Legenda Cinta Perseus dan Andromeda (Yunani)


Legenda Cinta Perseus dan Andromeda (Yunani)

Raja Etopia adalah seorang wanita yang cantik jelita, Cassiopeia, istri Cepheus. Namun sayang, Ratu Cassiopeia sangat sombong. Ia suka melewatkan waktunya berlama-lama di depan cermin.

“Tak ada seorang wanita pun di dunia ini yang lebih cantik dariku, bahkan dewi-dewi laut atau Venus pun juga tidak !” katanya sambil bercermin. Venus mendengar ucapan Ratu Cassiopeia, kemudian bersama Para Nerteid, dewi laut yang merasa  terhina dan marah, menghadap Neptunus.

“Sang Dewi Laut, Cassiopeia sangat sombong sekali, ia mengatakan bahwa dirinya tidak saja lebih cantik dariku, tetapi juga daripada dewi-dewi laut, anak-anakmu ! Apakah engkau tidak merasa terhina dengan ucapannya itu, dan tidakkah kau ingin menghukumnya ?” kata Venus.

“Ya…, ya…,” teriak para dewi laut. “Hukum dia, Ayah !”

Akhirnya Neptunus menuruti kehendak Venus dan anak-anaknya. Seluruh Eropa dilanda banjir yang mengerikan. Hujan turun dalam seminggu penuh, sungai-sungai menghanyutkan tebing-tebingnya, dan danau-danau meluap, serta pantai-pantai dihajar gelombang badai.

Banyak orang yang tenggelam, tak terhitung yang terkubur lumpur gunung yang longsor. Seluruh kota hancur dan masih ditambah dengan bencana yang mengerikan, di laut yaitu muncul binatang raksasa yang siap memangsa makhluk hidup yang ada di sekitarnya, baik manusia maupun hewan.

Ratu Cassiopeia dan suaminya, Cepheus, sangat ketakutan. Mereka bertanya pada Peramal tentang apa yang harus dilakukan untuk menenangkan kemarahan Dewa Neptunus. “Ikatlah putri kalian, Andromeda, pada sebuah batu karang. Persembahkan dia sebagai mangsa binatang raksasa itu. Hanya dengan cara itu, kemarahan Dewa Neptunus akan reda kembali,” kata Peramal itu.

Pengorbanan seperti itu sungguh mengerikan, tetapi Andromeda bersedia menyerahkan dirinya tanpa rasa takut. Ia membiarkan dirinya diikat pada sebuah batu karang, di depan laut yang menggelora, di bawah langit tempat awan hitam dan tebal bergemuruh berkejaran.

Dengan tenang, gadis yang masih amat muda dan cantik jelita itu menanti datangnya binatang raksasa yang akan merenggut dan memangsanya. Tetapi, sebelumnya binatang itu muncul dari batu karang itu, muncul Perseus yang membawa karang berisi kepala Medusa.

Ketika itu, ia sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan petualangan di Negeri Kegelapan Malam. “Mengapa kau disini ?” tanya Perseus dengan heran ketika melihat Andromeda. “Aku menunggu ajalku tiba, agar orang-orang itu terselamatkan,” jawab Gadis itu, dan kemudian menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi.

Saat itu, Perseus yang masih mengenakan kasut Mercurius, sehingga dapat terbang di atas awan. Kemudian, ia menghunus pedangnya dan berteriak, “Aku tidak akan membiarkan binatang itu memangsamu. Tenanglah, Andromeda. Pengorbanan diri seperti ini akan sia-sia dan kecantikanmu akan hilang percuma. Percayalah, aku akan menyelamatkanmu.”

Kemudian, Perseus bersembunyi di balik batu karang sambil menunggu. Tak seberapa lama, terdengar bunyi gemuruh yang mengerikan, air laut bergejolak, dan muncullah binatang raksasa itu. Binatang yang amat mengerikan, berkerongkong merah, memiliki sayap, sehingga dapat meleset dan terbang di udara. Binatang itu memandang mangsanya dengan mata menyala bagaikan api.

Perseus meloncat, terbang lurus ke depan, dan belum sempat binatang itu mengangkat cakarnya, pemuda itu menyerang menggunakan pedangnya di dada binatang itu. Dengan raungan yang menyeramkan, dan semburan asap berwarna kuning dari mulutnya, binatang itu berusaha membebaskan diri dari tikaman pedang Perseus.

Tetapi, sia-sia pemuda itu terus membabat dengan pedangnya sampai akhirnya, binatang mengerikan itu jatuh ke laut dengan darah membasahi seluruh tubuhnya. Kemudian, laut itu menjadi tenang kembali, langir bersih dari awan, sungai, dan danau kembali tenang. Ketika matahari muncul, kehidupan mulai merekah dan normal seperti biasanya di Kerajaan Etopia.

Setelah membebaskan belenggu Andromeda, Perseus membawa gadis itu ke istana. Sementara itu, Cepheus dan Cassiopeia menangis, mereka yakin bahwa redanya kemarahan Neptunus itu disebabkan oleh pengorbanan putri mereka yang sudah dianggap menjadi mangsa binatang yang mengerikan itu.

Ketika, melihat Andromeda dan Perseus pulang, tangis sedih mereka berubah menjadi tangis berbahagia. “Mintalah kepada kami apa saja yang kau inginkan, dan kami akan memberikannya padamu,” kata Ratu Cassiopeia kepada Perseus.

“Aku tidak mengharapkan apa-apa, yang kuinginkan hanyalah gadis cantik pemberani ini menjadi istriku,” jawab Perseus. Beberapa waktu kemudian, pesta perkawinan Perseus dan Andromeda dirayakan, dua pemuda-pemudi pemberani itu akhirnya menjadi suami-istri.

Pelajaran yang bisa kamu petik dari Legenda Kisah Cinta Antara Perseus dan Andromeda, adalah jangan terlalu membanggakan diri secara berlebihan, jauhi sikap sombong, selalu sigap, berani mengutamakan kepentingan umum/masyarakat daripada kepentingan dirinya sendiri dan berani mementingkan keselamatan orang lain walaupun diri sendiri yang menjadi taruhannya.

Semoga kisah dongeng di atas bisa membantu kamu terkait pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Sumber : Buku "Kumpulan Dongeng Anak Sedunia" karangan MB. Rahimsyah AR.

Belum ada Komentar untuk "Legenda Cinta Perseus dan Andromeda (Yunani)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel