Dahsyatnya Kengerian Siksaan Api Neraka, dan Ciri-Ciri Penghuninya Terlengkap

Begini Ngerinya Siksaan Api Neraka, dan Ciri-Ciri Penghuninya Terlengkap

Neraka secara bahasa bisa diartikan api yang menyala, sedangkan istilah umum (etimologi) yang biasa kita dengar sehari-hari adalah tempat tinggal di akhirat, yang di dalamnya diliputi kobaran api yang bergejolak dengan dahsyat sampai bisa mengelupasi kepala hingga menusuk ke hati. 

Dan ketahuilah, tujuan api neraka itu diciptakan dan dipersiapkan oleh Allah SWT. bagi hamba-Nya yang kafir, munafik yang senantiasa berbuat dosa, yang musyrik dan yang mendustakan ayat-ayat Allah dan malas/enggan mengerjakan perintah-Nya, dan bagi mereka, neraka adalah sebagai ancaman atas dosa yang dilakukan selama di dunia.

Sedangkan di dalam neraka, meski hanya sebentar dan sekejap mata, tidak ada suasana dan perasaan bahagia, tetapi yang ada hanyalah siksa yang pedihnya luar biasa, dan kesengsaraan yang abadi untuk selama-lamanya.  

Keadaan dan Situasi Dalam Neraka

Bahasan mengenai pintu-pintu neraka itu sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an, sebagaimana pada Surah Al-Hijr ayat 44 yang berbunyi ;
“Jahannam itu mempunyai 7 pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka”.
Dan, tiap pintunya sudah ditentukan bagi golongan-golongan tertentu dari penghuni neraka, tidak peduli dia termasuk laki-laki maupun wanita untuk masuk neraka. 

Di dalam sebuah riwayat hadis dijelaskan, bahwa Rasulullah menanyakan kepada Malaikat Jibril AS. tentang siapa saja golongan orang-orang yang menempati pintu-pintu neraka tersebut. Malaikat Jibril menjawab sebagai berikut.
  • Pintu yang paling bawah, Hawiyah dan di dalamnya akan ditempati oleh orang-orang munafik dan kafir.
  • Pintu kedua, Jahiim, diperuntukkan bagi orang-orang Musyrik atau suka menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.
  • Pintu ketiga, Saqar, ditempati bagi orang-orang yang menyembah berhala.
  • Pintu keempat, Lazhaa, diperuntukkan bagi orang-orang Majusi (Penyembah Api), Iblis serta para pengikutnya.
  • Pintu kelima, Huthamah, ditempati bagi orang-orang Yahudi.
  • Pintu keenam, Sa’iir, di dalamnya diperuntukkan bagi orang-orang Nasrani.
  • Pintu ketujuh, Jahannam, ditempati bagi Umat Nabi Muhammad SAW. yang suka melakukan dosa besar dan dia tidak sempat bertobat semasa hidupnya.
Baca Juga : Luar Biasanya Keindahan Surga Allah dan Nikmatnya Dijamin Bikin Pangling Serta Ini Dia Syarat Kriteria Calon Penghuninya

Allah SWT. memberitahukan kepada kita semua tentang bahan bakar neraka ini berasal dari batu-batu neraka yang sudah dinyalakan atau dibakar selama ribuan tahun lamanya beserta manusia-manusia durhaka yang kelak nanti akan menjadi penghuni abadi di dalamnya. Selain itu, ternyata ada sebuah pohon yang tumbuh subur dan berbuah di dasar neraka, ialah Pohon Zaqqum.

Pohon Zaqqum merupakan sebatang pohon yang tumbuh dari dasar neraka yang menyala, sedangkan buah-buahannya hampir menyerupai kepala mayang setan. Allah SWT. menumbuhkan pohon ini sebagai cobaan bagi orang-orang zhalim yang tidak percaya hari pembalasan, surga dan neraka, sekaligus dijadikan sebagai makanan pokok bagi para pendosa.

Ditegaskan dalam sebuah hadist Nabi SAW. pernah meriwayatkan bahwa semiskin-miskinnya ahli neraka ialah ketika mereka meminta pertolongan agar bisa diberikan makanan karena kelaparan yang sangat parah. Akhirnya didatangkan makanan yang berasal dari Pohon Kayu Zaqqum, dan mereka akan segera cepat-cepat melahapnya. 

Kemudian, isi perutnya semua  beserta otaknya langsung mendidih, begitu juga gigi geraham dan bagian dalam mulutnya mengobarkan api yang menjilat-jilat dan jasadnya jatuh berserakan di antara telapak kaki mereka.  

Dalam sebuah hadis juga pernah menjelaskan, bahwa di dalam neraka tersebut ternyata juga memiliki 70.000 bukit, yang tiap bukitnya memiliki 70.000 jurang, setiap jurangnya ada 70.000 nyala api yang berkobar-kobar, setiap kobaran nyala api terdapat 70.000 kampung/kawasan, setiap kampung tersebut memiliki 70.000 mahligai istana, setiap mahligai istana terdiri dari 70.000 rumah api, setiap rumah memiliki 70.000 ular dan 70.000 kalajengking, dan setiap kalajengking memiliki 70.000 ekor penyengat yang siap menyiksa jasad penghuni neraka tersebut.

Itulah ketetapan Janji Allah Ta’ala yang telah disiapkan bagi orang-orang yang mendurhakai dan menyimpang dari ajaran-Nya.

Selain gejolak panas dan nyala api di neraka, ternyata ada juga belenggu, rantai dan cambuk yang sudah disiapkan sebagai alat penyiksa para ahli neraka kelak. 

Beberapa ayat Al-Qur’an dan satu riwayat hadis juga pernah menyebutkan mengenai adanya belenggu-belenggu yang memiliki ukuran yang sangat berat, cambuk-cambuk neraka yang terbuat dari besi, dan rantai-rantai (cincin-cincin besi yang dirangkai) yang memiliki panjang berukuran 70 hasta, setiap ukuran satu hasta setara dengan 70 meter, dan setiap 1 meternya terhitung jarak jauhnya perjalanan antara Makkah dan Kuffah.

Tingkatan Neraka Beserta Calon Penghuninya

Mengenai penjelasan detail neraka beserta calon penghuni masing-masing sesuai tingkatannya, telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, sebagaimana berikut.   

1. Neraka Jahannam

Kata Jahannam dalam bahasa Arab secara harfiah, dapat diartikan memiliki penampilan yang jahat atau berwajah murung, penuh kegelapan. kata Jahm dapat digunakan untuk bagian yang tergelap, awan yang kering/tak berair. Jika semua arti tersebut dijadikan satu, maka Jahannam menurut istilah adalah tempat yang sangat amat menyeramkan dan penuh kegelapan, sehingga membuat para penghuni di dalamnya menjadi ciut nyalinya dan penampakan sekitarnya sangat kering kerontang.

Adapun yang termasuk menjadi Calon Penghuni Neraka Jahannam, yaitu bagi para hamba Allah SWT. yang kafir dan munafik. Pengertian kafir disana ialah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, Para Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Para Rasul-Nya, tidak percaya akan Hari Kiamat, dan mengingkari kebenaran Agama Islam.

Dalam urusan golongan munafik ini, perbuatannya apapun yang seharusnya mereka sudah memegang janji selalu saja mendustakannya, dan manakala dipercaya menjaga sebuah amanah mereka pun juga mengkhianatinya. Karena itulah, golongan mereka baik dari laki-laki maupun perempuan diancam oleh Allah SWT. bakal dimasukkan ke dalam Neraka Jahannam, dan di dalamnya mereka kekal abadi selama-lamanya.

Selain itu, calon penghuni Neraka Jahannam selanjutnya, adalah orang-orang yang durhaka, menentang dan menolak ajaran Para Nabi dan Rasul-Nya, Umat Baginda Nabi Muhammad SAW. yang enggan berinfaq atau berzakat di Jalan Allah dan melakukan banyak dosa nan besar akan tetapi belum sempat bertaubat di akhir hayatnya. 

(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Kahfi ayat 100; Q.S At-Taubah ayat 68; Q.S Shaad ayat 55-56; Q.S Maryam ayat 86; Q.S Ibrahim ayat 28-29; Q.S Al-Hijr ayat 43; Q.S An-Nisaa’ ayat 115; Q.S Thaha ayat 74; Q.S At-Taubah ayat 34-35).

2. Neraka Jahiim

Kata Jahīman (جحيما) berasal dari juhmah yang berarti nyala api yang berkobar-kobar, sehingga Jahīm merupakan api (neraka) yang berkobar-kobar, bahkan ada juga yang mengartikannya api di atas segalanya api.

Menurut ayat-ayat yang tercantum dalam Al-Qur’an, Hamba - Hamba Allah yang termasuk calon penghuni Neraka Jahiim, di antara lain adalah.
  •  Orang-orang yang selalu mendustakan ayat-ayat Allah dan Rasul-Nya
  •  Orang-orang yang suka hidup mewah-mewahan dan bergelimpangan penuh harta, sampai membuat mereka lalai dan lupa akan mengingat Allah.
  •  Golongan orang-orang durhaka senantiasa menentang ayat-ayat Allah dan ajaran Para Nabi yang dibawanya.
(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Haqqah ayat 30-31; Q.S Al-Maidah ayat 10; Q.S Al-Hajj ayat 51; Q.S Al-Infithar ayat 13-14).

3. Neraka Hawiyah

Kata Hāwiyah (هاوية) terambil dari kata Hawa (هوى) yang artinya meluncur ke bawah. Kata Hāwiyah disebutkan hanya sekali saja dalam Al Quran yakni dalam Surah Al Qari’ah Ayat 9, sedangkan kata yang menunjuk akar katanya (hawa), disebutkan sebanyak 38 kali.

Neraka Hawiyah ini diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki timbangan kebaikannya lebih ringan dibandingkan dengan keburukannya. Firman Allah dalam Surah Al-Qari’ah ayat 8-11 menegaskan bahwa Neraka Hawiyah ini merupakan api yang sangat panas.

(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Qari’ah ayat 8-11).

4. Neraka Wail

Selanjutnya, Neraka Wail sudah beberapa kali disebutkan dalam Surah Al-Qur’an dan banyak perselisihan pendapat ahli tafsir mengatakan bahwa makna kata Wail ini dalam bahasa Arab bisa diartikan dengan Kecelakaan/Laknat yang Besar bagi para pelaku yang disebutkan

Adapun orang-orang yang termasuk penghuni Neraka Wail sebagaimana yang ditegaskan dalam Al-Qur’an ialah.
  •  Orang-orang yang senantiasa berbuat curang dan mengurangi takaran timbangan di saat berdagang,
  •  Orang-orang yang bermain-main dalam kebathilan,
  •  Orang-orang yang mendustakan agama,
  •  Orang-orang yang menelantarkan anak yatim dan enggan memberi makan orang miskin,
  •  Orang-orang yang suka melalaikan sholatnya,
  •  Orang-orang riya’ dan enggan memberikan pertolongan dengan sesuatu yang berguna.
(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Muthaffifin ayat 13; Q.S Ath-Thuur ayat 11-12; Q.S Al-Ma’un ayat 1-7).

5. Neraka Sa’iir

Kata Sa’īr berasal dari kata Sa’ara yang berarti menyalakan, mengobarkan, mempercepat, dan As-Sa’īr berarti nyala api. Neraka Sa’iir adalah salah satu neraka yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan selalu diidentikkan dengan apinya yang selalu berkobar menyala-nyala. Berikut di bawah ini adalah ciri-ciri calon penghuni Neraka Sa’iir adalah.
  •  Orang-orang kafir, mengingkari dan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
  •  Orang-orang zhalim dan senantiasa makan harta anak yatim yang sudah bukan haknya Kembali
  •  Orang-orang yang menyimpang daripada perintah-perintah Allah SWT.
  •  Orang-orang yang terperdaya dengan bujuk rayu Syetan dan godaan kehidupan duniawi yang fana
(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Ahzab ayat 64-65; Q.S Al-Fath ayat 13; Q.S An-Nisaa’ ayat 10; Q.S Sabaa’ ayat 12; Q.S Fathir ayat 5-6; Q.S Luqman ayat 21).

6. Neraka Lazha

Kata Lazha berasal dari kata laẓiya - yalẓa - laẓan yang berarti kobaran api atau nyala api, ada makna yang menyebutkan kelanggengan akan siksanya. Pada mulanya, kata Lazha ini sebenarnya dapat diartikan sebagai kobaran api yang murni, yang sangat panas, yang membakar dirinya sendiri jika tidak ada sesuatu yang dibakarnya.

Allah SWT. sudah memperingatkan akan ancaman dan kengerian Siksa Neraka Lazha kepada para hamba-Nya di dunia, pedih siksaannya sudah termaktub dalam Al-Qur’an yang menggambarkan tentang kobaran apinya yang selalu bergejolak, sehingga dapat mengelupaskan kulit kepala para ahli neraka yang terbakar olehnya.

Dan, siksaan api neraka ini diperuntukkan bagi  golongan orang-orang yang suka membelakangi, berpaling atau mengindahkan dari agama Allah, dan orang-orang yang suka menumpukkan harta benda duniawi demi kesenangan pribadi saja.

(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Ma’arij ayat 15-18).  

7. Neraka Saqar

Kata Saqar (سقر)  terambil dari kata Saqara yang berarti menyengat atau mengecap untuk menandai binatang. Kata Saqar dapat diartikan juga sebagai sengatan terik matahari atau besi panas yang digunakan untuk mengecap binatang. Kata ini digunakan Al Quran sebagai salah satu nama tempat penyiksaan (neraka) di hari kemudian atau nama dari salah satu tingkat dari tempat penyiksaan itu.

Saqar, salah satu nama tingkatan neraka ke-6 dari sekian tujuh tingkatan neraka lainnya berdasarkan riwayat hadits Ibnu Abbas yang telah dinisbahkan oleh Imam Al-Qurthubi dan diabadikan dalam Surah Al-Muddatstsir ini sudah diterangkan secara lengkap tentang calon penghuninya diperuntukkan bagi mereka siapa saja yang memiliki amalan keburukan sebagaimana berikut.
  •  Orang-orang yang meninggalkan atau enggan mengerjakan Sholat
  •  Orang-orang yang tidak memberikan makan kepada orang fakir miskin
  •  Orang-orang yang suka berkumpul dan membicarakan kebathilan
  •  Orang-orang yang tidak percaya dan mendustakan Hari Pembalasan (Hari Kiamat)
(Rujukan Ayat Surah Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Muddatstsir ayat 42-47).

8. Neraka Huthamah

Kata Neraka Huthamah diambil dari kata Haṭama (حطم) yang berarti hancur, sehingga Huṭamah dapat diartikan amat menghancurkan atau membinasakan. Jadi, neraka Huthamah adalah salah satu tingkatan api neraka yang di dalamnya api yang menyala-nyala, sehingga mampu menghancurkan, meremukkan, merusak, dan memecah sesuatu yang ia temui termasuk para penghuninya.

Gambaran Al Qur’an mengenai Neraka Huthamah diceritakan sebagai sosok neraka yang memiliki nyala api yang sangat luar biasa besarnya, panasnya mampu membakar dan menusuk ke dalam setiap hati mereka para pendosa sewaktu hidup di dunia.

Keadaan penghuni neraka Huthamah juga digambarkan bakal diikat pada tiang-tiang yang panjang dan atap-atap yang di atas mereka akan ditutup rapat, sehingga tidak ada yang berhasil keluar atau masuk darinya kecuali atas izin Allah SWT. 

Dan, ciri-ciri orang yang termasuk Golongan Ahli Neraka Huthamah, ialah sebagai berikut.
  •  Orang-orang yang suka mencela dan mengumpat
  •  Orang-orang yang menumpuk harta kekayaannya dan suka menghitung-hitung harta bendanya saking kikirnya
  •  Orang-orang yang suka mencari kesalahan orang lain
  •  Orang-orang yang suka berprasangka buruk dan menggunjing orang lain
(Rujukan Ayat Surah Al-Qur’an yang diambil dari Q.S Al-Hujurat ayat 11-12; Q.S Al-Humazah ayat 1-9).

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Belum ada Komentar untuk "Dahsyatnya Kengerian Siksaan Api Neraka, dan Ciri-Ciri Penghuninya Terlengkap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel