Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Nabi Yahya – Sang Pembabtis Mati Syahid


https://www.sakolaku.com/2020/08/kisah-nabi-yahya-sang-pembabtis-mati-syahid.html


Pelanggaran Hukum Taurat Terhadap Pernikahan Raja Romawi

Pada suatu hari, Yahya mendengarkan sebuah kabar bahwa Raja Herodus yang telah menguasai Palestina hendak mengawini anak tirinya yang bernama Herodia. Dalam syariat atau Undang-Undang Kitab Taurat dan Zabur mengawini anak tirinya itu tidak boleh alias dinyatakan haram.

Namun, Raja Herodus yang sudah tergila-gila cintanya terhadap anak tirinya yang cantik jelita itu tidak peduli dan tetap bersikeras ingin mengawininya. Hirodia sendiri merasa kesenangan bila diperisteri oleh seorang Raja. la seorang gadis yang haus kekuasaan dan harta benda.

Tak seorang pun yang berani menentang kehendak raja itu. Namun, Yahya Sang Pembabtis segera tampil menghadap Raja dan menyatakan keberatan atas keinginannya tersebut, bahwa perkawinan raja itu sudah sangat jelas melanggar aturan agama dan amat dikutuk Tuhan.

Seluruh istana pun gempar melihat ketegasan dan keberanian Nabi Yahya di hadapan Raja Herodus yang terkenal lalim itu. Mereka sebenarnya setuju atas pendapat Yahya yang memang diambil berasal dari Kitab Suci Taurat.

Menyaksikan suasana itu, Raja menjadi malu dan murka kepada Nabi Yahya. Ia dan Hirodia berusaha mencari jalan untuk membungkam mulut Yahya atau kalau perlu membunuhnya sekalian.

Pada suatu hari, Hirodia datang menemui Yahya di rumahnya dengan berdandan sangat cantik sekali. Ia mencoba merayu Yahya agar melakukan perbuatan meşum dengannya alias ajakan untuk berzina. Dia berpikir, siapa tahu Yahya akan menjadi orang penurut, hatinya luluh dan tidak lagi menentang rencana perkawinannya dengan Raja Herodus setelah mengajaknya untuk melakukan perbuatan mesum tersebut.

Ternyata jauh dari apa yang diharapkan, walaupun ia telah bertelanjang bulat di hadapan Yahya, pemuda itu tetap saja tidak tergoda bahkan merasa jijik sekali melihat Hirodia yang mengajak perbuatan nista itu. Ia lantas mengusir Hirodia dengan bentakan suaranya yang keras, seolah petir yang menggelegar di telinga Hirodia.

Hirodia merasa malu dan terhina sekali di hadapannya, ia berpikir tidak ada orang yang berani memperlakukannya seperti ini kecuali Nabi Yahya, sehingga akhirnya membuat ia merasa dendam dan sangat benci kepadanya.

Hirodia langsung menghadap Raja Herodus sambil berkata, bahwa Yahya telah menghinanya dan hendak berusaha memperkosanya. Dia juga menambahkan bahwa Yahya itu sebenarnya tidak menyetujui perkawinannya (Raja Herodus dan Hirodia) hanya karena nafsu Yahya itu sendiri yang ingin mengawini Hirodia.

Tentu hasutan Hirodia yang tajam itu membakar kemarahan Raja Herodus, ia termakan omongannya dan segera memerintahkan bala tentara Romawi untuk memenggal kepala Yahya sebagai bentuk hukuman dan hadiah mahar untuk calon istrinya nanti. Para tentara itu sebenarnya sangat keberatan, namun mereka diancam dengan hukuman berat.

Maka, akhirnya dengan segala cara mereka dapat menemukan Yahya, Nabi Yahya yang shalih dan tegas pendiriannya itu dibawa ke penjara dan dipenggal lehernya.

Wafatnya Nabi Zakaria

Sesudah Yahya Sang Pembabtis tiada, perhatian orang-orang yang beriman beralih kepada Nabi Zakaria yang sudah tua renta. Mereka meminta pendapat Nabi Zakaria terkait hukum perkawinan raja itu, Nabi Zakaria bersikeras tetap berpegang teguh kepada ajaran Allah yang disebut dalam Kitab Taurat, yaitu perkawinan antara ayah dan anak tirinya itu tidak boleh alias haram.

Raja Herodus marah besar setelah pernyataan Nabi Zakaria itu terdengar olehnya, ia memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap Nabi Zakaria. Namun, rakyat Bani Israel melindungi Nabi yang sudah berusia lanjut itu. Pada suatu hari, Nabi Zakaria segera lari bersembunyi di sebuah hutan. Namun sayangnya, hutan itu mendadak dikepung oleh bala tentara Raja Herodus.

Nabi Zakaria melihat sebuah pohon besar yang tengah batangnya membelah dan masuklah Nabi Zakaria ke dalam pohon itu, setelah itu tiba-tiba pohon itu dapat mengatup lagi atas izin Allah.

Dengan demikian, tentara Herodus merasa kebingungan dan tidak dapat menemukan Nabi Zakaria.
Namun, Iblis Laknatullah segera menyerupakan diri sebagai manusia dan memberitahukan tempat persembunyian Nabi Zakaria yang berada di dalam pohon tersebut.

Setelah ditunjuk bagian pohon mana yang menjadi tempat persembunyiannya, para prajurit sebenarnya kurang percaya namun pohon itu akhirnya digergajinya pula setelah Iblis berhasil meyakinkan mereka. Hasilnya, pohon itu pun mengeluarkan darah merah dari bagian batang yang digergaji itu.

Atas kejadian itu, mereka bala tentara Romawi mengira telah berhasil membunuh Nabi Zakaria, hanya Allah-lah Maha Tahu terhadap apa sebenarnya terjadi yang menimpa nasib diri Nabi Zakaria. Wallahu ‘alam bis Showab.