Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Legenda Putra Dewa Laut – Si Odysseus yang Cerdik (Yunani)


Legenda Putra Dewa Laut – Si Odysseus yang Cerdik (Yunani)

Polyphemus adalah putra Dewa Neptunus, si Dewa Laut dengan istrinya seorang bidadari yang amat cantik, tetapi Polyphemus tidak mirip dengan ibunya, ia amat tinggi dengan tubuh yang gempal tertutup bulu yang lebat berwarna merah, rambut kekusutan awut-awutan, dan satu mata yang terletak di dahi. Ia termasuk keluarga Para Siklop, yaitu raksasa bermata satu.

Polyphemus mendiami sebuah pulau, makanannya keju yang terbuat dari susu biri-biri gembalaannya, tetapi kalau datang orang asing di daerah kekuasaannya, ia memangsanya tanpa mengenal ampun.

Pada suatu hari, Odysseus, Raja Ithaca, mendarat di Pulau Polyphemeus. Setelah Perang Troya, Odysseus kembali ke negerinya. Ia telah mengalami banyak petualangan yang ajaib dan mengerikan, karena terbawa badai, ia mendarat di Pulau Sicilia di depan Gua Polyphemus.

Setelah menemukan Gua Cyclops, orang-orang asing itu masuk untuk bertamu, tetapi Polyphemus mengurung mereka di dalam gua, menyumbat pintu masuknya dengan sebuah batu besar.

“Aku akan memangsa kalian semua, ha ha ha…..,” katanya sambil terbahak-bahak. “Nampaknya kau yang memimpin mereka, siapa namamu ?”

“Namaku Tak Seorang Pun,” jawab Odysseus.

Sementara anak buahnya ketakutan, Odysseus berusaha mengulur waktu dengan cara memberi Polyphemus dengan berpuluh-puluh cawan anggur yang memabukkan. Raksasa bermata satu itu minum anggur sampai akhirnya, ia tertidur karena mabuk.

Adysseus bersama-sama anak buahnya, kemudian mengangkat batang pohon yang tergeletak di dalam gua, lalu membakar salah satu ujungnya, dan bersama-sama mereka mengangkat, lalu mencocokkan ujung yang terbakar pada mata Polyphemus.

Cyclops yang menjadi buta itu kesakitan, meraung-raung minta tolong, sehingga teman-temannya mendengar.

“Apa yang terjadi, Polyphemus ?” tanya teman-temannya. “Siapa yang mencelakaimu ?”
“Tak Seorang Pun ! Tak Seorang Pun yang mencelakai aku !”

Mendengar jawaban Polyphemus, teman-temannya lalu pergi. Mereka merasa dipermainkan, menduga bahwa tidak ada yang mencelakai Polyphemus.

Di pagi hari berikutnya, raksasa itu menggulingkan batu besar yang menyumbat pintu masuk goa, dia hendak mengeluarkan ternak biri-birinya, untuk menjaga agar Odysseus dan kawan-kawannya tidak ikut keluar, Polyphemus meraba setiap punggung biri-birinya yang keluar.

Tetapi Odysseus lebih pintar dan cerdik, ia dan kawan-kawannya mengikatkan diri di bawah perut binatang-binatang itu. Kemudian, mereka melarikan diri dan naik ke atas perahu, segera mengangkatnya jauh-jauh, dan berlayar ke tengah laut.

Setelah menyadari bahwa orang-orang yang disekapnya melarikan diri, Polyphemus yang buta mengamuk, ia melemparkan batu-batu besar dengan membabi buta ke laut, tetapi hasilnya sia-sia alias nihil. Kecerdikan Odysseus telah mengalahkan raksasa yang kuat dan besar itu.

Pelajaran yang bisa kamu petik dari Legenda Cyclops dan Odysseus yang Cerdik, adalah jadilah orang pintar dan cerdik.

Semoga kisah dongeng di atas bisa membantu kamu terkait pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Sumber : Buku "Kumpulan Dongeng Anak Sedunia" karangan MB. Rahimsyah AR.

Berlangganan via Email