran Para Penghuni Neraka Yang Diberikan Oleh Allah Ta'ala

13 Ganjaran Para Penghuni Neraka Yang Diberikan Oleh Allah Ta'ala

Allah Ta'ala sebenarnya tidak ingin membiarkan umat manusia tenggelam dan jatuh ke lembah kesengsaraan, namun karena kodrat manusia yang mempunyai hak kebebasan dalam memilih mana jalan yang baik dan yang buruk itulah membuat kebanyakan manusia suka tergelincir ke dalam neraka akibat menuruti hawa nafsunya sendiri.

Di dalam Al-Qur'an sudah banyak menjelaskan dan menegaskan secara gamblang mengenai peringatan yang keras dan ganjaran yang akan dipersiapkan bagi siapa saja yang berani mendurhakai dan melanggar aturan Allah Ta'ala sebagaimana berikut di bawah ini.

1. Orang Kafir Mendapat Laknat dari Allah, Para Malaikat, Manusia, Jin dan Seluruh Makhluk Alam Semesta 

Allah Ta'ala berfirman : 

"Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, Para Malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat dan tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak (pula) mereka ditangguhkan (ditunda)." (QS. Al Baqarah : 161-162)

Ayat ini merupakan dalil bolehnya melaknat orang kafir secara umum sebagai tanda kehinaan dan kutukan yang berlaku kepada mereka.

2. Dijadikan Bahan Bakar Api Neraka 

Allah Ta'ala berfirman, 

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda, anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan, mereka itu adalah bahan bakar api neraka." (QS. Ali Imran : 10)

3. Siksaan Bagi Para Pemakan Harta Anak Yatim

Allah Ta'ala berfirman, 

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala." (QS. An-Nisa' : 10)

Dari Abi Sa'id Al-Khudri, bahwa Nabi SAW. menceritakan kepada kami tentang malam ketika beliau melakukan (perjalanan) Isra'. Nabi SAW. berkata, "Aku memandang, ternyata ada orang-orang yang mempunyai bibir seperti bibir unta dan malaikat ditugaskan untuk memegang bibir mereka.

Malaikat meletakkan sebuah batu besar dari api di mulut mereka hingga keluar dan bawah mereka. Mereka menjerit dan berteriak. Maka aku berkata, “Ya Jibril, siapakah mereka ini ?” Jibril menjawab, “Mereka ini adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim.” (HR. Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim)

Baca Juga :

4. Mendapat Pukulan Malaikat Saat Sakaratul Maut

Allah Ta'ala berfirman, 

"Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata) “Rasakan olehmu siksa neraka yang membakar,” (tentulah kamu akan merasa ngeri)." (QS. Al Anfal : 50)

Ada yang mengatakan, punggung mereka dipukul dengan cambuk besi. Ini adalah dalil bahwa ketika mencabut nyawa orang kafir, malaikat memukulinya dan mengatakan hal itu meskipun kita terhalang untuk melihat dan mendengarnya.

Para ulama berselisih tentang waktu pemukulan. Ada yang mengatakan di saat kematian malaikat memukul mereka dengan cambuk api dan ada yang mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari kiamat ketika mereka dibawa ke neraka.

5. Rintihan Sesak Nafas Para Ahli Neraka

Allah Ta'ala berfirman, 

"Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di kolam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan nafas dan menariknya (dengan merintih). Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." (QS. Hud : 106-107)

Menurut Az-Zajjal, 'Az Zafiir artinya rintihan yang sangat keras. Disebutkan dalam Zaqdhatu Ulil I'tibar, bahwa ahli bahasa dari Basrah dan Kufah berpendapat Zafir adalah awal suara keledai, dan Syahiiq adalah akhirnya. 

Ada yang mengatakan, Zafiir suara keledai dan Syahiiq adalah suara bagal. Ada yang berpendapat, Zafiir itu suara yang keras sedangkan Syahiiq itu suara yang lemah adapula yang lain mengatakan Zafiir mengeluarkan nafas sedangkan Syahiiq itu menariknya.

Ada yang mengatakan Zafiir dari dada dan Syahiiq dari tenggorokan, sedangkan yang lain berpendapat bahwa Zafiir mengulang-ulang nafas di dalam dada, karena kerasnya dada hingga tulang rusuknya bengkak. Sedangkan Syahiiq adalah nafas yang panjang dan menarik nafas ke dalam dada. 

Maksud keduanya ialah menunjukkan kesusahan dan kesedihan mereka yang amat sangat menyeramkan bahkan menyusahkan hingga ada yang menyamakan keadaan mereka seperti orang yang punya jantungnya terasa panas.

Menurut Al Lait, Zafiir ialah bila seseorang menarik nafas panjang dalam keadaan sedih dan menghembuskannya, sedangkan Syahiiq adalah mengeluarkan nafas itu.

Para alim ulama saling berselisih banyak tentang makna penentuan waktu dan pengecualian ini, karena telah diketahui dengan dalil-dalil yang qath'i tentang kekalnya siksa atas orang-orang kafir di neraka.

6. Ancaman dan Peringatan Keras Bagi Orang-Orang Menentang/Memfitnah Ayat-Ayat Allah

Allah Ta'ala berfirman, 

"Dan orang-orang yang berusaha bermaksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni neraka." (QS. Al Hajj : 51)

Maksudnya, orang-orang yang berusaha menghalanginya dengan mengatakan (memfitnah), bahwa Al Qur'an itu syair, sihir, dongeng orang-orang terdahulu, atau sekedar untuk dibaca/dihafalkan, namun bukan diamalkan dengan menganggap hal itu akan melemahkan Allah, adalah penghuni neraka.

7. Allah Ta’ala Tidak Sudi Berbicara dengan Ahli Neraka

Allah Ta'ala berfirman : 

"Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." (QS. Al Mu'minuun : 8) 

Maksudnya, Allah menyuruh mereka untuk diam di Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina dan jangan sekali-kali mengajak-Nya berbicara atau dengan maksud minta keluar dari neraka atau hanya sekedar meminta mengurangi siksaan yang menimpa mereka.

Hasan mengatakan, itu adalah perkataan terakhir yang diucapkan oleh penghuni neraka. Setelah itu hanyalah rintihan dan jeritan seperti lolongan anjing.

8. Ancaman Bagi Orang-Orang Yang Mendustakan Hari Kiamat

Allah Ta'ala berfirman, 

"Bahkan mereka mendustakan Hari Kiamat, dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa saja yang mendustakan hari kiamat. Apabila mereka itu melihat neraka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya (yang mengerikan)." (QS. Al Furqaan : 11-12)

Diriwayatkan dari seorang sahabat bahwa Nabi SAW. bersabda, "Siapa yang mengatakan tentang aku (terhadap) apa yang tidak aku katakan atau mengaku anak seseorang yang bukan ayahnya dan mengaku tuan yang bukan tuannya, biarlah ia menduduki tempatnya di antara kedua mata Jahannam.” 

Dikatakan, "Ya Rasulullah, apakah Jahannam mempunyai mata ?" Nabi SAW. menjawab, “Ya, tidakkah kalian mendengar Allah berfirman, "Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh ?" (HR. Abdun bin Humaid dan Ibnu Jarir)

9. Neraka Akan Ditampakkan Setiap Pagi dan Sore bagi Para Ahli Kubur

Allah Ta'ala berfirman, “Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang." (QS. Al Mu'min : 46) 

Dari Ibnu Umar RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda :

"Sesungguhnya seseorang dari kamu apabila mayit akan ditunjukkan tempat duduknya di waktu pagi dan petang. Jika termasuk penghuni surga, maka ia pun masuk surga dan jika termasuk penghuni neraka, maka ia pun masuk neraka. Dikatakan kepadanya, "Inilah tempat dudukmu hingga Allah membangkitkanmu pada Hari Kiamat." (HR. Syaikhain)

10. Seluruh Anggota Tubuh Menjadi Saksi atas Dosa-Dosa Para Ahli Neraka

Allah Ta'ala berfirman, 

“Dan (ingatlah) hari (ketika) musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan (semuanya).” (QS. Fushilat : 19) 

Maksudnya, orang pertama kali di antara mereka ditahan hingga tersusul oleh orang yang terakhir kali dan berkumpul. Ketika mereka datang ke situ tiba-tiba indera pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka bersaksi mengenai kemaksiatan yang mereka kerjakan di dunia.

Ada beberapa pendapat mengenai kesaksian ini yakni pertama, bahwa Allah menciptakan pemahaman, kemampuan dan ucapan kepadanya sehingga bisa bersaksi sebagaimana orang bersaksi atas apa yang diketahuinya. 

Kedua, bahwa Allah Ta'ala menciptakan suara dan huruf dalam anggota tubuh itu yang menunjukkan makna-makna itu.

Ketiga, Allah menampakkan dari dalam anggota-anggota itu berupa keadaan keadaan yang menunjukkan timbulnya berbagai amalan dan tanda-tanda itu dinamakan kesaksian.

Allah Ta'ala berfirman, 

"Dan mereka berkata kepada kulit mereka, "Mengapa kamu menjadi saksi bagi kami ?" Kulit mereka menjawab, "Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berkata, telah menjadikan kami pandai (pula) berkata, dan Dia-lah yang menciptakan kamu pada pertama kali dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu.

Bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu. Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. 

Jika mereka bersabar (menderita adzab), maka nerakalah tempat mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya." (QS. Fushilat : 21-24)

11. Diikat Rantai Api Neraka dan Disodorkan Hidangan Berupa Buah Zaqqum, Darah dan Nanah

Allah Ta'ala berfirman, 

"Kemudian, masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah yang Maha Besar dan (pula) dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin. 

Maka tiada seorang teman pun baginya pada hari ini di sini. Dan tiada (pula) makanan sedikit pun (baginya) kecuali dari darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang yang berdosa." (QS. Al Haaqqah : 30-37)

Para ahli tafsir mengatakan, rantai itu terdiri atas lingkaran-lingkaran besi yang teratur, setiap lingkaran besi masuk dalam lingkaran yang lain. Hanyalah Allah yang lebih tahu pasti ukuran hasta mana yang dimaksud bahkan ada yang mengatakan seukuran hastanya malaikat. 

Menurut Nuuf As-Syaami, setiap hasta panjangnya 70 depa dan setiap depa lebih jauh daripada jarak antara engkau dan Mekkah. Pada waktu itu, Nuuf berada di Kufah. 

Baca Juga :

Muqatil mengatakan, seandainya sebuah lingkarannya diletakkan di atas puncak sebuah gunung, niscaya gunung itu meleleh seperti timah yang mencair.

Menurut Ibnu Juraid, tidak ada yang mengetahui besarnya, kecuali Allah Ta’ala sedangkan Suwaid bin Abi Najih menuturkan bahwa semua penghuni neraka berada dalam rantai itu. 

Ghislin ialah darah dan nanah penghuni neraka yang tercuci dari badan mereka. Ahli bahasa mengatakan, ghislin adalah cairan yang mengalir dari luka ketika dicuci. 

Sedangkan menurut Ad Dhahhak dan Rabi' bin Anas itu makanan yang dimakan penghuni neraka. Demikian pula menurut Qatadah, itu adalah makanan yang paling buruk. 

Sementara Ibnu Zaid berpendapat, tidaklah mengetahui hakekatnya kecuali Allah Ta'ala. Ibnu Abbas mengatakan, ghislin ialah darah, air dan nanah yang mengalir dari daging mereka. 

Dari Abi Sa'id Al-Khudri dari Nabi SAW. beliau pernah bersabda, "Andaikala setimba ghislin ditumpahkan di dunia, niscaya busuklah bau penghuni dunia." (HR. Hakim)

Disebutkan dalam Yaqdhah Ulil I’tibar sebagai komentar, bahwa untuk mempertemukan antara ini dan firman-Nya : "Illa min dharii’ (kecuali dari pohon yang berduri) dan firman-Nya mengenai  Az-Zaqqum,

“Tidaklah mereka memakan dalam perut mereka, kecuali api neraka. Maka boleh jadi makanan mereka adalah sem ua itu atau siksaan itu bermacam-macam dan orang-orang yang disiksa ada berbagai tingkatan. Di antara mereka ada yang makan ghislin (nanah), ada yang memakan pohon berduri, ada yang makan buah zaqqum, dan ada yang makan api.”

12. Para Pengintai Yang Bersiap Menyiksa Ahli Neraka

Allah Ta'ala berfirman, 

"Sesungguhnya Neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak (pula) mendapat minuman selain air yang mendidih dan nanah sebagai pembalasan yang setimpal." (QS. An Naba' : 21-26) 

Maksudnya, Jahannam adalah tempat para penjaga neraka mengintai orang-orang kafir untuk menyiksa mereka di dalamnya atau neraka itu sendiri mengintai orang-orang kafir yang datang kepadanya.

Al Wahidi mengatakan, menurut para ahli tafsir lamanya 80 tahun lebih sedikit, setahun sama dengan 360 hari dan sehari sama dengan seribu tahun dari perhitungan kalender dunia. Maksud ayat itu adalah untuk menguatkan, bukan taqlid. 

Hasan berkata, "Demi Allah, tidaklah lewat masa itu melainkan disusul oleh masa lainnya untuk selama-lamanya."

13. Hinaan Sebagai Makhluk Paling Buruk di Mata Allah Ta’ala

Allah Ta'ala berfirman, 

"Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke dalam Neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS. Al Bayyinah : 6)

Dhahir ayat itu bersifat umum. Ada yang mengatakan mereka adalah orang-orang yang hidup di zaman Rasulullah SAW. dan bagian yang pertama ini bisa dikatakan lebih tepat. Dalam ayat itu juga ditunjukkan bahwa ancaman terhadap ulama yang buruk (ulama suu’) lebih besar dibandingkan dengan ancaman terhadap orang-orang awam ulah sebagian keadaan golongan penghuni neraka.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.


Berlangganan via Email