Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 Fase Alam Kehidupan Yang Ditempuh Oleh Seluruh Manusia


4 Fase Alam Kehidupan Yang Ditempuh Oleh Seluruh Manusia

Menurut keterangan dalam Al-Qur’an dan Hadits, dikemukakan dengan jelas dan tegas, bahwa manusia akan melalui berbagai alam atau hidup dalam tahapan-tahapan yang pasti dilaluinya. Ada 4 tahapan yang harus dilalui manusia, yaitu :
  1. Alam Kandungan
  2. Alam Dunia
  3. Alam Kubur (Barzakh)
  4. Alam Akhirat
Keempat alam yang ditempuh oleh setiap jiwa atau ruh manusia itu, benar-benar telah dikemukakan dalam Al-Qur’an dan Hadits, yang uraiannya secara ringkas adalah sebagai berikut.

    1.       Alam Kandungan


Fase Kehidupan Alam Rahim
sumber : www.idntimes.com
Yaitu sewaktu manusia itu masih dalam kandungan ibu, dan pada waktu itulah dimulainya proses kejadian manusia, yakni Allah menciptakan manusia dari suatu saripati tanah yang berasal dari tanah, dari saripati itu Allah menjadikan air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian, dengan air mani itu Allah menjadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Dia menjadikannya menjadi segumpal daging, dan melalui segumpal daging itu Allah menjadikannya menjadi tulang belulang, kemudian Dia membungkus tulang belulang dengan balutan daging.

Setelah itu, barulah Allah menjadikannya seorang makhluk yang berwujud manusia seperti kita ini. Jadi pada tahap yang pertama ini, manusia telah mengalami hidup di alam kandungan, yang keadaan disitu adalah amat sempit, terbatas, banyak kesukaran, dan penuh kegelapan yang bertimbun-timbun.

Dan, pada waktu itu manusia belum mengerti situasi dan kondisi. Dalam hal ini, Al-Qur’an menyampaikan Firman Allah SWT. yang berbunyi artinya ;
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim), kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka, Maha Suci Allah, Pencipta yang Paling Baik.”
(Q.S Al-Mu’minun : 12-14)

Kemudian, disebutkan dalam sebuah Hadits yang artinya ;
“Bahwasanya seseorang dari kamu itu dikumpulkan kejadiannya dalam kandungan ibunya selama 40 hari, masih berwujud air mani. Lalu, jadilah segumpal darah selama 40 hari juga. Kemudian, Allah Ta’ala mengutus malaikat, lalu meniupkan ruh di dalam tubuhnya dan diperintahkan dalam empat perkara ialah : menuliskan sesuatu tentang ketetapan mengenai rezekinya, ajalnya, amalnya,  dan kelak akan menjadi orang celaka atau bahagia.”
(HR. Imam Muslim)

Sesudah 9 bulan lamanya berada di dalam rahim ibu, yang dikandungnya dengan susah payah, penuh rasa keprihatinan, maka lahirlah manusia itu ke alam wujud dalam keadaan masih kecil dan lemah, tidak punya daya dan kekuatan, belum punya ilmu dan harta, maka berulah manusia akan mengalami fase kehidupan yang kedua, yakni mengalami kehidupan di alam dunia yang fana ini.

    2.       Alam Dunia


Fase Kehidupan Alam Dunia

Tersebut dalam Firman-Nya yang artinya ;
“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.”
(Q.S An-Nahl : 78)

Setelah manusia itu lahir dari kandungan sang ibu dan hidup, maka barulah manusia itu menempuh kehidupan yang kedua kalinya, yaitu hidup di Alam Dunia. Maka, mulailah manusia setelah lahir di dunia mengalami pertumbuhan yang pasti berlaku, dari kecil menjadi besar, dan dari muda menjadi tua.

Di tahap yang fana, tujuan utamanya adalah untuk mengejar kebaikan bagi orang-orang yang beriman dan berakal sehat, sedangkan bagi orang-orang yang tidak beriman, ia akan menumpuk-numpuk kejahatan. Oleh sebab itu, dunia ini dapatlah dianggap sebagai tempat atau ladang amalan untuk memperoleh kebahagiaan atau kecelakaan.

Dan, hanyalah kehidupan dunia merupakan kenikmatan yang memperdayakan dan menipu. Di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala telah berfirman yang artinya ;
“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
(Q.S Ali Imran : 185)

Oleh karena itu dalam kesempatan menempuh kehidupan pada tahap yang kedua ini, yakni hidup di alam dunia, kita seharusnya tidak terperdaya dengan kemewahan, kemegahan, kesenangan, kenikmatan dunia saja, dan tidak tertipu oleh bujukan setan dalam mentaati Allah, akan tetapi mengejar dan bersegera memperbanyak amalan shalih dalam kesempatan yang telah dibekali dengan panjang umur itu sebagai ladang persiapan untuk menempuh kehidupan di alam selanjutnya.

Bukankah dalam hal ini, Allah Ta’ala telah memperingatkan kepada kita sebagaimana firman-Nya yang artinya :
“Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (setan) memperdayakan kamu dalam (memperdayakan) Allah.“
(Q.S Luqman : 33)

    3.       Alam Kubur (Barzakh)


Fase Kehidupan Alam Kubur/Barzakh
sumber : inilahkoran.com
Setelah manusia itu wafat, maka tahap selanjutnya ia dikuburkan, dan mengalami perpindahan ke alam baru lagi, yaitu menempuh Alam Barzakh (Alam Kubur). Adapun sifat dan keadaan alam yang ketiga / alam barzakh ini adalah lebih luas lagi daripada keadaan alam dunia yang saat ini.

Sebagai perumpamaan dapatlah dikatakan bahwa perbandingan antara Alam Barzakh dengan Alam Dunia sekarang ini adalah sebagaimana perbandingan antara Alam Dunia sekarang dengan Alam Rahim sewaktu masih dalam kandungan Ibu.

Adapun kehidupan di Alam Barzakh ini sifatnya juga hanya sementara waktu, yaitu hingga datangnya Hari Kiamat, sebab setelah datangnya Hari Kiamat nanti tak akan ada kehidupan lagi yaitu kehidupan tahap keempat (terakhir), yakni kehidupan di Alam Akhirat.
 

    4.       Alam Akhirat


Fase Kehidupan Alam Akhirat
akhwatmuslimah.com
Perjalanan terakhir yang ditempuh oleh manusia, adalah kehidupan Alam Akhirat. Alam Akhirat ini merupakan tempat bermukim yang paling kekal selama-lamanya, yang terdiri dari Surga dan Neraka. Setelah itu, tidak ada lagi alam yang lain lagi dan di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala juga banyak menyebutkan sifat Akhirat, yaitu bahwa kehidupan di Alam Akhirat itu adalah kehidupan yang lebih baik dan kekal.

Dan, sesuai dengan sebutannya “Alam Akhirat” adalah alam yang terakhir. Kehidupan Akhirat adalah kehidupan setelah Dunia berakhir. Percaya adanya kehidupan Akhirat termasuk ciri-ciri orang yang sempurna dalam keimanan dan ketakwaannya kepada Allah. Perhatikan Firman Allah yang artinya ;
“Sedang kehidupan Akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.”
(Q.S Al-A’laa : 17)

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

Berlangganan via Email