Dongeng Kancil yang Cerdik Menipu Para Buaya


Dongeng Kancil Menipu Para Buaya

Anjing sangat marah karena ditipu kancil, setelah dipukuli Pak Tani, anjing lari mengejar kancil. “Hai Kancil kurang ajar, tunggu aku, kugigit kakimu !” “Lho ? Kok marah, kau sendiri kan yang minta diambil menantu Pak Tani ?” sahut Kancil sembari mempercepat larinya. “Hug-hug-huu…. ! Dasar Penipu…. ! Kau bilang mau dijadikan menantu, padahal Pak Tani mau menyembelihmu untuk dijadikan sate !”

Kancil memang bertubuh kecil, tapi otaknya cerdas, kalau adu lari pasti dia kalah, maka Kancil bersembunyi di balik rerumputan belukar, anjing tidak mengetahuinya dan terus mengejar. “Dasar anjing bodoh !” kata kancil sambil tertawa. Dengan hati-hati, ia tutup jejak kakinya dengan debu supaya tidak diendus anjing, dan memang benar, anjing itu ternyata tak mengetahui keberadaannya.

Cukup lama kancil bersembunyi, setelah merasa aman ia keluar dari semak belukar. “Kukira sudah sangat jauh, anjing itu berlari, saatnya keluar nih !” Kancil berjalan ke arah yang berlawanan dengan anjing hingga suatu ketika ia sampai tepi sungai. 

“Wah, bagaimana cara menyeberangnya ? Sepertinya sungai ini cukup dalam.” Kancil merenung sejenak mencari akal. “Nah ketemu sekarang !” ia berjalan ke arah rerumpunan pohon pisang yang masih kecil. Dengan sekuat tenaga, ia dorong-dorong batang pohon pisang itu hingga satu persatu roboh. 

“Lho ? Apakah yang akan diperbuatnya dengan batang pohon pisang itu ?” “Aha…. Ternyata si kancil mau membikin rakit untuk menyeberangi sungai. Pintar juga dia, kini setelah rakitnya jadi ia tarik ke tepi sungai,” ujar si buaya berbincang dengan kawanan buaya lainnya.

“Aduh beratnya minta ampun.” keluh si kancil. Tanpa disadari si kancil, seekor buaya besar sudah mengintainya dari belakang dan segera menerkam kaki si kancil dalam sekejap. “Aduh Pak Baya ! Tunggu sebentar….. !” “Tunggu apa lagi Cil ? Perutku sudah lapar nih !” “Jangan khawatir Pak Baya, aku tak mungkin bisa melawanmu, tapi aku sedang lapar juga, jadi biarkan aku mencari makan dulu !”
Anehnya, Pak Baya mau mendengar omongan Kancil, ia lepaskan gigitannya pada kaki Kancil. 

“Jadi apa maumu Cil ?” 
“Temanmu banyak, kan ?” 
“Ya, betul banyak Cil !”

Pak Baya memanggil teman-temannya, dalam waktu singkat teman-temannya segera muncul ke permukaan air. “Salah satu dari kalian harus mengantarkanku ke seberang untuk mencari makanan, biar tubuhku jadi gendut dan cukup untuk kalian santap bersama.” bujuk si kancil.

“Cil ! Kau jangan coba-coba menipuku ya ?” ancam Pak Baya.
“Mana aku berani menipumu, Pak Baya !”

“Baik, sekarang kuantar kau ke seberang sungai, di sana banyak makanan buah-buahan.” Maka kancil segera naik ke punggung Pak Baya untuk menyeberang. “Wah Asyikkk !!” kata kancil dengan riang gembira. “Nikmatilah kegembiraanmu, karena sebentar lagi kau akan masuk ke dalam perutku.” pikir Pak Baya.

“Ingat Cil ! Jangan coba-coba menipuku,” kata Pak Baya sambil menunggu di pinggir sungai, sementara kancil mencari buah-buahan untuk disantap sepuasnya. Tak berapa lama, Kancil muncul lagi dengan perut lebih gendut, rupanya sudah kenyang dia makan. 

“Pak Baya, berapa jumlah temanmu ?”
“Banyak Cil !”
“Banyak itu berapa, dihitung dong !”
“Belum pernah kuhitung Cil !”
“Wah payah bagaimana cara membagi dagingku nanti ?”
“Baiklah, aku yang menghitung jumlah kalian, sekarang berbarislah dengan rapi membentuk jembatan hingga ke seberang sana.”
“Setuju Cil ! Tapi karena aku pemimpin Buaya di sungai ini, maka aku berhak mendapat bagian pahamu !” 

Para Buaya segera berjajar dengan rapi. Kancil langsung meloncat dari punggung buaya lainnya sambil menghitung satu, dua, tiga, empat hingga ia sampai di seberang sungai. Begitu sampai di seberang sungai, Kancil melambaikan tangannya.

“Terima kasih ! Pak Baya dan selamat tinggal !” “Lho ? Cil kau jangan pergi begitu saja ! Aku belum memakanmu !” Tapi Kancil terus berlari kencang tanpa menghiraukan para buaya.  

Pelajaran yang bisa kamu petik dari Dongeng Kancil Menipu Para Buaya, yaitu pentingnya belajar pelajaran menghitung, cerdik, dan mampu menyelesaikan masalahnya dengan mandiri.

Semoga kisah dongeng di atas bisa membantu kamu terkait pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Sumber : Buku "Kumpulan Dongeng Anak Sedunia" karangan MB. Rahimsyah AR.

Belum ada Komentar untuk "Dongeng Kancil yang Cerdik Menipu Para Buaya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel