Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Nabi Isa – Putra Tanpa Ayah dan Diangkat Ke Langit


Kisah Nabi Isa – Putra Tanpa Ayah dan Diangkat Ke Langit

Maryam Bunda Suci Nabi Isa

Maryam sejak kecil diasuh oleh mendiang Nabi Zakaria. Ia seorang gadis yang baik budi pekertinya. Sesudah menginjak usia dewasa, ia selalu mengurung diri di tempat ibadah dan tidak pernah sama sekali berhubungan dengan orang lain.

Pada suatu hari, Nabi Zakaria menengok keadaan Maryam di tempatnya. Ia terkejut melihat aneka buah-buahan berada di kamar itu. Maryam menjelaskan bahwa semua itu adalah karunia Allah kepadanya. Nabi Zakaria percaya akan hal itu, memang tidak mustahil Maryam yang suci, taqwa dan senantiasa tunduk pada Perintah Allah itu mendapatkan karunia-Nya berupa makanan dari surga.

Pada suatu hari, Maryam didatangi oleh Malaikat Jibril yang memberikan kabar gembira, bahwa ia akan mengandung dan melahirkan bayi laki-laki yang kelak akan menjadi Nabi dan Rasul Utusan Allah. Maryam heran, bagaimana bisa ia seorang perawan, belum bersuami bahkan belum pernah melakukan hubungan badan sedikit pun bakal mengandung dan mempunyai anak.

Malaikat Jibril menjawab, bahwa jika Allah menghendaki sesuatu cukuplah Dia berkata : "Jadilah," maka kehendak-Nya pun terjadi.

Maryam Mengasingkan Diri

Ternyata benar, tidak berapa lama kemudian Maryam telah dinyatakan hamil. Dia berusaha menutupinya supaya tidak ketahuan oleh para imam dan pengurus Baitul Maqdis. Namun apa daya, salah seorang pengurus yang diam-diam tanpa sengaja melihat keanehan yang dialami oleh perempuan pengabdi Baitul Maqdis itu segera mengetahui kebuntingannya dan menyebarkan apa yang ia lihat ke masyarakat sekitar.

Lantas saja, ia menjadi bahan pergunjingan masyarakat di sekitarnya, karena dianggap telah berbuat zina dengan laki-laki lain. Sehingga tuduhan ini menjadi hal yang sangat menyakitkan bagi hati Maryam, dan inilah salah satu ujian berat yang harus dihadapi dengan keimanan yang teguh.

Ia kabur dan mengasingkan diri dari keramaian untuk menghindari cemoohan masyarakat. setelah dia tiba di suatu tempat sepi antah berantah, ia langsung menyandarkan diri ke batang pohon kurma yang kering untuk beristirahat karena dia merasa lelah dan mulai kesakitan saat mengandung bayinya itu. Dia mengeluh seraya berkata,
“Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi orang yang tidak berarti, lagi dilupakan“
Setelah Maryam melahirkan bayinya dengan selamat, turunlah Malaikat Jibril untuk menghiburnya dan memberitahukan bahwa terdapat anak sungai yang mengalir di bawah kakinya untuk diminum dan menyuruhnya untuk menggoyangkan batang pangkal pohon kurma yang kering itu karena sudah tersedia kurma-kurma yang telah masak supaya dapat dimakan.

Malaikat Jibril (Roh Qudus) juga menyampaikan kepada Bunda Suci Maryam agar berpuasa (tidak makan, minum dan berbicara) saat sudah kembali kepada halaman kampungnya dan menunjuk anaknya yang akan memberikan bukti kesaksian kepada mereka sebagai tanda kuasa Ilahi.

Sang Bayi Yang Menjelaskan Semuanya

Sesudah kekuatan dan kesehatan Maryam semakin pulih, dia memutuskan untuk kembali ke Baitul Maqdis sesuai arahan Malaikat Jibril. Sesampainya disana, timbullah berbagai macam pendapat dan tuduhan yang ditujukan kepada Maryam mengenai perempuan perawan yang bisa mengandung dan melahirkan seorang bayi tanpa seorang suami.

“Wahai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar,” ujar kaumnya.

“Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina,” sambung yang lain.

"Tanyakanlah pada bayi itu sendiri !" jawab Maryam (dalam hati) teruntuk pertanyaan orang-orang di sekelilingnya sambil menunjuk pada bayinya itu.

Mereka merasa terheran-heran dan mempertanyakan kewarasan Maryam, karena mereka disuruh bertanya kepada putranya yang masih dalam gendongan tersebut. Tak disangka, Isa yang masih bayi itu bisa menjawab atas kehendak Allah :
"Aku adalah hamba Allah, akan diturunkan kepadaku Kitab Injil. Allah telah memilihku menjadi seorang Nabi, menjadikanku sebagai orang yang mendatangkan berkah dan mengajarkan kebaikan, memerintahkan untuk mendirikan shalat dan membayar zakat selama hidupku, berbuat baik kepada orang tuaku. Aku tidak sombong pada orang lain dan tidak tenggelam dalam kemaksiatan. Allah memberiku keselamatan pada hari kelahiranku dan kematianku dan juga pada hari kebangkitan kelak di hari kiamat."
Dengan demikian, mereka menjadi yakin dan percaya bahwa Maryam memang suci bersih dari tuduhan zina yang mereka perkirakan selama ini.

Pengangkatan sebagai Nabi dan Kitab Suci Injil

Sejak kecil, Isa sudah menampakkan diri sebagai manusia istimewa, dan memiliki kecerdasan yang luar biasa karena banyak mempelajari Kitab Taurat dan sering mengkritisi para imam Bani Israil jika dirasa salah atau menyimpang. Dan pada umur 30 tahun, ia diangkat oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul yang diutus kepada kalangan Bani Israil dan diserahkan kepadanya sebuah Kitab Suci Injil.

Setelah dia mendapatkan wahyu tersebut, maka mulailah dia menyebarkan ajaran Allah kepada Bani Israil untuk kembali ke jalan yang lurus sekaligus menyadarkan kesesatan mereka yang telah berani merubah isi Kitab Taurat peninggalan Nabi Musa sesuai keinginan hawa nafsu mereka sendiri.

Kabar Tentang Kedatangan Nabi Akhir Zaman

Salah satu ajaran Nabi Isa adalah kabar tentang adanya Nabi sesudahnya yang bernama Ahmad atau Muhammad. Hal ini disebutkan dalam Al-Qur'an Surat Ash-Shaffat ayat 6, yang berbunyi :
"Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan Kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberikan kabar gembira dengan adanya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yaitu Ahmad (Muhammad)."

Sahabat Hawariyyun

Mereka merupakan para murid sekaligus sahabat dekat Nabi Isa yang kelak menjadi penolong-penolong agama Allah. Mereka inilah yang akan meneruskan dan menyebarkan ajaran Nabi Isa kepada kaumnya.

Mukjizat Nabi Isa

Kedatangan Nabi lsa dengan ajarannya yang bersih dan benar telah membuat tokoh-tokoh agama dari kalangan rahib Bani Israil merasa resah, gusar, dan terancam kedudukannya. Maka, mereka meminta bukti kebenaran (Mukjizat) beliau selaku utusan Allah.

Maka, Allah memberikan berbagai mukjizat kepada Nabi Isa untuk menguatkan ajarannya, di antaranya ialah :
  • Nabi Isa membuat mainan burung dari tanah liat, setelah ditiupkan padanya maka burung itu hidup dan terbang atas seizin Allah 
  • Beliau dapat menyembuhkan orang buta
  • Beliau dapat menyembuhkan orang yang terkena sakit sopak atau kusta
  • Dapat menghidupkan orang yang telah mati
  • Bisa menceritakan jenis makanan yang dimakan dan disimpan orang-orang di rumah mereka
  • Dapat menurunkan hidangan surga dari langit untuk menuruti kaumnya

Pengangkatan Nabi Isa Ke Langit

Pemerintah Romawi mulai tidak menyukai kehadiran Nabi Isa yang dianggap membahayakan kedudukan dan kekuasaan mereka. Mereka bermaksud ingin membunuh Nabi Isa.

Namun, salah seorang murid Nabi Isa yang bernama Yudas Iskariot telah berkhianat dan menunjukkan tempat persembunyian Nabi Isa hanya karena tergiur imbalan harta duniawi yang sedikit tetapi atas kehendak Allah, Nabi Isa mendapat perlindungan dari-Nya dan segera diangkat ke langit. Hal itu diceritakan dalam Surah Ali Imran ayat 55 yang artinya :
Ingatlah, Ketika Allah berfirman, "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kepadamu mengenai akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Aku-lah tempat kembalimu, lalu Aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kalian berselisih padanya".
Ditegaskan juga pada Surah An-Nisa ayat 157 yang artinya :
Dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
Kemudian, Allah menyerupakan wajah dan penampilannya Yudas Iskariot, salah satu murid yang berkhianat itu seperti Nabi Isa, akhirnya dia ditangkap dan disalib oleh para tentara Romawi. Menurut hadits shahih, Nabi Isa akan diturunkan ke dunia lagi rnenjelang terjadinya tanda-tanda besar Hari Kiamat.




Berlangganan via Email