Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Nabi Yunus – Ditelan Ikan Paus


Kisah Nabi Yunus – Ditelan Ikan Paus

Nabi Yunus bin Matta merupakan salah seorang yang bersambung nasabnya dari keturunan Bunyamin bin Ya’kub bin Ishak bin Ibrahim Alahis Salam, dan dia termasuk golongan orang yang shalih, sejak sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul beliau itu memang seorang ahli ibadah yang tekun.

Ia termasuk orang yang lurus, namun ada kelemahannya yaitu mudah hilang harapan. Ia diutus kepada penduduk Negeri Ninawa yang letaknya ada di Irak sekarang ini dan bertugas mengajak kaumnya untuk senantiasa menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan terhadap berhala, serta meninggalkan kemaksiatan dan kedurhakaan. Namun di antara sekian banyak kaumnya itu, hanya 2 orang saja yang mau mengikutinya.

Dua orang itu adalah Rubil dan Tanukh. Rubil adalah seorang yang alim dan bijaksana, sedangkan Tanukh adalah seorang yang tenang dan sederhana.

Nabi Yunus Meninggalkan Kaumnya

Nabi Yunus mengancam kaumnya bahwa jika dalam tempo 30 hari mereka tidak mau insyaf dan tidak bertaubat kepada Allah, maka siksa Tuhan akan diturunkan kepadanya. Allah menyela batas waktu itu dan mewahyukan kepada Nabi Yunus supaya ditambahkan 10 hari lagi dengan demikian turunnya siksa itu menjadi 40 hari untuk kesempatan masa tenggang mereka kembali bertaubat.

Ia kembali kepada kaumnya untuk menyampaikan bahwa kesempatan tenggang waktu bagi mereka ditambahkan menjadi 10 hari lagi hingga genap 40 hari, dan selepas itu mereka akan diturunkan Azab dari Allah.

Tetapi kaumnya tidak ada yang mau menggubrisnya, dan mereka malah berani menantang sambil menunggu kedatangan siksa itu agar secepatnya diturunkan kepada mereka. Nabi Yunus merasa putus asa melihat kepongahan kaumnya itu. Ia lantas pergi meninggalkan mereka.

Setelah masa tenggang 40 hari sudah berakhir, tiba-tiba muncullah awan gelap di pagi hari, dan waktu semakin siang mereka melihat cahaya merah seperti api hendak turun dari langit. Mereka menjadi sangat ketakutan, dan segera lari berbondong-bondong untuk mencari Nabi Yunus, namun sayangnya tidak ketemu.

Tak ada seorang pun yang mengetahui tempat tinggalnya dan kabar kepergiannya, lalu mereka kembali bertaubat dan menjalankan ajaran Nabi Yunus sesuai dengan apa-apa yang pernah diserukan kepada mereka dahulu. Akhirnya, Allah Maha Pengasih dan Maha Penerima Taubat tidak jadi menurunkan siksa kepadanya.

Ditelan Ikan Paus

Nabi Yunus tidak tahu harus pergi ke mana, akhirnya ia tiba di pelabuhan, tepi laut dan ia ikut menumpang sebuah kapal. Penumpang kapal sebenarnya sudah banyak, di tengah laut kapal itu mengalami oleng terombang-ambing karena dihantam ombak dan diperkirakan nyaris tenggelam.

Semua perbekalan pun sudah dikurangi, namun kapal tetap saja oleng. Kemudian, Nakhoda segera memutuskan untuk melempar salah seorang penumpang ke laut dengan melalui pengadaan undian.

Saat diadakan pengundian, nama Yunus keluar untuk pertama kalinya dan awak penumpang kapal  merasa ragu karena dia adalah Nabi terpilih dan orang yang shalih, akhirnya mereka mengulanginya hingga sebanyak 3 kali dan hasilnya pun kembali sama seperti sebelumnya.

Melihat hal itu, Nabi Yunus ikhlas menerimanya dan keputusan sudah tidak dapat ditolak lagi, maka Nabi Yunus dilempar ke tengah laut. Namun, Allah Ta’ala tidak menghendaki Rasul-Nya dibiarkan binasa.

Akhirnya, seekor ikan paus besar (Ikan Nun) diperintahkan oleh Allah untuk menelan Nabi Yunus. Setelah Nabi Yunus ditelan hidup-hidup oleh Ikan Nun, kondisi angin badai dan ombak laut menjadi normal semula sehingga kapal dapat berlayar dengan aman kembali.

Di dalam perut ikan itulah, Nabi Yunus tersadar akan kesalahannya telah meninggalkan kaumnya. Ia berdo'a kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya ;
"Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Tuhan. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, dan sesungguhnya aku termasuk golongan orang yang zalim."
Atas kesungguhannya dalam berdo'a dan karena Rahmat Allah yang telah menerima taubatnya, maka Nabi Yunus dikeluarkan dari perut Ikan Paus. Ia dimuntahkan pada hamparan pasir tepi pantai dalam keadaan sakit dan lemah. Allah segera menumbuhkan tanaman labu di atasnya, untuk menaungi dia dari terik panas matahari dan supaya dia bisa makan atau minum dari buah tersebut, sehingga dia bisa mengembalikan kekuatannya dan kesehatannya sediakala.

Banyak para ulama berselisih paham tentang masa Nabi Yunus tinggal di dalam perut Ikan Paus Besar itu (Ikan Nun), ada yang mengatakan selama 3 hari 3 malam, ada beberapa yang lain mengatakan selama 7 hari, bahkan banyak ulama yang meyakini bahwa dia telah terkurung di dalam perut ikan paus selama 40 hari sebagai bentuk hukuman sekaligus peringatan Allah kepada Nabi Yunus yang telah meninggalkan kaumnya.


Yunus Kembali Kepada Kaumnya

Setelah itu, maka ia segera kembali kepada kaumnya dengan penuh harapan baru. Sesampainya Nabi Yunus di sana, ternyata kaumnya itu menyambut kedatangannya dengan penuh gembira. Jumlah kaumnya yang tak kurang dari 100.000 orang telah diseru Nabi Yunus untuk menyembah Allah dan kembali ke jalan yang benar.

Karena kaumnya (Penduduk Ninawa) telah kembali bertaubat dan patuh mendengar seruan Nabi Yunus, maka Allah memberikan kelapangan, ketentraman hidup dan kesenangan selama beberapa masa selanjutnya.