Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dongeng Si Kancil dan Si Kerbau – Kerbau Yang Baik Hati

Dongeng Kancil dan Kerbau – Kerbau Yang Baik Hati

Ada kiasan "Bodoh Seperti Kerbau,” benarkah hewan ini semuanya bodoh ? ternyata tidak semua kerbau itu bodoh.

Pada suatu hari, kerbau bertemu dengan kancil.
"Hai Kerbau ! punukmu (punggung) yang lunak itu selalu menjadi incaran harimau dan buaya. Maka hati-hatilah jika engkau bertemu dengan kedua hewan itu." pesan si Kancil.
Si Kerbau yang lugu dan sederhana itu merenungkan ucapan Si Kancil. Ia terus berjalan dan suatu ketika mendengar hewan lain memanggil namanya. Ternyata, seekor buaya yang datang minta tolong,
"Kerbau, tolonglah istriku ! Ia terjepit sebatang pohon yang roboh di tepi sungai. Sudah dua hari, aku berusaha menolong tapi aku tak mampu melepasnya.”
Kerbau tetap waspada, tetapi hatinya tak tega mendengar sesama hewan minta pertolongannya untuk datang ke tepi sungai, "Ah kasihan kalian.”

"Aduh, pohon ini memang besar dan berat. Tapi akan kucoba,” ujar Si Kerbau. Si Kerbau mengheningkan cipta, memohon agar diberi kekuatan yang besar kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kemudian, kerbau segera mencoba mengangkat kayu dengan tanduknya. Ketika agak bergeser sedikit, buaya yang tertindih segera meloloskan diri. Akhirnya, buaya bisa lolos dan mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ternyata buaya-buaya itu tidak melahap punuknya dan mereka segera turun ke sungai.

Kerbau merasa lega sedangkan kancil yang dari kejauhan memperhatikan kejadian itu segera menghampiri kerbau.
“Hai kerbau kau tetap harus hati-hati, sekarang saja nampaknya mereka baik. Suatu ketika, jika kau lengah punukmu pasti diterkamnya."
"Kancil ! Ternyata omonganmu ngawur. Tidak semua hewan itu jahat, buktinya buaya-buaya tadi tidak memangsa punukku. Sudah kau jangan ngaco !" hentak kerbau.
"Sebenarnya aku tahu, kekuatanku tidak seimbang dengan berat pohon yang besar tadi. Tapi berkat niat baik yang betul-betul ikhlas, maka aku mampu mengangkatnya. Suatu ketika jika memerlukan aku juga akan menolongmu.”
Si Kerbau memang dikenal sebagai hewan yang baik di seluruh hutan. Ia bukan saja sering menolong hewan tapi juga pernah menolong anak gembala. Suatu hari, ada seekor harimau yang akan memangsa anak gembala.

Kebetulan Si Kerbau ada di tempat itu, maka Kerbau itu mati-matian berusaha menolong anak gembala itu. Walaupun di sana-sini kulitnya robek dicakar harimau, namun Kerbau yang kuat itu akhirnya mampu mengalahkan harimau dengan tanduknya.

Sejak saat itu, terjalinlah persahabatan antara Kerbau dan anak gembala. Si anak gembala merawat dan mengobati luka-luka di tubuh Kerbau. Si Kancil merasa kecewa karena usahanya mengadu domba antara Kerbau dengan para buaya tidak berhasil.

Para buaya juga selalu waspada, sebab Si Kancil biasanya suka jail terhadap mereka.
"Awas kau Cil ! Kalau sekali lagi bikin susah para buaya, kau akan kami terkam jadi makanan kami." kata buaya.

Semoga kisah dongeng di atas bisa membantu kamu terkait pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Berlangganan via Email