Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Legenda Bertemu Sang Kakek Raja Acrisius - Lari Dari Takdir (Yunani)


Legenda Bertemu Sang Kakek Raja Acrisius - Lari Dari Takdir (Yunani)

Saat berlayar menuju Argos, Danae memutuskan untuk memberi tahu Perseus, anaknya, tentang alasan pengasingan mereka berdua.

“Anakku, Raja Argos, yaitu Acrisius adalah ayahku, dan berarti juga kakekmu. Pada suatu hari, dia memenjarakan diriku, aku tak pernah tahu mengapa sebabnya. Kemudian, ia memasukkanku dan dirimu dalam peti, ketika kau baru lahir. Kemudian, ayah membuang peti itu ke tengah laut, aku juga tak tahu apa alasannya. Kendati demikian, aku harus menghormatinya, dan menyayangi. Dan aku yakin, ia akan senang dan gembira melihat diriku. Ayah nanti pasti akan menjelaskannya.”

Memang Acrisius tidak pernah mengatakan kepada Danae tentang ramalan mengenai dirinya, yaitu bahwa ia akan dibunuh oleh cucunya sendiri.

Perahu itu kini telah mendekati Argos, tetapi berita bahwa Danae dan Perseus sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya telah sampai lebih cepat daripada mereka sendiri. Ketika Raja Acrisius mengetahui berita itu, ia menjadi amat ketakutan.

Setiap hari, ia selalu pergi ke sebuah batu karang, dan dari sana ia mengamati laut dengan harapan bahwa badai besar akan menenggelamkan perahu Perseus. Ketika Raja itu melihat perahu di Cakrawala, dengan kebingungan ia kembali ke Istana, langsung menunggang kudanya dan pergi entah ke mana.

Beberapa waktu kemudian, Perseus bersama ibunya dan Andromeda menghadap ke istana untuk menemui Acrisius. “Baginda Raja tidak lagi di sini, beliau telah pergi,” kata seorang punggawa kerajaan.

“Ke mana ?” tanya Danae,
“Kami tidak tahu,” jawab mereka. “Berhari-hari, beliau memandangi laut, dan pagi tadi ketika perahumu tampak di Cakrawala, beliau langsung meloncat ke atas punggung kudanya dan pergi tanpa meninggalkan pesan apapun. Tapi, siapakah kalian ?”
“Kalian tak mengenaliku ? Aku Danae, putri Raja Acrisius, dan ini putraku, Perseus.”
“Ooohh…., Tuan Putri, Selamat Datang….,” teriak mereka dengan gembira dan penuh sukacita, karena tak disangka bahwa tuan putri mereka yang telah belasan tahun meninggalkan istana kini telah kembali.

Bertahun-tahun telah lewat, dan karena penduduk Argos tidak dapat hidup tanpa seorang Raja, mereka mengangkat Perseus sebagai pengganti kakeknya. Pemuda itu memimpin dan memerintah Argos dengan adil dan bijaksana. Bila ia seorang diri, ia sering bertanya-tanya dalam hatinya, “Apa gerangan yang telah terjadi pada kakek ?”

Raja Acrisius yang meninggalkan tahtanya, karena takut ramalan itu terjadi, ternyata pergi ke Thessaly, dan tinggal di sana sebagai penduduk biasa dengan memakai nama samaran. Dengan demikian, ia mengharapkan dapat lepas dari nasibnya.

Suatu ketika, Preseus hendak mengadakan pesta di Larissa, sebuah kota di Thessaly, ia ingin ikut ambil bagian dalam Lomba Lempar Cakram. Berdatangan dari pelosok penjuru Kerajaan ke Stadion Kota untuk mengikuti lomba itu.

Ketika tiba giliran Perseus, seseorang menyerahkan sebuah cakram kepadanya, lalu ia bersiap-siap untuk melempar dengan diapit di telapak tangannya itu, ia timbang-timbang dengan tangannya dan lalu, digenggamnya dengan erat.

Perseus berputar-putar dua kali di tempatnya, dan ia lemparkan cakram itu dengan sekuat tenaga, tetapi cakram itu kebetulan licin karena basah, dan pada saat Perseus melemparkannya, benda itu lolos dari tangannya. Cakram itu tidak terlempar ke tengah arena, tapi melesat dan jatuh ke tengah para penonton yang ada di sekitarnya.

Terdengar teriakan kaget dan kesakitan, banyak penonton yang lari menghindar. Beberapa penonton saling bertabrakan dan jatuh ke tanah. Ketika suasana kembali tenang, ada seorang lelaki tua yang masih telentang di atas tanah dengan berlumuran darah.

Cakram itu ternyata telah menghantam kepala lelaki tua tersebut, dan dengan penuh penyesalan, Perseus mendekati tubuh yang telentang bermandikan darah itu dan berlutut di sisinya.

“Maafkan, aku, Pak Tua,” kata Perseus dengan sedih, “Aku tak sengaja melakukan hal ini,”
“Kk…. Kau tak ber…salah… anak muda….,” jawab lelaki tua itu tersendat-sendat.
“Siapakah kau ?” tanya Perseus,
“Aku… Aku…. Ahhh,, dulu aku adalah seorang Raja….,”
“Ya, aku dulu seorang Raja di Argos, dan namaku Acrisius…. dan kau siapa ?”
“Raja Acrisius ?” teriak Perseus kaget sambil mengangkat wajah pucat, karena banyak kehilangan darah itu. “Aku Perseus, Putra Danae, Cucumu !”
“Cucuku !” kata Acrisius yang tak kalah terkejutnya. “Oh, aku baru sadar sekarang, tak seorang pun yang akan dapat lari dari nasib yang digariskan padanya. Ramalan itu…. Ramalan itu….”

Raja Acrisius tak dapat menyelesaikan ucapannya, karena ajal telah menjemputnya terlebih dahulu, dan ramalan tentang akhir hidupnya benar-benar telah menjadi kenyataan.

Pelajaran yang bisa kamu petik dari Legenda Bertemu Sang Kakek Raja Acrisius – Lari dari Takdir, adalah rasa keikatan keluarga harus dijaga, harus mudah memaafkan terhadap orang yang seburuk apapun perilakunya, jangan pernah kabur dari masalah, selesaikan permasalahan tersebut dengan baik-baik, dan tidak ada seorang pun yang bisa lari dari takdir.

Semoga kisah dongeng di atas bisa membantu kamu terkait pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Sumber : Buku "Kumpulan Dongeng Anak Sedunia" karangan MB. Rahimsyah AR.

Berlangganan via Email