Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Nabi Syu’aib – Kaum Madyan dan Ashabul Aikah


Kisah Nabi Syu’aib – Kaum Madyan dan Ashabul Aikah

Nabi Syu'aib diutus di Negeri Madyan. Penduduk Negeri Madyan sudah lama melupakan ajaran Para Nabi dan Rasul yang diutus sebelumnya. Mereka sudah tidak percaya lagi dengan adanya Allah Yang Maha Esa. Mereka menyembah hutan dan menyembah Aikah, yaitu sebidang padang pasir yang ditumbuhi pohon dan tanaman.

Ajakan Nabi Syu’aib Kepada Kaumnya

Pada masa itu, Penduduk Madyan sudah sangat tersesat dan kemungkarannya sudah sangat keterlaluan. Kemaksiatan sudah menjadi hal yang biasa mereka lakukan, dan kebiasaan buruk mereka yang sangat jahat adalah mengurangi takaran atau timbangan dalam berdagang. Inilah kiranya yang harus dihindari oleh para pedagang zaman ini.

Nabi Syu'aib mengajak kaumnya agar kembali menyembah Allah Ta’ala, senantiasa menjauhi kezaliman, kemungkaran dan segala macam bentuk kemaksiatan. Ia juga mengajak mereka berlaku jujur, menimbang barang jual-beli dengan benar tanpa dikurangi seperti kebiasaan mereka.

Nabi Syu'aib juga memperingatkan mereka agar tidak menghambat para pengikutnya yang telah beriman untuk beribadah kepada Allah. Sebab kaum Madyan punya kebiasaan jelek yang lain, yaitu mereka suka menghalang-halangi para pengikut Nabi Syu'aib yang beriman apalagi banyak di antara mereka yang dipaksa dengan kekerasan untuk meninggalkan ajaran Nabi Syu'aib.

Walau demikian, Nabi Syu'aib tetap bersabar dan terus melaksanakan dakwahnya. Kegigihan Nabi Syuaib ini agaknya membuat orang-orang kafir gelisah dan sangat jengkel. Mereka mendatangi Nabi Syu'aib sambil mengancam akan menyiksa dan merajam Nabi Syu'aib jika beliau tidak mau menghentikan dakwahnya.

Akhirnya, Nabi Syu'aib dan pengikutnya memutuskan untuk pindah ke negeri lain atas dasar petunjuk dari Allah, karena penduduk Madyan sudah tidak dapat diharapkan lagi keimanannya. Mereka malah semakin mengejek dan menghina ajaran Nabi Syu'aib dengan penuh kepongahan dan keangkuhan.
Hanya beberapa saat setelah Nabi Syu'aib dan pengikutnya pindah untuk meninggalkan mereka, tiba-tiba Penduduk Madyan dikejutkan oleh adanya gempa maha dahsyat, sehingga mereka mati bergelimpangan tanpa ada yang tersisa sedikit pun.


Berdakwah Kepada Kaum Ashabul Aikah

Nabi Syu'aib dan pengikutnya pindah ke Negeri Aikah sesuai dengan datangnya petunjuk Allah yang memang menugaskannya untuk berdakwah di sana.

Ternyata, penduduk Aikah juga setara kedurhakaannya dengan penduduk Madyan. Mereka juga sama-sama menolak ajakan Nabi Syu'aib untuk menyembah Allah SWT. Mereka bahkan mengejek dan mengancam Nabi Syu'aib sambil berani menantang, agar Nabi Syu'aib segera mendatangkan azab yang dijanjikan Allah.

Karena terus-menerus berbuat kedurhakaan dan kemaksiatan, sehingga mereka tak bisa diingatkan lagi dan tak dapat diharapkan keimanannya, maka Allah langsung menurunkan azab bagi mereka.

Mula-mula, mereka diserang gelombang suhu udara yang sangat panas, sehingga mereka berbondong-bondong keluar dari rumah masing-masing untuk mencari udara segar. Sayangnya, di mana pun mereka berada, tetap saja udara masih terasa panas hingga menyesakkan dada dan nafas mereka.

Saat mereka kebingungan, tiba-tiba nampaklah awan mendung hitam menaungi kawasan lembah yang ada di dekat mereka. Mereka merasa sangat gembira, dikira awan itu akan mendatangkan hujan, hawa sejuk yang mereka rindukan selama ini akan segera terhirup. Namun, angan-angan itu buyar berantakan seketika.

Karena tanpa diduga, datanglah angin kencang, mereka sama-sama terhempas dan terlempar ke mana-mana tak beraturan. Pada saat demikian, muncullah sesuatu dari awan yang hitam pekat itu menyambar guntur yang saling bersahutan. Binasalah kaum yang durhaka itu, hingga tak satu pun yang tersisa. Hanya Nabi Syu'aib dan pengikutnya yang bisa selamat, karena mendapatkan rahmat dan perlindungan dari Allah SWT.

Berlangganan via Email