Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dongeng Kodok yang Bodoh dan Ular Tua yang Cerdik


Dongeng Kodok yang Bodoh dan Ular Tua yang Cerdik

Dahulu kala, ada seekor ular tinggal dalam sebuah hutan. Ular ini besar tetapi ia berusia lanjut dan lemah. Kebanyakan pada waktu itu, ia sering kelaparan karena ia tak dapat menangkap mangsanya lagi. Suatu hari, ular tersebut mengembara untuk mencari makanan, dan ia sampai pada sebuah telaga yang penuh dengan kodok.

“Kodok-kodok ini tampaknya lezat,” kata ular sambil, “Aku berharap dapat menyantapnya.” Tetapi ketika ia datang, mendekatinya, mereka semua melompat ke dalam dan lenyap. “Aku harus memikirkan cara untuk menipunya,” ia berpikir lagi si ular menutup matanya dan tergeletak diam. Kodok-kodok melihat si ular tergeletak diam dan tak berkeinginan untuk mengejar mereka.

“Lihat ular itu tidak mencoba untuk menangkap kita. Barangkali ia mati ? Ayo kita lihat,” kata pangeran kodok. “Jangan, jangan, jangan putraku melakukannya. Ia mungkin akan menelanmu,” kata sang ratu kodok.  Tetapi, sang pangeran kodok tidak menghiraukan perkataan ibunya. 

Ia mendekati ular tersebut, ketika si ular tak bergerak. Ia merasa sedikit lebih berani, lalu ia mendorong ular itu sedikit. Sang ular membuka matanya. Si Pangeran Kodok ketakutan dan cepat-cepat menyingkir.

“Jangan takut padaku, anakku,” kata si ular. “Aku tak akan menyakitimu. Dahulu, aku pernah menggigit putra seorang pertapa. Sang pertapa sangat marah kepadaku dan mengutukku. Ia berkata, aku harus melayani para kodok dengan menggendongnya berkeliling,” ujar si ular.

“Apa benar demikian ?” tanya pangeran kodok yang bodoh itu mempercayai cerita si ular. “Ya, pangeran,” kata si ular merendahkan diri. “Aku adalah pelayan paduka. Silahkan naik ke punggung hamba.” Sang pangeran kodok menaiki punggung ular yang licik itu.

“Bawalah aku merayap menuju istana raja.” “Turun dari ular itu segera,” teriak sang ratu terkejut melihat putranya menunggangi ular. “Ya bunda, janganlah khawatir. Ular ini tak akan menyakiti kita,” kata pangeran kodok menceritakan seluruh pengalamannya.

“Kalau demikian masalahnya, kita akan senang mendapatkan tunggangan,” kata raja dan ratu kodok. Mulut ular menjadi basah memikirkan kodok-kodok gemuk dan lezat yang menunggangi punggungnya, tetapi ia sadar bahwa ia harus sabar.

Untuk beberapa hari, sang ular membawa keluarga kerajaan kodok masuk dan keluar hutan. Suatu hari, ia berhenti tiba-tiba. “Ada apa ?” tanya pangeran kodok. “Mengapa kamu berhenti ?” “Selama beberapa hari ini, aku belum makan dan aku merasa  sangat lemah menggendong kalian,” kata sang ular dengan sedih.

“Bila kalian mengijinkan aku akan menyantap beberapa ekor kodok,” “Bagaimana mungkin aku membiarkanmu memangsa rakyatku ?” tanya raja kodok yang kelihatan sangat kebingungan. “Bila kalian tidak mengijinkan aku akan segera mati dan kalian tak akan memiliki siapapun yang akan membawa berkeliling,” kata ular licik itu.

“Kalau itu masalahnya, kamu boleh memangsa beberapa ekor kodok,” kata raja kodok. Sang ular mulai menyantap kodok satu persatu. Berangsur-angsur, ia menjadi bertambah kuat. Suatu hari, ular itu tampak berkeliling mencari kodok tetapi ia tak menemukan seekor pun. Ia pergi menghadap raja dan berkata, “Tak ada seekor kodok pun yang masih tinggal di dalam telaga ini.”

“Apa benar demikian ?” tanya raja kodok tersebut. “Ya !” kata sang ular menjilat bibirnya. “Aku telah memangsa semua kodok satu per satu. Aku merasa lapar sekarang ini, sehingga hari ini adalah giliranmu.” “Apa ? beraninya kau hendak memakanku, aku adalah raja kodok !” bentak sang raja kodok.

Namun, si ular tak peduli, tak ada yang ditakuti terhadap  3 ekor kodok itu dan ia langsung menyergap raja kodok, ratu dan pangeran kodok kecil.

Pelajaran yang bisa kamu petik dari Dongeng Kodok yang Bodoh dan Ular yang Cerdik, yaitu sebaiknya kita harus waspada, jangan bodoh kepolosan menghadapi orang lain, selalu mendengarkan nasehat kedua orang tua supaya terhindar dari marabahaya, dan jangan mengorbankan keselamatan orang lain hanya untuk kepentingan pribadi.

Semoga kisah dongeng di atas bisa membantu kamu terkait pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.


Sumber : Buku "Kumpulan Dongeng Anak Sedunia" karangan MB. Rahimsyah AR.

Berlangganan via Email