Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Nabi Ilyasa – Pengganti dan Anak Angkat Nabi Ilyas


Kisah Nabi Ilyasa – Pengganti dan Anak Angkat Nabi Ilyas

Kisah Nabi llyasa' tidak banyak disebutkan di dalam AI-Qur'an. Data informasi tentang beliau sangat minim sekali, tetapi beliau termasuk salah seorang Nabi yang wajib diimani di antara 25 Para Nabi dan Rasul lainnya. Ia merupakan keturunan keempat dari Nabi Yusuf Alahis Salam dari tali nasab ayahnya yang bernama Akhtub bin Syutlim bin Ifrayim bin Yusuf Alahis Salam. 

Seperti tersebut di dalam sebuah ayat dalam Surah Al-Qur'an :
 "Dan ingatlah akan Ismail, llyasa' dan Dzulkifli, semuanya termasuk orang-orang yang paling baik." (Q.S. Shaad : 48)
Jadi, Nabi Ilyasa' termasuk orang-orang yang paling baik dan sangat dicintai oleh kaumnya. Ia adalah salah satu pengikut Nabi llyas, dan konon ia diangkat sebagai anak angkatnya Nabi Ilyas itu sendiri karena Nabi Ilyasa’ sewaktu belia pernah divonis sakit keras dan Nabi Ilyas mendoakan kesembuhan padanya.

Sejak kecil, beliau sudah taat kepada Allah dan selalu mengikuti Nabi llyas kemana pun dia pergi semenjak ia sembuh dan bertemu Nabi Ilyas. Ia diutus di tengah-tengah masyarakat lembah Sungai Jordan dan hidup di Masa Kerajaan Samaria, Palestina. Setelah sepeninggalan Nabi llyas, maka beliau llyasa' diangkat dan dipilih oleh Allah menjadi Nabi dan Rasul bagi kalangan Bani Israel dan melanjutkan misi dakwahnya sebagaimana ajaran Ilyas yang pernah disampaikan sebelumnya.

Pada masa Nabi llyasa', penduduk Bani Israil berada dalam hidup rukun, tentram dan makmur karena senantiasa bertaqwa dan berbakti kepada Allah. Setelah beberapa tahun kemudian, Nabi llyasa' yang menginjak usianya mencapai 90 tahun tersebut telah wafat atau berpulang ke Hadirat Allah. Kaum Bani Israil sangat merasakan kesedihan yang mendalam akan kehilangan sosok beliau yang sangat dicintai oleh mereka. Kini tak ada pembimbing lagi bagi mereka setelah itu.

Beberapa tahun setelah Nabi llyasa' wafat, Kaum Bani Israil kembali menjadi ingkar dan melupakan ajaran Allah, dan pada saat itulah Allah segera mengutus Nabi Yunus untuk berdakwah kepadanya.