Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenali 6 Tipe Dosen Ini Yang Bakal Ada Di Kampus Kamu & Tips Cara Menghadapinya

Kenali 6 Tipe Dosen Ini Yang Bakal Ada Di Kampus Kamu & Tips Cara Menghadapinya

Kamu pasti pernah punya guru-guru semasa SMA dengan watak dan karakter mereka masing-masing, kan? Mulai dari yang asyik dan seru sampai ada juga yang bersikap aneh dan bahkan, pengidap autis. Nggak berbeda jauh seperti waktu SMA dulu, dosen-dosen di kampus juga memiliki kepribadian masing-masing.

Tapi, daripada menghindar dari mereka, kenapa nggak kamu kenali dan pelajari watak mereka masing-masing sambil mencari tahu tips dan trik apa saja yang bisa kamu lakukan buat menghadapi mereka. Bagaimanapun, kamu harus tetap menjalin hubungan dan kerja sama yang baik dengan mereka. Para dosen itulah yang punya andil utama dalam memberikan nilai kamu. Sudah siap? Nah, kira-kira sifat dosen kamu seperti apa saja yang akan dihadapi?

      1.       Si Dosen Cuek


Ciri-cirinya : Kalau lagi mengajar di kelas, dia cenderung ngoceh sendiri dan nggak peduli kalau mahasiswanya pada asyik bermain sosmed atau tidur. Jadi, sebenarnya dia sadar nggak sih, kalau sebenarnya cuma 3 dari 12 mahasiswanya di kelas yang betul-betul memperhatikan penjelasannya?

Deal With It ! Meski dia kelihatannya cuek, kamu mesti tetap hati-hati karena jangan-jangan soal ujian yang dia buat bisa super susah, dan bisa jadi dia termasuk tipe dosen yang pelit nilai!

      2.       Si Dosen Otoriter


Ciri-cirinya : Selain terkenal galak, dia juga terkenal super sulit dalam hal pemberian nilai dan betul-betul ketat dalam hal absensi. Jika ada salah satu mahasiswa yang berani datang terlambat di saat jam pelajaran mata kuliahnya, Dosen itu tidak akan segan mengusir anaknya tersebut dan dilarang mengikuti kelasnya. Banyak banget mahasiswa yang nggak pernah lulus mata kuliah dia dan, bahkan bisa mengulang sampai dua kali baru bisa lulus !

Deal With It ! Jangan justru menghindari dari dosen kayak begini. Cari aman dengan selalu rajin hadir ke kelas dia tanpa pakai acara terlambat, dan usahakan untuk selalu duduk di depan. Selalu perhatikan apa yang dia jelaskan dan kalau bisa, coba ajukan pertanyaan untuk menunjukkan kalau kamu benar-benar memperhatikan mata kuliah dia.

Ini sama sekali bukan maksud cari muka, lho! Lebih baik serius mengikuti pelajaran dia dan bersikap menjadi mahasiswa yang baik-baik daripada harus mengulang mata kuliah dia, kan?

      3.       Si Dosen Asyik


Ciri-cirinya : Dia termasuk kategori dosen yang masih muda dan, bahkan nggak segan-segan buat nongkrong atau ngobrol bareng mahasiswa waktu jam makan siang di kantin. Pokoknya, dia tipe dosen yang diajak asyik, deh.

Deal With It ! Meski dia kelihatannya asyik dan bisa diajak seru-seruan, bukan berarti dia sudah jadi temanmu. Ingat lho, posisi dia itu masih sebagai dosenmu meskipun kamu memanggilnya dengan sebutan “Mbak” atau “Mas”. Apalagi, dia juga bertugas menilai tugas dan hasil ujian kamu nantinya. Akrab sama dosen boleh kok, asal tahu batasannya.
   

      4.       Si Dosen Doyan Datang Telat


Ciri-cirinya : Selama kamu kuliah, malah dosen ini yang lebih sering datang telat daripada mahasiswanya. Yang bikin menyebalkan lagi, terkadang, dia terlihat nggak merasa bersalah sama sekali karena sudah bikin mahasiswanya terpaksa menunggu.

Deal With It ! Kamu pasti kesal karena si dosen selalu datang telat melulu. Tapi, jangan bersikap jadi mahasiswa yang menyebalkan begitu dia datang, misalnya jangan mengeluh keras-keras setiap kali dia memasuki kelas dengan tergopoh-gopoh. Biar dia juga sadar sama kebiasaan buruknya itu, kasih dia semacam peraturan kelas.

      5.       Si Dosen Ngalor Ngidul


Ciri-cirinya : Setiap menjelaskan materi kuliah, dia sering sekali “membelokkan” pembicaraan ke hal-hal yang nggak penting. Yang ada, dia malah jadi lupa sudah menjelaskan materi sampai di mana.

Deal With It ! Terkadang, menyenangkan sih, kalau si dosen tiba-tiba malah cerita hal-hal nggak penting biar nggak bosan mendengarkan materi kuliah di kelas. Tapi kalau begitu terus, sebagai mahasiswa, kamu malah bisa terancam ketinggalan materi-materi penting. 

Jangan-jangan, materi itu justru jadi bahan utama di masa ujian nanti ! Nah, karena itu, setiap kali si dosen mulai melenceng, usahakan untuk terus “mengarahkan” dia kembali ke materi kuliah yang lagi dibahas sebelumnya. Cerita-cerita nggak penting itu bisa dia simpan buat obrolan di luar jam kuliah.

      6.       Si Dosen Kasatmata


      Ciri-cirinya : Nama dia memang jelas-jelas tertera di daftar mata kuliah sebagai dosen pengajar mata kuliah yang lagi kamu ambil. Tapi kok, ini sudah tiga kali pertemuan dan dia nggak pernah kelihatan wujudnya?

      Deal With It ! Asyik, nggak ada dosen lagi ! Eitsss,  nggak se-menyenangkan itu lho, sebetulnya. Kalau sudah hampir setengah semester, tapi si dosen nggak pernah nongol dan mengajar materi kuliah, bisa gawat. Kalau itu terjadi, nggak tertutup kemungkinan mata kuliah itu dibatalkan dan kamu jadi terpaksa mengulang mata kuliah tersebut di semester depan. Yukh, males banget,  kan?

      Makanya, jangan tunggu lama-lama! Begitu sudah dua kali dosen itu nggak datang, segera laporkan ke bagian Akademik. Mereka pasti akan segera mencari dosen pengganti untuk mengajar mata kuliah tersebut.

Semoga artikel di atas bisa membantu kamu terkait informasi yang sedang kamu cari, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.

See You Next Time....

Berlangganan via Email